23.12.13

Proyek Monumental 2014 ku...

Aku punya banyak impian. Namun, banyak dari mimpi itu yang maju mundur. Akhirnya beberapa impian hanya sebatas impian. Namun untuk 2014 ini aku jelas mau lebih dari tahun ini. Aku harus ada pencapaian lebih. Terus terang di 2013 ini aku mendapatkan banyak pencerahan. Di tahun ini aku banyak menghabiskan waktuku untuk membaca buku motivasi dan bisnis. Sungguh menyenangkan membaca tulisan mereka, sangat inspiratif. Aku pun berharap suatu saat bisa menularkan energi positif seperti yang mereka lakukan. Semakin aku sadar, membaca dan menulis adalah cara terbaik untukku mengembangkan diri. Namun apa yang aku pelajari dan kutulis itu harus diputuskan. Aku harus memutuskan ingin mendalami bidang apa. Sejujurnya aku lumayan tertarik masalah pendidikan anak usia dini(PAUD). Namun di lain sisi menjadi pebisnis di bidang makanan juga menjadi impianku. Apalagi basic kuliahku tentang teknologi pangan. Entahlah, karena terdesak kebutuhan ataukah memang ini passionku, tetapi walaupun bidang pangan adalah pelajaranku saat kuliah, tetapi saat ini aku sangat tertarik dengan dunia parenting, yang tentu saja sangat jauh dari bidang kuliahku. Dan disisi lain aku masih memiliki keterbatasan akses dan dana untuk mengembangkan diri di bidang PAUD, karena aku sendiri masih menjadi seorang buruh tebu.

Proyek monumental 2014 ku: Bisa segera hijrah ke Jogja dan berkiprah di dunia pendidikan anak
Kenapa harus Jogja? Apa ga bisa membangun tempat tinggal sekarang? Ya bisa aja, tapi disini aku ga ada dukungan. Bukan mau mengeluh atau manja, tapi aku pribadi juga baru belajar. Jogja sendiri adalah kampung halamanku. Tempatku dulu kuliah. Tempat yang sangat tepat untuk menuntut ilmu. Aku jelas ga boleh gegabah untuk resign dari pekerjaanku lalu membangun PAUD tanpa ada dasar ilmu yang jelas, tanpa patner yang jelas. Karena psikologi anak jauh lebih rumit dibanding orang dewasa. Yah, masalah psikologi anak aja aku belum paham, dan di kebon tebu gini aku belum nemu teman sevisi. Kalopun ada, semua ga bisa maksimal, karena jam 8 sampe jam 5 aku bekerja. Lah di atas jam 5 mana ada yang mau nitip anak?anaknya juga kan harus istirahat malamnya.

“Target Resign 2014”
Sebenarnya sedih karena harus memutuskan untuk resign. Karena jujur aku sangat menyenangi lingkungan kebon tebu tempatku bekerja. Faris juga sudah cocok banget sama pengasuhnya. Terus terang berat meninggalkan semua kenyamanan ini. Tapi inilah yang harus kutempuh kalau ingin menjalani hidup lebih baik, sesuai passion. Aku juga ga tahu, kalau nanti 2014 ngotot resign apa keluarga EDibaFREE bakal tetap bersama, atau mungkin akan berpisah sementara waktu dengan Ayah Edy. Aku sendiri mempersiapkan kemungkinan terburuk dan rencana terhebat. Aku yakin Ayah Edy juga secepatnya akan enjoy bekerja sesuai passionnya. Memang kami sangat beruntung bisa bekerja di perusahaan yang sama, tapi batin kami kering. Jiwa kami haus aktualisasi diri yang sudah kami lupakan rasanya. Memang gaji kami lumayan, tapi terbukti gaji saja tidak cukup. Ahh..apakah aku yang terlalu idealis ataukah memang seharusnya begini menjalani hidup?

Bergabung di jarimatika dan ibu profesional Jogja
Baru berapa bulan aku bergabung di komunitas ibuprofesional.com. Banyak ilmu praktis yang aku dapatkan. Termasuk gara gara ini aku jadi ingin menyelami mengenai jarimatika dan abacabaca. Ibu Septi Peni Wulandari, founder sekaligus penemu jarimatika dan abacabaca sudah membuktikan berhasil mendidik ketiga anaknya homeschooling. Suatu hal yang 'wah' buatku. Tentu saja sebelum aku bisa mencetak generasi profesional(minimal anak sendiri), tentu aku harus menjadi sosok ibu profesional terlebih dahulu.

Insya Allah aku bisa mulai berproses di Jogja. Kebetulan tanteku buka jarimatika di Jogja. Nanti aku akan mulai ikut kursusnya, dan prakteknya aku bisa langsung bantu ngajar di tempat tanteku. Aku harus siapin modal dan mental dahulu. Bukan apa apa. Sudah terkenal kalo biaya guru di Jogja sangat murah. Jadi mungkin aku harus mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, dan bakal berpikir keras cari tambahan kalau ingin survive tinggal di Jogja. Ya Allah berkahilah jalanku. Tunjukkanlah takdirku. Semoga dengan menuliskannya dalam lomba give away ini akan semakin banyak yang mendoakan dan Insya Allah keluarga EDibaFREE bisa lebih berguna untuk Indonesia. Aamiin.
Reaksi:

6 komentar:

  1. mau juga tinggal di jogja mbk hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. jogja cen enak tenan neng jogja yo mak..

      Hapus
  2. keren banget Dib ...Resolusi yg revolusioner...smg diberi kemudahan...salut.wikan.

    BalasHapus
  3. pernah suatu hr di TP ketemu adik angkatan yg jualan clodi.ternyta dia kenal clodi dari postingan FBmu..mbakku jg tau clodi dan rempongan lainny dr km.you don't realize thay ur action has inspired others.keep catching ur dream.wikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin..aamiin. makasih wikan. keep sharing say..

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...