15.12.13

Gaya Hidup Positif Pancarkan Kebahagiaan

Siapa yang tidak ingin bahagia? Apalagi bahagia bersama keluarga. Semua orang pasti ingin bahagia. Hanya saja banyak diantara kita tidak memahami bagaimana merengkuh kebahagiaan karena disibukkan dengan pengakuan diri ataupun meratapi keadaan. Padahal kebahagiaan itu sebenarnya sederhana, karena kebahagiaan itu kita yang menciptakan. Semua manusia pasti punya masalah, namun apakah masalah itu harus ditunjukkan ke semua orang? Haruskah keluarga ikut bersedih atas duka yang kita ciptakan? Tentu tidak dong. Makanya aku mulai melakukan tiga hal positif untuk merengkuh kebahagiaan bersama keluarga kecilku, EDibaFREE(Edy, Diba, Faris REE).

1. Positif dalam Berpikir
Aku pernah merasa diri tidak berguna, Pernah merasa menjadi orang termiskin di dunia,* jadi judul lagu deh. Saat itu aku merasa dunia suram, bawaan ingin terus mennagis dan meratap. Sampai ada teman yang mengatakan aku harus berkata positif di depan cermin. Dengan begitu pikiran menjadi positif. Katanya, percayalah bahwa apa yang terjadi adalah hal terbaik yang digariskan Tuhan kepada kita. Cobalah bersyukur namun tetap terus intropeksi. Bila berbuat salah, jangan malah menyerah, sebaliknya jadikanlah ini tantangan agar kedepannya tidak lagi berbuat salah. Saat rezeki belum menjadi milik kita, percayalah itu karena ada orang lain yang jauh lebih membutuhkan dibanding kita.
Hindari kata-kata negatif. Singkirkan kata-kata "Aku tidak bisa", "Aku tidak mampu". Gantilah dengan kata-kata "Aku pasti bisa", "Aku pasti mampu". Percayalah bahwa pikiran positif akan membawa kita optimis, tanpa beban, dan bahagia menjalani hidup. Alhamdulillah, saat ini aku bisa menjalani kehidupan positif bersama keluargaku. Tidak pernah aku stress walaupun bekerja dan mengurus rumah tanpa asisten. Karena sekarang aku bisa selalu berpikir positif tentang apapun yang terjadi di diriku.

Salah satu postinganku tentang rasa syukur. Awalnya aku mengeluh, tapi setelah berpikiran positif, akhirnya keluhan itu berubah menjadi penyemangat hidup:
Aku sadar aku hanyalah karyawan kontrak..namun ini membuatku menjadi waspada bila sewaktu-waktu aku dipecat, kondisi keuangan keluarga tidak akan sampai memburuk.

Aku sadar jaminan kesehatan di luar site belum di cover perusahaan. Aku jadi harus hidup lebih sehat, dan berusaha semaksimal mungkin menjaga kesehatan Faris dan Ayah. Dengan begitu, ke dokter anak juga diminimalisir. Sebisa mungkin jadi dokter pribadi bagi Faris. Aku pelajari common disease pada anak, dan Alhamdulillah, Faris cuma ke dokter pas imunisasi(sama sekali mau menegakkan diagnosa alergi, yg sampe sekarang juga blm sembuh karena allergennya-debu lembab ga bisa dihindari)

Aku tinggal di rumah kecil. Membuatku mikir2 mau beli apa2. Mau taruh dimana?? Aku jadi lebih hemat. Asal mau kalap beli perbot, inget rumah keong..

Tempat kerjaku turn overnya tinggi, sebenarnya lelah juga selalu adaptasi sama orang baru. Pekerjaan juga suka nambah setiap ada yang resign tapi ga dapat ganti. Tapi dengan gitu teman2ku jadi banyak. Baik yang seangkatan masuk,senior, maupun junior yang sudah resign, teman seangkatan, senior dan junior yang kerja bareng, senior yang dah resign sebelum ketemu. Maupun junior yang masuk setelah nanti(misal) jadi resign

Aku tinggal di pelosok kebon tebu. Jadinya aku jarang ke mall. Biaya untuk belanja belanji ga penting jadi bisa ditekan. Pengeluaran buat makan di luar juga minimal..paling beli mi warung ato penyetan di site yang ga kalah nikmat.

2. Positif dalam Berprasangka
Beribadah adalah salah satu kegiatan yang dapat mempertebal prasangka positif kita terhadap sang pencipta. Percayalah bahwa kita diciptakan dengan masing-masing kelebihan dan kekurangan yang unik. Begitu juga terhadap orang lain. Saya tidak setuju kalau harus skeptis dengan orang lain. Aku percaya bahwa setiap orang dilahirkan suci dan baik. Hanya saja kadang keadaan yang memaksa kita untuk menjadi 'orang jahat'. Terkadang aku sendiri bisa jadi 'orang jahat' bila keadaan mendesakku demikian. Maka, biar orang tidak berbuat jahat dengan kita, maka jangan memancing orang untuk berbuat jahat, banyak bersedekah, terus berdoa, dan yang paling utama, jagalah prasangka positif kita. Karena apa yang kita persangkakan, biasanya itulah kenyataannya.
Faris tumbuh dengan selalu berprasangka positif
3. Positif dalam Berkegiatan
Aku dan keluarga selalu melakukan banyak kegiatan positif. Salah satu kegiatan positif favorit kami adalah silaturahmi dan memotret. Kedua kegiatan ini seperti pengisi batere saat jiwa kami mulai lelah dengan rutinitas. Alhamdulillah, dengan seringnya kegiatan positif kami sekeluarga, kami merasakan selalu berbahagia. Inilah contoh kegiatan keluarga kami.

Silaturahmi ke rumah Buyut

Bergaya bak foto model. Foto by Ayah Edy


Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...