25.12.13

A Day With... Pandji Pragiwaksono


Gara-gara nonton a day with Panji Pragiwaksono, aku jadi tahu kalo dibalik sikapnya yang ngebanyol dan kayaknya santai abis, ternyata doi orang yang serius mikirin Indonesia. Nah lo, ini nih yang namanya rezeki sari Allah. Aku nambah lagi referensi orang inspiratif yang semoga saja bisa menginspirasiku untuk lebih inspiratif.*ini ga efisien banget bahasanya.
Berawal dari masa SMP  Panji yang kurang begitu indah. Orang tuanya bercerai saat dia belia. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik. Tentang bagaimana hidup itu seperti roda. Sebelumnya karir ayahnya sangat bagus, tiba-tiba setelah memutuskan resign ternyata usahanya gagal, ditipu orang. Tentang bagaimana Panji mencoba untuk tidak mengeluh karena melihat kesungguhan ibunya mencari uang setelah sebelumnya hanyalah ibu rumah tangga biasa. Ada juga kisah menarik bagaimana Panji bisa masuk SMU. Saat itu sebenarnya Panji masuk bangku cadangan, namun berkat kegigihan ayahnya melobi kepseknya selama seminggu full, akhirnya Panji bisa masuk SMU keren. Lalu dialog menjadi haru manakala Panji menceritakan bagaimana dia mengazankan ayahnya saat meninggal, padahal dulu lahir, dialah yang diazanin ayahnya. Life is a circle, right? Kejadian ini menjadi semacam karma. Maka baik-baiklah jadi orang tua biar disayang anak. Dan baik-baiklah jadi anak, biar dihormati kala menjadi orang tua.
Ternyata, di balik sikap santai dan banyolnya. Dia punya mimpi besar untuk mengubah Indonesia. Karena dia ingin anak-anaknya nanti tumbuh dengan kondisi sosial ekonomi yang mendukung.
Saat ini dia aktif di organisasi kanker, pita kuning. Dia senang dengan semangat hidup survivor kanker di RS Darmais ini. Bahkan ketika ada salah satu anak survivor kanker yang akhirnya meninggal, Panji ikut merasa kehilangan.
Dia mempunyai visi seperti apa dirinya pada umur 50 tahun karena ditanya Ayahnya, "Usia 50 tahun kamu mau jadi apa?" Well, memang bener yah, visi hidup bikin tujuan hidup kita jelas dan bersemangat menjalani hidup. Cita-citanya adalah berdiri di menara Wongsoyudan (cmiiw), dimana isi menara itu adalah semua unit usaha Panji. Yups, doi bercita-cita menjadi pengusaha besar.

Akhir kata, Panji berpesan, jika Panji yang badung ini bisa berkarya dan berkontribusi bagi Indonesia, kenapa yang lain ga bisa? Berkaryalah tanpa dibatasi. Subhanallah.
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...