18.11.13

Hollywood True Story-Anne Hathaway dan Tyra Banks

Rabu malam, saat Faris dah bobo, iseng iseng nonton E! Entertainment, gara gara serial favoritku, NCIS di FOX udah habis. Ga tau kemarin benar benar dilupakan nonton 100 Hari Keliling Indonesia. Akhirnya kok ya malah nonton E! Yang saat itu lagi acara HTS(Hollywood True Story bukan hubungan tanpa status). Aku nonton buntutnya kisah Anne Hathaway, inspiring banget mengikuti bagaimana dia bisa bertahan di dunia perfileman lebih dari 10 tahun. Ya iyalah, wajah cantik dan menarik, akting bagus, ditambah suaranya merdu. Sampe sampe pas dia ngisi suara Jewel di Rio, aku mikirnya itu Jennifer Lopez, abis suaranya merdu khas latino gitu. Dia juga ternyata demen njemput bola. Untuk bisa performance sepanggung dengan Hugh Jackman di acara Oscar bahkan Anne telepon langsung panitianya. Gile bener..ini nih yg namanya pinter memasarkan diri. Jadi deh seluruh dunia tahu keindahan suaranya dan kalo ga salah tangkep, gara gara penampilannya ini dia terpilih untuk jadi pemeran Fantine di Les Mesirable. Aduuuh CMIIW yah, nontonnya disambi FB an sih semalem. Hehe..

Selanjutnya HTS memperbincangkan tentang Tyra Banks, supermodel keren yang meng-create Asia's Next Top Model. Asli, aku ngefans sama cewek ini, bukan karena bodynya yang sempurna itu, tapi karena face nya nyenengin banget. Kelihatan sangat bersahabat. Ternyata, dari ulasan E! Yang mewancarai saudara, teman, dan rekan kerja Tyra, memang bener kalo Tyra ini sangat menyenangkan. Dia memutuskan mengambil tawaran kerja di Paris-dan meninggalkan study nya, dia saat itu baru 17 tahun, dan saat 18 tahun dia sudah jadi supermodel sepanggung dengan Naomi Campbell dan Cindy Crowford. Saat ketenaran semakin berpihak padanya, mulai deh sirik sana sini. Tapi kata sohibnya, Tyra ga kepikiran buat membalas orang orang yang sirik itu. Malahan, dia lalu mengajak ibunya untuk jadi manajernya. Well, keputusan yang tepat! Karena siapa sih orang yang paling bisa dipercaya selain ibu kita sendiri? Nah, aku salut nih sama ibunya, karena demi Tyra dia rela meninggalkan pekerjaannya di Amerika dan menemani Tyra.

Selanjutnya bercerita tentang kisah asmara Tyra dengan produser dan sutradara(cmiw) John Singhelton. Disini terlihat profesionalitas Tyra dalam asmara dan kerja. Saat itu mereka bekerja sama dalam sebuah serial(ato film yah?), dimana Tyra harus beradegan mesra dengan lawan main, sementara pacarnya yang jadi sutradaranya. Oke..oke.. masalah adegan mesranya aku sangat ga setuju, tapi masalah profesionalitas bolehlah.. dan ketika dia akhirnya putus dengan John ini, dia juga cepat untuk bangkit lagi.

Aah.. habis itu aku ketiduran.. jadinya ga tau lagi bahas tentang apa.hehe
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...