31.5.20

Gimana sih biar bisa sukses wawancara kerja?


Ini seri kedua dari TPHP  04 Talks. Kali ini bahas soal pengalaman temen-temen kuliahku yang sudah jadi bos waktu wawancara calon karyawan. Bisa banget buat referensi adek-adek fresh graduate kalau wawancara kerja.

Menjadi diri sendiri

Kalau kamu pikir sukses wawancara kerja adalah dengan memberi jawaban idealis dari pertanyaan yang bakal keluar, kamu salah! Karena saat wawancara, kepribadianmu akan dikorek-korek, dan HRD yang baik tentu mempunyai insting apakah kamu cocok dengan pekerjaan tersebut atau nggak. Rileks saja, nggak perlu memaksakan diri. Pekerjaan itu kayak jodoh kok, perlu diusahakan tapi juga jangan terlalu dikejar. Kayak pengalamanku, sudah selangkah masuk ke perusahaan idaman, tapi karena lowongannya nggak sesuai sama kepribadianku, ya wassalam. But Alhamdulillah, ternyata jodoh kerjaan sekarang lebih baik. Hehe*

Miliki daya juang yang baik

Ada pertanyaan favorit interviewer. Sepanjang perjalanan interviewku juga pasti ada pertanyaan ini.
"Ceritakan saat paling berat dalam hidupmu"

Nggak masalah sih hidupmu nggak terlalu berat. Karena inti dari pertanyaan itu adalah bagaimana kamu bangkit dari permasalahan tersebut. Jangan jawabannya "Minta tolong orang", karena itu menunjukkan kamu nggak mandiri. Perusahaan bakal repot punya karyawan yang bergantung orang lain!

Optimis!

Perusahaan butuh karyawan yang optimis dan nggak takut menerima tantangan. Kayak temenku bisa lolos salah satunya karena pedenya ini.
"Jika perusahaan mau ekspansi ke suatu daerah yang belum kenal sama produk kita, terus kamu ditarget sama seperti daerah yang sudah familiar dengan produk kita. Apa kamu bisa?"

Dengan pedenya temanku jawab:"In sya Allah bisa."

"Kok pede banget jawab bisa?"

"Ya kalau belum mulai sudah bilang nggak bisa, kapan kerjanya?"

Well bener juga ya...

Miliki kebiasaan hidup yang baik

Kebiasaan hidup yang baik akan mendukung kultur positif perusahaan. Misal mendaftar di perusahaan pangan, salah satu temanku  punya pertanyaan favorit seperti ini:
"Jika kamu menjadi penjual gorengan, gimana caramu memilih bahan baku sampai siap dibeli konsumen?"

Dari jawaban pertanyaan itu, temenku bakal melihat apakah kandidat memiliki kebiasaan hidup higienis atau tidak. Caranya menjelaskan juga akan mencerminkan apakah kandidat tersebut orangnya detail dan memiliki kepercayaan diri.

Siap belajar

Kuliah itu cuma pondasi untuk siap kerja. Walaupun kita lulusan doktor dengan ilmu yang sangat banyak, tapi di dunia kerja kita seperti gelas kosong yang harus siap belajar lebih banyak hal. Bahkan sepanjang kita bekerja nanti. User lebih suka sama pribadi yang walaupun dari pengalaman tidak banyak, tetapi siap diisi ilmu apapun dan berusaha untuk survive.

Open minded

Bukan soal kamu lulusan mana, tapi seberapa open minded dirimu? Lulusan luar negeri memang punya kecenderungan lebih open minded karena mengalami hidup di lingkungan yang berbeda secara budaya dan kadang juga iklim dengan di Indonesia. Tapi yang lulusan universitas lokal yang kurang bergengsi sekalipun tidak masalah selama pikirannya terbuka, siap menerima perbedaan dan berempati dengan orang lain.

Pamer soal skillmu juga gak dilarang lho!

Saat wawancara adalah saatnya show up. Jadi pede aja menceritakan soal keahlianmu. Hal kecil seperti hobi menulis blog atau membuat vlog juga bisa jadi nilai tambah. Kadang interviewer terus kepo website or channel kita. Makanya memiliki jejak digital yang bagus adalah harus!

Berdoa
Terakhir, yang paling penting adalah berdoa. Karena Allah jua yang akan mengarahkan interviewer untuk memilih kita, yes?!
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...