25.5.26

Apa Minuman Favoritmu untuk Investasi Kesehatanmu?

Kalau ditanya begitu, teman-teman bakalan jawab apa? Sebagian mungkin menjawab kopi, teh, atau matcha. Tapi sebenarnya minuman yang paling menyegarkan dan sehat itu air putih. Beneran air yang nggak ditambah apa pun. Aku dengan lantang akan menjawab kalo minuman favoritku itu air putih. Kemana-mana, bahkan cuma pergi bertandang sebentar ke tempat tetangga, aku tak lupa bawa tumbler. Malu soalnya kalo minta minum, karena minumku banyak, hihi..

Dulu, aku nggak terlalu freak sama air putih, karena selain air putih kan masih ada jus, teh manis, atau susu berbagai rasa sebagai minuman. Belum lagi kalau lagi nyobain kafe, pasti pengen nyobain signature drink-nya kan. Tapi semenjak maagku suka kambuh setiap minum teh manis, aku jadi takut pesan minuman manis kalau lagi jajan. Awalnya nggak enak kalau sekedar pesan air putih, karena seringnya air putih gratis, nanti dikira aku pelit. Akhirnya aku cobain es teh tawar. Ajaibnya, maagku nggak pernah kumat lagi setelah aku menghilangkan komponen gula dalam minumanku. Dari situ aku bertekad menghindari minuman manis, saat itu berat badanku jadi turun 2 kg, karena penurunan kaloriku cukup banyak hanya dengan menghindari minuman manis. Bonus lain yang aku rasakan setelah kebutuhan minumku aku ganti air putih adalah aku jadi jarang sakit. Sepertinya telah terjadi detox air putih di dalam tubuhku. Hal ini membuatku semakin yakin untuk menjalankan gaya hidup ini. Udah nggak tertarik sama minuman fancy di kafe, beneran langsung mual kalau minum manis sekarang (call me lebay, tapi kenyataannya gitu). Jadi, beginilah awal mulanya aku kecanduan air putih.

Lihat air murni di showcase, hmm..seger banget!

Nah ternyata, air putih ini ada jenisnya, ada yang disebut air mineral, karena airnya masih mengandung mineral, ada juga air demineral/ air murni, yaitu air yang diproses pemisahan dengan kandungan mineralnya. Kedua jenis air ini bermanfaat untuk kesehatan, karena tubuh kita 70% terdiri air, jadi kebutuhan konsumsi cairannya juga banyak. Tapi  bila tujuan mengkonsumsi air adalah untuk detoksifikasi, maka air demineral adalah pilihan yang tepat karena airnya murni, tidak mengandung zat apapun.

Lho, salah satu fungsi kita minum air itu kan untuk pemenuhan kebutuhan mineral juga, kalau mineralnya diambil, terus kekurangan mineral, gimana?

Nah, sebenarnya kebutuhan mineral kita dapat terpenuhi dengan makanan bergizi seimbang kok. Kebutuhan mineral Na jelas pasti tercukupi dari makanan asin, kalsium dengan konsumsi susu, yogurt, ikan teri, ataupun sayur seperti brokoli, magnesium, zinc, dan zat besi bisa dipenuhi dari konsumsi kacang-kacang seperti kedelai, almond, ataupun kacang tanah. Nah, konsumsi air demineral ini dapat sedikit meringankan beban kerja ginjal. Jadi konsumsi makanan begizi seimbang ditambah air murni adalah investasi kesehatan jangka panjang yang sangat mungkin kita terapkan.

makanan bergizi+air murni=kesehatan jangka panjang


Air murni ini contohnya apa sih?

Nah, air murni salah satu contoh mereknya adalah  Alexa Water. Alexa water adalah air minum sehat dari Bandung yang saat ini bertindak sebagai distributor air minum kantor, industri, corporate, maupun sekolah. Tentu saja ada keunggulannya berlangganan air murni di Alexa Water. Keunggulan tersebut antara lain:

  1. Rantai distribusi langsung dari pabrik ke rumah tanpa perantara agen distribusi, sehingga menjamin keaslian produk.
  2. Pengiriman menggunakan mobil tertutup sehingga air terlindung dari paparan sinar matahari langsung, debu, dan polusi asap kendaraan.
  3. Layanan Gratis Ongkir.
  4. Gratis peminjaman galon bagi pelanggan setia.
  5. Pengiriman terjadwal otomatis setiap minggu, sehingga stok air di rumah/kantor tidak sempat kosong.
Untuk daerah Bandung dan sekitarnya, akan ada harga khusus untuk berlangganan Alexa Water dalam jumlah besar. Info selengkapnya dan pemesanan dapat kunjungi website www.alexawater.co.id.


Yuk ikhtiar konsumsi makanan bergizi dan air murni untuk investasi kesehatan jangka panjang kita.

12.3.26

Parenting Kind and Firm by Prita Tyas M. Psi, Psikolog

Mengasuh anak bukan membentuk jadi kita, tetapi membentuk mereka menjadi mereka. 
-Goodenoughparents-
Tahapan menjadi orang tua yang baik (kind) dan tegas (firm):
1. No labeling. Perhatikan pemilihan kata. 
2. Pastikan anak aman dengan kita. Latih kepekaan kita terhadap perasaan anak. 
3. Jelaskan konsekuensi dari setiap larangan agar anak mematuhi bahkan ketika kita tidak ada. 
4. Tegas tapi tetap mengakui perasaan anak. Terima perasaan kecewa anak, dampingi membereskan kekecewaannya, tapi biarkan dia membereskan sendiri masalahnya
5. Menjadi tangguh bukan berarti gak pernah emosi. Justru ketangguhan hadir ketika kita bisa mendefinisikan emosi kita dan mengatasinya
6. Gak ada anak yang dengan sengaja malas dan nakal. Cari tau sebabnya
7. Emotion check tiap pagi dan sebelum tidur
8. Sebagai ortu, set ekspektasi realistis n kelola emosi

Formula Manifesting Law of Attraction by HaiRomaa

Ketika keyakinan selaras dengan rasa syukur dan digabungkan dengan tujuan, manifestasi kita akan seakurat gravitasi bumi. 

Tahapan Law of Attraction:

1. Pikirkan apa yang kamu inginkan

2. Bersyukur

3. Yakin

4. Ikhlas

5. Selflove

6. Usaha

Usaha justru terakhir. Kita nggak perlu sibuk mencari tahu bagaimana caranya. It will find the way. Yang penting syukur, yakin, dan ikhlas dulu. 

Golden time/waktu sunyi:

1. Bangun tidur

2. Mau tidur

3. Sendirian

Perkataan dan rencana baik itu beda. Perkataan baik bagus untuk diumbar, kalau rencana (strategi), keep it by yourself. 

Affirmasiku:

Tidak ada yang tidak mungkin kalau Allah sudah berkehendak (poin 1-5) 

Tapi

Aku perlu sadar diri, ketika effortku nggak maksimal, maka wajar belum dapat hasil sesuai harapan

Tapi

Allah selalu kasih yang terbaik buat kita. Kalau hasil tidak sesuai ekspektasi, berarti ekspektasimu bukan takdir terbaik yang akan dijalani. 

Berusaha semaksimal mungkin (gak perlu merasa kurang usaha, setidaknya ada progres,teyap apresiasi), tapi pasrahkan hasil kepada Allah. 

10.3.26

Belajar Principle Based Parenting bersama Mbak Ellen Kristi

Sedari menjadi ibu, aku sangat suka mengulik soal homeschooling. Prinsip HS sangat ideal untuk dilakukan setiap keluarga. Tapi aku gak berani murni HS karena belum bisa konsisten. Pasang target belajar rutin bareng anak-anak aja sering loss, apalagi kalau nggak sekolah. So far anak-anak juga enjoy di sekolahnya. Tapi walaupun tetap bersekolah formal, aku tetap menyimak berbagai forum tentang parenting yang umumnya tokohnya adalah pelaku HS. Salah satunya Mbak Ellen Kristi. 

Buku beliau yang meramu prinsip pembelajaran ala Charlotte Mason (CM) berjudul 'Cinta yang Berpikir' telah banyak berjasa membentukku jadi ibu yang lebih tangguh. Tapi ketangguhan ini seperti agak melemah ketika berhadapan dengan Persiapan ujian akhir kelas 3 SMP anak lanang. Di sekolah diadakan tryout 6x berturut-turut untuk memastikan kesiapan peserta didik. Yang buat aku syok, nilainya jeblok pake banget. Langsung deh gentle parenting berubah jadi tiger parenting yang ternyata gak sesuai dengan kepribadianku. Sempat bertanya-tanya, kedepannya sebaiknya gimana, karena nggak mungkin aku tiger mode terus. Capek.

Pucuk dicinta ulam tiba. Ternyata Mbak Ellen sedang membuka lokakarya mengenai perumusan aturan prinsipil bagi anak. Selama ini satu2nya hal prinsip yang aku yakini adalah soal konsitensi beribadah, khusunya solat lima waktu. Sedangkan hal-hal yang bersifat dunia belum aku identifikasi lagi. Semoga setelah ini bisa lebih baik dalam mendidik anak. Aamiin. 

Sampailah waktu lokakarya tiba. Aku lupa saat itu lagi bukber, alhasil zoom sambil bukber. Ehehe.. Inti dari lokakarya ini, nanti peserta diajarkan mencari tahu sendiri prinsip dari peraturan yang akan ditegakkan. Sebelum lokakarya, peserta diminta menuliskan problem dan peraturan yang berjalan untuk mengatasi problem tersebut. Yang paling banyak adalah concern tentang screen time. Tema ini dibahas paling pertama dan cukup berkaitan dengan tema lainnya, termasuk concernku soal sesi akademis anak.

Salut sama kesabaran Mb Ellen membimbing setiap peserta merumuskan prinsip dan aturannya sendiri. Kita diajarkan mencari informasi yang efektif via AI. Jadi prinsip yang kita tetapkan adalah memang sesuai dengan hasil riset ilmiah. Terkait pendampingan akademis, ada satu quotes Mb Ellen yang akan aku pegang teguh dan jadi prinsip utama membimbing akademis anak. 

"Asalkan tidak ada screen time berlebih dan dia securely attached ke orangtua, pasti anak secara alamiah ingin bertumbuh dan berelasi dengan pengetahuan. it will bloom at Nature's time. have faith."

Mengimani ini saja, dan nggak ada yg perlu dikuatirkan lagi. May Allah straightened my faith. Aamiin. 

Terkait nilai Faris. Aku sekarang sudah berdamai bila memang nilainya kurang baik. Karena selama kebiasaan baik sudah dilakukan, apabila hasilnya masih kurang baik, ya berarti mungkin kekuatannya memang nggak disitu, dan pasti akan terbuka jalan yang seharusnya. Yang penting fokus ke proses, bukan ke hasil semata. 

Hasil Aturan Prinsipil Belajar Faris:

Prinsip Non-Negotiable untuk Jam Belajar Anak Laki-Laki 14 tahun: Sesi akademis adalah sesi terapi karakter ortu dan anak sehingga fokusnya pada pembentukan kebiasaan baik, bukan hasil.

Aturan turunan:

  1. Waktu belajar antara jam 18.00-20.00 (agar terbentuk kebiasaan rutin belajar)
  2. No gadget antara jam 18.00-20.00 (agar terhindar distraksi di jam belajar)
  3. Evaluasi belajar rutin (1-3 kali seminggu) untuk memastikan anak memang berproses belajar. (perlu konsistensi dari ortu untuk bersabar mendampingi prosesnya)

Selanjutnya akan ada kelas Mendewasakan Emosi dan Peta Jalan Pendewasaan Anak. In sya Allah bakal ikutan dan garis besarnya akan aku share lagi di blog. Selamat bertumbuh semua. Bismillah.

1.12.25

Pantai Ngetun. Hidden gem yang biarlah tetap hidden

Tau pantai ini dari tetangga yang asli Purwodadi, Tepus, Gunungkidul. Penasaran karena katanya belum ada retribusi masuk sini. Dan memang pantainya msih relatif sepi karena jalanannya yang ekstrim, jangan harap bisa bawa mobil kesini! Naik turunnya terjal banget. Tapi memang worthed banget begitu sampai pantainya. 


/>

Mau main air, menikmati sunset, atau hiking tipis-tipis, bisa banget disini. Buat camping kayaknya seru juga. Kesini pertama kali cuma berdua sama suami. Dan dalam minggu yang sama kesini lagi sama anak-anak.

 

                                                      

Kapan-kapan harus kesini lagi sih, karena memang sekeren itu buatku. Foto-foto di atas tebingnya nggak kalah sama pemandangan ikonik di Raja Ampat (ini sih sugestiku aja, karena belum kesampean ke Raja Ampat, haha). Sinyalnya susah disini. Tapi kalau naik ke Tebing nanti ada sinyalnya. Ada masjid gede bagus banget, tapi kayaknya kurang terawat. 


Misal ada pengajian plus rihlah bagus juga nih kesini.. Tapi ya itu, peernya di infrastruktur jalan, mengingat topografi jalanannya, kayaknya susah juga kalo mau dibangun, apalagi pantainya cuma 1 ini. Ya gpp sih, tetap jadi hidden gem aja ya Ngetun.

Perjalanan menemukan Batu Bolong di Pantai Watu Lumbung

 Kawasan pantai Girisubo, Jepitu sudah jadi destinasi pantai favoritku. Pertama karena kita dah hommy banget kemping di pantai Jungwok. Ibu pemilik warungnya baik banget. Tercatat sudah 4x kita kemping, dan nggak bosen-bosen.

Baca: Pengalaman kemping di Pantai Jungwok

Nah, ada satu pantai yang aku penasaran banget karena katanya ada batu bolong yang estetik buat di foto. Tapi perjalanan menuju kawasan pantai ini harus pakai motor. Nah, setiap kemping kan kita pasti bawa mobil, jadi nggak pernah bisa kesampaian deh kesini. 

Lalu, setelah minggu lalu sukses ke Telomoyo, minggu ini jadi pingin jalan-jalan lagi deh. Yang deket aja, karena masih pada UAS. Nah, ke pantai harusnya nggak jauh-jauh amat sih, akhirnya realisasikan deh ke pantai Watu Lumbung. 

Papan petunjuknya sih jelas. Jalanannya juga nggak seekstrim Pantai Ngetun, tapi tetep aja bikin was-was. Apalagi kita boncengan bertiga. Sampai di lokasi pantai, ternyata ke pantainya turun ke bawah dan agak curam (dah khawatir nanti baiknya gimana). Di tempat parkir ternyata selain bayar parkir kita masih dikenai biaya swadaya jalan 2000 per orang. Untung Fafa gak dihitung, jadi parkir dan masuk pantai kena 7000.


Sampai di pantai, Faris udah ogah-ogahan main air, akhirnya cuma duduk di pinggir pantai, sampai ketiduran, dan setelah bangun pun ternyata aku dan Fafa belum selesai explor pantai. Lha batu karangnya luas banget, dan obsesiku cari batu bolong belum ketemu juga. Seru banget liat ikan-ilan kecil di cekungan batu karang. Ombaknya lumayan gede, jadi Fafa agak takut. Padahal ya aman sajalah, kan karangnya nggak kalah gede. Akhirnya sampai Fafa pingin pulang, batu bolongnya belum ketemu juga.


Udah pasrah, ah jangan-jangan bukan pantai yang ini kali ya? Alhamdulillah ternyata batu bolongnya ada di sisi kanan pantai. Aku sibuk eksplor sisi kiri, ya nggak ketemu-ketemu. Ternyata batunya kecil cuy. Beda sama ekspektasiku. Tapi yang penting akhirnya ketemu juga. Pengennya sih difotoin disini, tapi karena dua anak dah ngambek ibunya nggak mau pulang (agak lain emang aku, haha), jadi cuma foto seadanya aja deh. Yang penting nggak penasaran lagi yes! 

Akhirnya ketemu juga sama batu bolong

Pulangnya mampir ke warung dulu karena harus banget naik ke tempat parkirannya. Huhu.. Berikut video rekapnya.


Rekap biaya:

Retribusi kawasan pantai: Rp. 8000 per orang

Retribusi di Pantai Watu Lumbung: Rp. 3000 parkir, Rp. 2000 per orang iuran jalan. 

Plus tambahan biaya bahan bakar buat kendaraan dan orangnya.. Hihi.. 

Dadakan ke Telomoyo

Berawal dari cari sarapan ke Pawon Purba. Vibesnya jadi kayak mau touring-healing gitu kan ya. Kepikiran, gas kemana gitu kayaknya seru. Banyak destinasi yang pengen dikunjungi, tapi karena sudah sampe Nglanggeran, kayaknya mending menuju sekitaran Klaten aja. Tiba-tiba kepikiran dah penasaran pengen ke Telomoyo. Walau bukan di Klaten, kayaknya perjalanan gak jauh amat. 68 km, ya nambah 20-30 kilo dari biasa kalo ke Jogja, bisa kayaknya. Akhirnya dengan bawaan seadanya kita cuss. Untung duo FREE pake jaket semua, di Telomoyo dingin banget cuy. 


Pelajaran 1: persiapkan trip sebaik mungkin. 

Perjalanan kami ke Telomoyo kayaknya agak nekat deh. Karena sepanjang perjalanannya ternyata hujan deras berkali-kali. Sempat kepikir balik tapi anak-anak semangat terus lanjut. Ya udah, jalan terus! Demi Allah kalau tanpa perlindungan Allah mungkin udah pada sakit kita, karena cuacanya ya hujan, reda, hujan, reda terus. Kebayang kalo misal gak boleh naik sampai puncak Telomoyo, ya pasrah lah. Beruntung sampai di Telomoyo cuaca terang. Jadi kita berhasil sampai puncak, tapi nggak sampai puncak banget, soalnya udah penuh parkiran Jeep. 

Pelajaran 2: Kurangi ekspektasi

Kalau di sosmed, Telomoyo tuh kece banget dengan lautan awan. Tapi karena kemaren udah sore dan cuaca mendung, jadi ya cuma kabut doang. Dan karena sudah mengurangi ekspektasi, jadi nggak kecewa-kecewa amat. 



Pelajaran 3: Selalu ada yang menarik dalam setiap perjalanan

Pas masuk gerbang Telomoyo, kita lihat ada cafe yang kayaknya cozy buat istirahat. Ternyata cafenya cakep banget! Banyak satwa mulai dari burung-burungan hingga ikan dengan aquarium yang unik. Ada tempat makan di tengah aquarium, jadi vibesnya kayak kita lagi makan di dalam air. Hihi.. Plus bunga-bunga disini cantik-cantik. Fafa puas eksplor bebungaan di cafe ini. Alhamdulillah, perjalanan jauh ini terasa worthed karena mampir ke cafe ini. Setelah kukepoin IG cafenya, ternyata bisa naik shuttle ke kafe ini dan gak perlu bayar karcis masuk Telomoyo. Tapi minusnya ya jadi gak bisa ke puncak sih. 




Masih nggak nyangka kita bertiga perjalanan melintasi Klaten-Boyolali-Semarang-Magelang naik motor demi ke Telomoyo! Next pengen ke kebun sayur Sukomakmur, tapi kalo dari jarak lebih dari 100 km, mikir-mikir dulu deh.. 

Rekap biaya: 

Retribusi masuk Telomoyo via Dalangan: Rp. 15.000 per orang

Spot foto: Rp. 3000 per orang

Toilet: Rp. 2000 per orang

Plus biaya bensin n makan yang cukup boros karena jauh cuy! Haha