8.9.22

Road to Doctoral. Preparing English requirement

 Hi. I wanna try to improve my ability in english writing. My senior said that my english writing is so messy. It will be obstacle to me, because the ability in english writing is the essential skill i must capable in. I also need this to get the suitable score for submit scholarship. But the first thing i must decide is, which english tes should i take to? TOEFL ITP, TOEFL IBT, or IELTS?



Of course, i wanna choose TOEFL ITP because it is the cheapest than another. But actually, get the minimum score is not easy. I will not take TOEFL IBT because i think it's rather confusing for me to understand. So, i'll try to study IELTS. 

Why IELTS?

Because i think that it is more practical and fun to learn. I try to improve my ability in listening with english song and podcast, read journal and summarize it, writing english like this, and try to speak english as many as i can.

Take simulation test is not enough for me!

Of course, is not as simple as that. I realize when i took listening and reading IELTS simulation in https://ieltsonlinetests.com/ , my score become varies, but still not achieve minimum requirement score. The listening and reading section in IELTS harder than TOEFL's listening and reading section. But i am optimistic could achieve my target. I just need to take intensive course. Not only to get the mentor that will guide me with some strategies to get higher band score, but also to push me to strict to the study time. 

Where to take intensive course?



There are so many options for me to take course, both online and offline. I choose online course which more suitable with my condition. There are so many online courses for IELTS offer in social media. Surely i choose the cheapest and the most credible one. Because i have experience for taking IELTS simulation test on Lister, so i choose it for my course. I also take another course in myskill. I choose it because it is the cheapest course of IELTS i've ever known entire Instagram, hehe. In the next post i will review both courses.

Implemented the skill on my real life

Learn using website and take course just not enough. I believe that language skill is about habit. That's why i should use my English regularly to maintain and improve my English skill. For the first time, i feel hard to enjoy podcasts or videos, read journals or articles in English, but I push myself to enjoy it. Alhamdulillah, my English listening and reading turn better and it helps me also to rich my insight and knowledge in my expertise.

I have tried to upgrade my speaking and writing skill. I try to improve my speaking by talking English regularly with friend or just self-talk, haha! My writing skill seems so bad, like you see in this post, but i tried to write my thoughts in English and have a tutor for correcting my writing. My English language journey still so far, but i will enjoy this process...


21.8.22

EDibaFREE Family Trip: Ke Bromo dan Malang Satu Hari Saja!

Aku masih inget banget. Waktu itu lagi scrolling #WonderfulIndonesia dan ngeliat foto Bromo. Bagus banget. Sambil berharap dalam hati, suatu hari pengen piknik kesini.



Nggak nyangka gayung bersambut! Besoknya dapat info kalau temen-temen penglajon di kantor berencana open trip ke Bromo dan Malang. Masya Allah! Memang Allah itu Maha Mengabulkan keinginan hambaNya ya. Tambah semangat karena sebagai anggota penglajon yang rutin bayar iuran pada periode yang ditetapkan, jadi biaya piknikku gratis. Pas pamit sama Ayah Edy, beliau tanya, nanti anak-anak gimana? Mikirku sih gampang aja, si Faris kan bisa aja sendiri di rumah, nanti Fafa titipin pengasuhnya yang dulu di Jogja. Terus doi tanya lagi, gak boleh bawa keluarga ya? Langsung aku kepikir. Oiya juga ya, kalau bisa bawa keluarga pasti lebih seru ya? Tapi belajar dari pengalaman ke Semarang kemarin, aku kayaknya keok kalo harus bawa anak-anak tanpa suami. Akhirnya doi mengiyakan buat ikutan. Saat itu masih awal Juli, dan gara-gara rencana ke Bromo ini akhirnya ayah memutuskan pulang ke Palembangnya setelah dari Bromo nanti. Alhamdulillah berkah trip Bromo, ayah jadi di Jogja hampir 2 bulan, hihi.

Sebenarnya biaya trip ini sangat murah karena dikoordinir sendiri dan tanpa penginapan. Tapi tetep butuh putar otak juga buat ngumpulin biaya 3 orang. Alhamdulillah masih bisa ketutup. Udah semangat pengen belanja keperluan ini itu buat di Bromo, karena ini pertama kalinya kesana, tapi akhirnya yang beneran di checkout cuma kaos kaki, sarung tangan, sama kupluk. Sempat khawatir kalau jaketku nggak cukup hangat buat disana, tapi ayah ngayem-ngayem buat gak usah lebay, masih sama-sama di Indonesia, dinginnya ya gitu-gitu aja. *gaya banget mentang-mentang pernah ke luar negeri.



Akhirnya hari yang ditunggu tiba, ayah malah meriang dan Fafa masih batuk. Waduh, masak nggak jadi sih? Sudah tinggal berangkat lo. Akhirnya kita membulatkan tekad untuk tetap berangkat, Bismillah. Yang penting perintilan obatnya sudah siap. Obat masuk angin dari yang diminum atau dioles, lengkap! Penting yakin gaes. Nah, masalah berikutnya, aku belum juga packing. Masih bingung pakai outfit apa, karena punyanya cuma sweater endorsan, kalau pakai jaket kok kayaknya jelek. Akhirnya sesuai saran penasehat busanaku (suami), akhirnya mantap pakai sweater endorsan (duile bangganya). Bawa baju tebal cadangan juga buatku dan Fafa. Dan terus nyadar kalo bajunya Faris nggak ada yang tebal. Tapi Bismillah ajalah, lemaknya Faris kan tebal ya (maaf ya Nak). Bocahnya meyakinkan aku kalau dia pasti baik-baik aja pakai kaos dan sweater seadanya.

Tiba-tiba waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua. Artinya aku harus menjemput Fafa di penitipan. Padahal drama packing belum usai (bener2 deh makemak tu ribet!). Akhirnya Fafa baru dijemput jam 2 kurang. Sembari persiapan berangkat, aku masih harus ikut rapat mewakili mbak kakelti yang anaknya opname. Pas di jalan sinyal putus-putus, tapi Alhamdulillah rapat terlalui dengan baik. Kami sampai di BRIN Gedongkuning jam 15.30, tepat sesuai jadwal. Perjalanan dengan bis dimulai jam 4 sore lebih sedikit. 

Alhamdulillah perjalanan lancar dan tepat jam 2 pagi kami sampai di Sukapura untuk nanti dijemput jeep. Di Sukapura, bisnya parkir di Lava Hill Resort. Gaya banget kan? Bukan orangnya, malah bisnya yang 'nginep' disana.

Persiapan naik jeep (foto atas dan bawah hanya pemanis ^_^)


Perjalanan menggunakan jeep melewati jalanan berdebu dengan bendera merah putih di jeep. Suasana perjalanan berangkat kayak di kawasan Dlingo, Bantul, jalanannya sempit dan curam. Kami sampai bertanya beberapa kali ke pak supir, dikira sudah sampai ke lokasi, karena banyak spot kerumunan orang di sepanjang jalan menuju Bukit Cinta, lokasi tujuan untuk melihat sunrise. Apalagi satu jeep yang pernah ke Bromo cuma si ayah, mana pas itu dia tidur pula! Akhirnya sekitar jam 4 kami sampai Love Hills atau Bukit Cinta. Dari sini kami harus jalan menanjak untuk mendapatkan sunrise. Pertama udah pede mau jalan kaki saja, tapi jalannya cukup curam, kasian juga Fafa karena aku pun merasa capeknya. Akhirnya pakai ojek yang tarifnya cukup mahal, yaitu 50.000. Untung sih cuma perlu 2 ojek buat kami berempat. Sampai lokasi agak kecewa karena masih benar-benar gelap. Agak terobati dengan pemandangan bibtang-bintang di langit. Sayang, kalau difoto pada malu-malu bintangnya, cuma sedikit yang kelihatan. Menjelang jam 5, baru deh cantiknya Bromo kelihatan. Masya Allah bagus banget pemandangannya. Nggak nyangka pemandangan yang selama ini hanya kunikmati dari foto dan video, akhirnya bisa kunikmati langsung. Walau butuh perjuangan untuk menikmatinya

Saat subuh adalah saat terdingin selama kami di Bromo.

Ternyata tebalnya baju nggak seberapa ngefek. Pakai kupluk juga nggak banyak membantu,karena bagian paling sensitifku terhadap dingin adalah tanganku. Saking dinginnya, rasanya kaku semua jari. Next harus nyiapin sarung tangan yang lebih tebal untuk mengurangi dinginnya pagi hari. Saat itu Fafa mengeluh kedinginan. Saat kupeluk anaknya malah protes,katanya tangan ibu dingin. Tapi nggak berapa lama Fafa lalu tertidur. Syukurlah. Saat yang lain sibuk berfoto. Aku cuma fokus menatap keindahan Bromo sambil memangku Fafa yang tertidur. Alhamdulillah. Wishlist bikin foto keluarga di Bromo kesampean juga.

Kumpulan foto keluarga di Bromo

Rencana awal kita kumpul ke destinasi selanjutnya pada pukul 5.30. Tapi molor setengah jam, baru jam 6 kita menuju destinasi selanjutnya.

Widodaren valley.

Awalnya tak kira semua namanya Bromo. Ternyata gunung yang berbentuk memanjang menyerupai lipatan itu namanya Gunung Widodaren. Beneran cantik kayak bidadari deh. Disini kita semua berkumpul untuk menyanyikan Indonesia Raya. Merinding, bagus banget videonya, padahal suara kita ya pas-pasan aja. Hihi.

Foto bersama

Kawah Bromo

Sebenarnya bisa seru dan lama disini. Karena perjalanan menuju Kawah Bromo cukup jauh dan menanjak. Baru sampai pura saja kayaknya jauh banget. Aku sih tau diri aja, nggak coba-coba kesana. Mending memaksimalkan foto-fotoan disini. Hihi.


Pasir Berbisik

Kata ayah, disini paling jelek pemandangannya. Katanya mirip Gumuk Pasir Parangtritis. Iya sih memang mirip, tapi tetep seru aja sih berfoto disini. Puas deh njepret duo FREE disini.

Setelah dari Pasir Berbisik, kami lembali ke Lava Hill Resort. Perjalanan pulang suasanya mirip kayak turun dari Dieng. Memang kawasan pegunungan punya suasana yang relatif mirip walaupun ada kekhasannya masing-masing.




Sebenernya bisa langsung mandi setelah turun dari jeep. Apalagi masih banyak tim yang belum sampai. Tapi mandinya di WC dan pas jam 10 itu airnya masih dingin banget. Eh akhirnya malah si Fafa yang minta mandi. Walo katanya airnya dingin, tapi tu bocah santai aja. Nggak mau pakai jaket lagi juga. Aku aja yang rada khawatir terus olesin minyak telon yang banyak ke badannya Fafa. Oh ya, setelah sampai di Lava Hill lagi, memang rasanya cukup panas. Mulai berkeringat dan bau asem mulai semerbak disini. Hihihi.

Sampai disini jadwal mulai bergeser. Kita sampai rumah makan jam 12, padahal dijadwalkan jam 11 sudah sampai. Untungnya plot waktunya sampai jam 1 siang, jadi waktu istirahatnya yang dipercepat. Alhamdulillah sampai disini masih aman jadwalnya. Tapi ternyata perjalanan lumayan macet, kita sampai di lokasi petik apel sudah jam 4 sore lebih. Ternyata modelnya naik angkot dulu ke kebun warga gitu. Worthed dan edukatif banget sih wisata kesini. Tapi, pesenku sih nggak usah 'nggragas' petik apelnya. Kalau perlu yang dipetik yang dimakan disana aja. Karena kalau bawa pulang, harga apelnya 2x lipat harga di toko buah di depan kebunnya. Epic nggak tuh! Kalau mau nebus juga minimal 2kg. Jadi daripada hasil petikanmu urung kamu tebus, malah kasian pemilik kebunnya, mending jangan banyak-banyak metiknya ya!


Nggak terasa, tiba-tiba sudah mau magrib. Akhirnya kita solat dulu di masjid sekitar loket petik apel. Selanjutnya kita perjalanan menuju Bakso Kota Cak Man di Alun-alun. Ternyata lokasinya nggak jauh dari lokasi petik apel. Sempat terjadi kendala bisnya nggak boleh parkir karena lokasi parkir sudah penuh, akhirnya kita hanya diturunkan dan nggak tahu akhirnya bisnya jadi parkir nggak. Setelah makan kita sempat bingung nunggu bisnya dimana. Untung sih sinyal lancar dan nggak ada yang 'bandel' misal dari kelompok. Sempet kurang 2 orang, itupun karena mereka mikirnya bisnya nunggu di tempat diturunin tadi.

Kurang dua destinasi lagi. Sebenernya saat itu badan sudah capek banget. Tapi sayang dong sudah sampai Malang cuma begini aja. Akhirnya waktu belanja oleh-olehnya agak dipercepat. Udah kayak lomba belanja aja kudu cepet-cepetan. Yang lain beli oleh-oleh, kita sih belanja kuncir rambut buat Fafa dan gantungan kunci buat kunci rumah. Wkwkwk. Eh, beli dodol sama jus apel sih, yang memang khasnya Malang. 

Batu Night Spectacular

Seru sih wahana disini. Mirip Dufan versi mini. Tapi aku nggak tertarik permainan adrenalin sih, jadi ya cuma ngeliatin aja. Masuk sini bisa foto sepuasnya di Selfie Box dan Trick Art Gallery+Maze of Horror. Awalnya Faris pengen main trampolin, tapi adeknya maunya main di playground. Akhirnya adeknya main sendiri dan si kakak nggak mau main trampolin sendiri. Nungguin aja adeknya main sambil cemberut. Ayah udah kecapekan akhirnya duluan ke bis. Setelah Fafa puas main, kita langsung ajak pulang. Alhamdulillah di bis pada tidur nyenyak. Sekitar jam 5 kurang bis sudah sampai di BRIN Gedongkuning. Anak-anak bangun dengan ceria, tak lupa kami subuhan dulu sebelum perjalanan pulang ke Gunungkidul. Fabiayyialairobbikumatukadziban.

Ke BNS Fafa pake kuncir rambut baru ^_^


 Alhamdulillah 2 malam 1 hari yang luar biasa! Semoga masih diberi kesehatan dan rezeki jadi bisa trip keluarga bersama teman rasa keluarga lagi. Aamin.

11.8.22

Pengalaman Pindah KTP dan Bayar STNK dengan KTP Beda Alamat di Jogja

Sudah hampir 2 tahun ini EDibaFREE Family tinggal di Gunungkidul. Tapi baru kemarin kami resmi jadi warga lantai 1 Jogja. Ya, akhirnya kami pindah KTP juga. Sebelumnya masih ragu mau pindah KTP. Alasannya, karena pelayanan pemerintah Kota Jogja yang ciamik banget. Masih inget bagaimana indahnya pengalamanku lahiran di Puskesmas Jetis. Rasanya, masih susah move on.

Baca: Pengalaman lahiran di Puskesmas Jetis

Selain itu, KTP Jogja masih dipertahankan untuk persiapan menyekolahkan anak lanang ke sekolah negeri di Jogja. Tapi, karena ada beberapa kebutuhan administrasi yang memerlukan KTP Gunungkidul, dan setelah dipertimbangkan lagi soal menyekolahkan anak ke Jogja, ah kayaknya nggak worthed mempertahankan KTP Jogja demi anak yang belum tentu sekolah di Jogja, sementara urusan administrasi di Gunungkidul jadi terhambat. Akhirnya, pada tanggal 3 Agustus 2022 aku mulai mengurus perpindahan penduduk.

Pengalaman pindah KTP di Jogja

Tanpa pengantar RT, RW, dan Kelurahan. Langsung via WA Dukcapil Jogja

Awalnya, aku belum tahu kalau ngurus pindah KTP full online. Ternyata, beneran semudah itu! Nggak perlu pengantar dari RT, RW, ataupun Kelurahan. Beneran ini membantu banget. Selain hemat waktu dan tenaga, tentu saja hemat biaya. Bisa dibayangkan, kalau perlu minta surat dari mereka, perlu berapa lama bolak balik demi dapat suratnya, nggak enak juga kalo nggak ngasih 'sesuatu'. Iya tau, itu gratisfikasi, tapi setelah dibantu terus nggak ngasih apa-apa kan nggak enak ya. Alhamdulillah syarat tersebut akhirnya dihapuskan. Psst, mengurangi sampah kertas juga kan.?

Beneran full online dan sehari jadi!

Setelah aku WA sekretaris RT di domisili lama dan beliau bilang sekarang ngurusnya langsung ke Dukcapil via WA, langsung Senin pagi (1/8/22) aku WA nomor tersebut. Nomornya bisa dicek di website ini:

https://dindukcapil.jogjakota.go.id/page/index/layanan-online-wa

Beda pelayanan, beda nomor WA. Masing-masing Dukcapil juga ada websitenya sendiri. Cek saja via google alamat website Dukcapil daerahmu. Kalau memang sudah ada pelayanan WA, nanti akan tercantum di websitenya.

Sistemnya keren sih ini, responsif. Tapi memang strict di jam kerja, kecepetan 2 menit aja harus WA ulang. Aku ngisi formnya langsung pakai aplikasi PDF, dan sebelum jam 10 berkas sudah aku WA kembali. Jam 11 dapat konfirmasi berkas sudah bisa diproses. Gak sampai 24 jam langsung dapat email dari email resmi Dukcapil Kemendagri. 

Selesai kirim berkas, lalu dapat WA untuk menunggu 1×24 jam

Gak sampai 24 jam, surat pindah sudah jadi!

Proses di Dukcapil Gunungkidul

Walau masih Yogyakarta, aku gak mau berekspektasi pelayanan Dukcapil Gunungkidul bakalan sebagus Dukcapil Kota Jogja. Tapi, memang sebagus itu sih Dukcapil sekarang. Kuncinya WA di jam kerja. Kalau bisa ngepas jam 8, karena aku tertolak berkasnya, karena kirim di jam 12.44 (seharusnya bisa sampai jam 13.00 tapi saat itu kuota sudah penuh). Tapi nggak masalah sih, tinggal kirim ulang besoknya di jam 8 pagi, setelah itu proses komunikasi kayak kita lagi WAnan gitu. Bisa nyambi kerja, nggak keluar bensin, nggak perlu emosi karena harus ngantri. Haha!

Cuma chattingan tau2 dokumen sudah diproses

Setelah semua dokumen lengkap, lalu kita dapat nomor untuk pengambilan berkas. Proses pencetakan berkas adalah seminggu atau 5 hari kerja. Sejauh ini nggak perlu izin atau cuti buat ngurus berkas kependudukan. Beneran sesuai jargonnya "Ngurus dewe, gampang, ora mbayar"

Pengambilan berkas

Akhirnya tiba waktunya ambil berkas kependudukan baru (KTP, KIA, dan KK). Sempet salah tempat, karena datangnya ke Dukcapil Gunungkidul, padahal pengambilan berkasnya di Mall Pelayanan Terpadu di Terminal Dhaksinarga. Agak jauh dari pusat kota memang. Tapi keren banget tempatnya. Entah terminalnya masih dioperasikan atau nggak ya, karena kayaknya nggak ada lalu lalang bis disini. Malah bisa jadi tempat trek-trekan nih. Haha!



Masuk ke Mall Pelayanan Terpadu-nya beneran kayak lagi masuk mall atau hotel gitu. Di pintu masuk kita akan disambut mbak resepsionis yang ramah dan cantik. Ada mas yang siap membantu bila ada yang perlu ditanyakan juga. Kalau baca beritanya sih, awalnya pelayanan terpadu ini untuk kemudahan pengurusan izin di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu. Tapi terus berkembang, ada Badan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Sosial, dan Dukcapil. Yang 2 terakhir ini yang biasanya ramai antrian, apalagi Dinas Sosial. Yang urusan sama BPJS soalnya ngurusnya ke Dinas Sosial ini. 

Kembali soal pengurusan berkas kependudukan EDibaFREE Family. Nggak sampai 10 menit antrianku dipanggil dan langsung ambil berkasnya. Kalau saja nggak harus kerja, rasanya pengen berlama-lama disitu. 

Ruang tunggunya nyaman banget!

Oh ya, karena mumpung lagi di luar, kebetulan STNK pajaknya habis. Jadi sehabis dari ngambil KK dan KTP baru, aku langsung cuss ke Samsat. Eniwei, kenapa yak bayar pajak kendaraan bermotor nggak sekalian bisa di Mall Terpadu ya? Pasti lebih enak lagi ya kalo bisa gitu.

Bayar Pajak dengan KTP beda alamat, bisa nggak sih?

Waktu aku pasang story kalau ganti KTP, langsung masuk beberapa japri. Pertanyaannya sama, kalau ganti KTP gitu, bermasalah nggak administrasinya?

Jawabannya nggak. Karena nanti STNKnya masih mencantumkan alamat lama. Dan yang paling penting, nomor KTP kita nggak akan berubah, jadi tenangno pikirmu gaes. Lagian biarin aja alamatnya tetep gitu, kalau pindah malah harus urus mutasi, biaya lagi, ye kan? So far karena aku masih sama-sama Jogja, jadi nggak masalah bayar pajaknya di Gunungkidul. Yang mungkin agak ribet kalau pindah dari luar Jogja, karena harus diurus di provinsi asal. Semoga kedepannya ada inovasi untuk pembayaran STNK online dan berkasnya dikirim pos. Kalau nggak salah di Jabar sudah ada, tapi kurang paham implementasinya gimana. 

Kalau ada yang perlu ditanyakan silahkan komen ya...


16.6.22

Dear 2022, Refleksi Setengah Tahun

 Dear 2022,

Sudah separuh tahun berjalan, ada banyak hal yang belum kucapai. Kadang terselip rasa, apakah yang kurang dari usahaku? Aku sadar aku tidak terlalu gigih berusaha, tapi setidaknya target minimal bisa dong tercapai. Tapi ternyata juga belum.


Dear 2022,

Mungkin ini cara Allah mengajarkanku arti sabar berusaha dan jangan pernah terpaku pada hasil. Karena walaupun hasil kerjaku belum sesuai dengan apa yang aku targetkan, tapi aku merasakan progresnya setiap hari.


Aku dikelilingi support system yang baik. Aku punya teman-teman yang luar biasa yang mau membantu bila kuminta. Tapi aku tidak mau jadi teman yang seperti itu. Aku harus yakin dengan kemampuanku sendiri, nggak boleh manja. Hari ini mungkin aku masih jauh dari mereka. Tapi aku yakinkan diriku, suatu saat aku bisa berkolaborasi sejajar dengan mereka, bukan lagi sekedar teman yang perlu dibimbing. Aamiin.


Dear 2022,

Ada banyak pelajaran soal hubungan pertemanan yang kupelajari di tahun ini. Ternyata selektif memilih teman itu harus, bukan karena kita sombong, tapi ternyata dengan siapa kita berteman akan menentukan cara kita menilai diri sendiri dan pendapat orang tentang kita. Berteman dengan orang yang salah kadang membuat kita insecure, merasa diri bodoh, tidak berharga, dsb. Selain itu, orang akan menganggap kita sama dengan teman 'toxic' tersebut, padahal belum tentu kan? Memang pendapat orang nggak selalu harus didengar, tetapi tentu kita ingin punya citra yang baik kan? Karena itu, saat ini aku sadar harus memilih pertemanan yang baik untuk kehidupanku kedepannya.


Teman toxic jelas harus dihindari, tapi tenyata nggak semua orang yang baik harus kita dekati. Berteman sewajarnya saja, kadang ada komunitas yang memang kita anggap baik, bisa membantu kita menjadi lebih baik, tapi ternyata nggak sefrekuensi dengan kita. Ya nggak perlu maksa masuk kesitu juga. 


Satu hal penting yang kupelajari di tahun 2022 ini, percayalah pada dirimu, fokuslah pada dirimu. Setiap orang punya masalah dan nggak harus selalu harus kita bantu, fokuslah pada masalahmu sendiri. Kalau pun nanti harus berjalan sendiri, ya nggak masalah. Teman boleh datang dan pergi, yang penting jaga komunikasi, jarang interaksi kadang lebih baik karena akan meminimalkan saling menyakiti hati.


16 Juni 2022

5.3.22

Tetap produktif dan glowing berkat Pond's Triple Glow Serum

 Aku sangat suka laut! Tapi memang sukanya setelah menikah sih. Bersama suami dan anak-anak, kami sepakat bahwa tempat healing yang paling terjangkau dan memuaskan itu ya di pantai. Salah satu motivasi pindah ke Gunungkidul juga biar bisa dekat dengan pantai. Ternyata, jodoh memang nggak kemana, tempatku bekerja rupanya sedang mengembangkan produk laut. Cocok deh! Walau nggak ada background pendidikan yang spesifik tentang kelautan, aku nekat aja bergabung di kelompok penelitian pengolahan hasil laut. Yang penting pengolahan pangan secara umum kan sudah menguasai. Hehe..



Yang paling seru dari kegiatan penelitian pengolahan hasil laut adalah ketika mencari sampel. Seperti yang saat ini sedang kami kerjakan, mencari sampel rumput laut di perairan laut selatan. Bisa sampling sambil healing menghirup udara laut. Bisa bermain air di sela pencarian rumput laut. Walau kadang semua tidak senikmat saat ke pantai dengan tujuan piknik. Dan, waktu sampling nggak bisa memilih waktu, semua harus sesuai dengan waktu surut pantai. Kalau surutnya jam 1 siang, ya harus sampling jam segitu. Kebayang gimana panas mataharinya. Nggak heran kalau wajah mulai kusam. Apalagi faktor usia, tentu saja bisa membuat flek hitam hadir di wajah ini. Duh, nggak boleh dibiarkan, aku kan punya cita-cita ingin terlihat seperti kakak buat anak-anakku, kalau kulitku ada flek hitamnya, otomatis terlihat lebih tua dong. Baiklah, sebelum flek hitam beneran datang, aku harus mencegahnya.

Panas terik terus lanjoot!

Langkah pencegahan kumulai dengan pencarian serum pencerah wajah. Kenapa serum? Ya karena biar cepat hasilnya kelihatan. Biar bisa mengimbangi tingkat kekusaman wajahku akibat keseringan mantai, hihi. 


Pencarianku dimulai dengan mencoba Pond's Triple Glow Serum. Aku suka sama kemasan kecil 7,5 gramnya, karena pas buat yang lagi coba-coba sepertiku. Nanti kalau cocok, bisa deh beli yang kemasan botol 30 gram. Dan pemakaian serumnya irit lho, cukup tuang 2-3 tetes dan tepuk ke seluruh wajah agar cepat terserap, baru setelah itu pakai pelembab supaya serumnya bekerja maksimal.

Rangkaian Pond's Triple Glow


Pengalaman menggunakan Pond's Triple Glow Serum

Tekstur serumnya ringan, cepat menyerap di kulit dan aromanya wangi. Salah satu penyakitku kalau perawatan wajah adalah sering tidak konsisten melakukan step perawatannya. Tapi kalau serumnya wangi dan enak dipakai gini, harusnya bisa konsisten pakai ni. Apalagi hanya dengan sekali pakai, wow, rasanya sudah auto glowing. Jadi makin semangat perawatan wajahnya nih! Tentu saja semua berkat formula triple glow pada produk ini. 60x lebih efektif dari vitamin C lho!

Gluta-Boost-C

Gluta-Boost-C yang ampuh untuk menyamarkan flek hitam. Cocok buat kulitku yang agak belang akibat paparan sinar matahari. Kandungan glutathione efektif mencerahkan kulit.


Vitamin B3+

Vitamin B3+ efektif membuat kulit wajah makin lembut dan katanya sih bisa mengecilkan pori-pori kulit. Jadi kulit muka bisa lebih sehat ya.


Hyaluronic Acid

Hyaluronic Acid sebagai pelembab yang cepat menyerap ke dalam lapisan epidermis kulit. Jadi, glowing wajah terpancar dari kulit yang lembab dan sehat.


Ternyata, untuk hasil yang lebih maksimal, kita bisa memadukan dengan penggunaan Triple Glow Serum Mask. Aku pakai sekalian untuk me time saat weekend.


Triple Glow Serum Mask

Aku suka dengan Triple Glow Serum Mask ini karena krim serumnya berlimpah di sheet mask. Krim serumnya wangi, bikin betah pakai berlama-lama. Tapi ya masak mau seharian pakai masker serum, ya kan?

Kandungan Gluta Boost-C efektif mencerahkan wajah dengan vitamin B 3+ dan Hyaluronic Acid yang memberikan efeknkulit lebut dan lembab langsung. Dan setelah penggunaan memang langsung kelihatan hasilnya. Kulit terasa lebih kenyal dan lembab. Jadi ngerasa se-glowing Wendy Red Valvet kan..duh mulai deh halu. Tapi lebih baik halu daripada minder, ya kan?#pembelaan

Tapi memang beneran bikin kulit lebih sehat lho rangkaian produk Pond's Triple Glow Serum ini. Karena dengan kulit wajah lebih sehat, rasanya pikiran dan tubuh juga lebih sehat dan bahagia lho. Jadi semakin pede juga kemana-mana walau tanpa make up. Udah nggak khawatir kulit kusam karena keseringan mantai, karena selain rutin menggunakan sunblock, aku punya senjata untuk mengembalikan cerah wajahku dengan Pond's Triple Glow Serum. Alhamdulillah ^_^




29.12.21

FREE ke Pantai Ngobaran dan Ngerenehan

 


Saat ayah pulang, saatnya piknik! Tapi piknik kali ini bener-bener cuma curi waktu, soalnya bapak mertua baru meninggal, jadi kunjungan ayah kali ini lama di Ponorogo. Setelah genap seminggu bapak berpulang, baru deh kita pulang ke Jogja dan menyempatkan untuk piknik tipis di pantai! Pokoknya pantai jadi destinasi utama kalau piknik deh. Dan kali ini kita masih akan mengeksplorasi Pantai Ngerenehan, Ngobaran, dan Ngunyahan. Padahal kunjungan ayah sebelumnya juga kita kesini lho. Tapi memang Ngerenehan ini berkesan banget, soalnya ikannya disini benar-benar segar dari tangkapan laut! Nggak semua pantai soalnya bisa begini. Yang lebih banyak pilihan lagi yaitu di Pantai Sadeng, tapi pantainya berkarang, jadi nggak bisa buat berenang. Di kawasan Pantai Ngerenehan, Ngobaran, dan Ngunyahan ini yang air lautnya aman buat berenang ya cuma di Ngerenehan.

Sebelum ke pantai tentu saja kita mempersiapkan segala sesuatu demi kenyamanan di perjalanan nanti. Dan tidak lupa kita membawa Rio, kucing keluarga kami biar doi juga bisa ikut piknik. Baju ganti, baju renang, kacamata renang, dan tak lupa alat mandi dipersiapkan. Dan sesampainya disana kita ke Pantai Ngobaran dulu.

Pantai Ngobaran ini biasa dipakai untuk ibadah umat Hindu, jadi tidak heran kalau ada bangunan pura menyerupai di Bali yang berdiri tegak disini. Dengan latar foto seperti ini, rata-rata pada percaya kita lagi di Bali lo. Hihi! Selain pura, ada juga patung dewa-dewa yang sepertinya baru dicat ulang, dan tentu saja berbagai spot foto asyik lainnya di pantai ini. Tumben-tumbenan juga suami ngajak foto berdua. Nah gitu dong, biar ada mesra-mesranya dikit, hihi. Padahal maksudnya suami biar anak lanang bisa sekalian mengasah kemampuan fotografinya. Haha!

Setelah dari Ngobaran, sebenarnya kita pengen nyobain berenang di Ngunyahan. Tetapi ternyata Pantai Ngunyahan banyak karang yang tajam, wah ya bahaya nanti bisa luka-luka kita. Well, akhirnya kita kembali ke Pantai Ngerenehan buat berenang.

Berenang di pantai sudah jadi keharusan bila kami berpiknik ke pantai. Soalnya kita semua pecinta air. Apalagi pandemi gini kita jarang banget berenang. Jadi kalau lihat air bawaan pengen nyebur aja.

Sayangnya, sebagai ibu yang baik (ceileh), aku nggak bisa ikutan berenang karena harus menjaga barang bawaan dan juga si Rio. Padahal lihat mereka renang asyik sekali  si ayah sampai renang ke tengah. Lokasinya aman karena Pantai Ngerenehan dikelilingi bukit tinggi, sehingga ombak yang datang tidak langsung dari pantai lepas.

Wisata di Gunungkidul itu asyiknya harga makanannya relatif murah dan rasanya cukup lumayan. Apalagi kalau belinya ikan segar yang memang dari tangan pertama nelayan, hmm, rasa ikannya nggak amis dan ada manis-manisnya. Jangan lupa beli es degan biar beneran kayak lagi di pantai (lha emang lagi di pantai, piye to?)

Menu wajib kami kalau makan di pantai adalah ikan bakar. Menurut kami ikan segar akan sangat legit kalau dimasak dengan dibakar. Tekstur dan aroma segarnya sangat terasa. Nah selain ikan bakar kita jga pesan cumi-cumi. Kalau ini sih buat anak-anak.

Rute ke Pantai Ngerenehan ini sebenarnya tidak sulit. Jalannya juga sudah full aspal sampai ke lokasi pantai. Kita akan dimanjakan dengan pemandangan bukit terbelah. Di perjalanannya aja sudah banyak pemandangan menyejukkan mata. Hanya saja memang jalannya agak sempit, jadi kita harus berhati-hati dalam menyetir. Untuk berkendara di lokasi seperti ini, pastikan kondisi kendaraan dalam kondisi prima. Jangan lupa mengecek kondisi kendaraan seperti kondisi air radiator, filter dan selang bensin, oli mesin, baterai, timing belt, saringan udara, lampu, wiper, dan untuk kondisi jalan sempit dan naik turun seperti jalan ke Pantai Ngerenehan, kondisi rem dan ban harus mendapat perhatian ekstra. Karena kalau sampai rem blong bisa beresiko jatuh ke jurang tuh. Nah, bila ada sparepart kendaraan yang kondisinya kurang oke, sebaiknya segera diganti. Cara mendapatkan sparepart kendaraan sekarang juga semakin mudah, misalkan kendaraan kita Toyota, maka cukup ketikkan jual aksesoris mobil Toyota. Nanti pasti keluar banyak hasilnya. Awas barang palsu, biar yakin, mending di website  resmi Toyota yaitu auto2000.co.id saja. Dijamin kualitas dan harganya.

Simpan lokasi untuk memudahkan transaksi


Berbagai servis purna jual

Jadi, jalan-jalan kemana lagi nih?

29.7.21

Jangan Sampai Pandemi Merenggut Kemanusiaanmu!

Siapa yang sudah sangat lelah dengan pandemi ini? Rata-rata pasti menjawab 'iya'. Tetapi banyak juga yang sudah berhasil menyamankan diri di tengah keadaan sulit ini. Ya berdamai saja dengan keadaan ini.

Aku menulis ini bukan karena meremehkan Covid-19, tetapi jujur aku sedih dengan keadaan yang terjadi. Banyak orang terdekat yang kehilangan anggota keluarganya, banyak yang mengalami perundungan akibat statusnya yang positif covid, belum lagi komentar ketakutan terhadap varian baru Covid. Ya, pandemi ini memberikan banyak sekali pelajaran. Tetapi satu hal yang paling sulit, yaitu mempertahankan sifat sosial kita. Karena pandemi memaksa kita berjauhan, skeptis dengan semua orang, walau aku sadar ini bagian dari era globalisasi, tetapi sifat sosial kita benar-benar diuji. Bagaimana kita tetap bisa ikhlas memberi, padahal kondisi keuangan sendiri juga minim. Bagaimana bisa membantu keluarga dan tetangga yang sakit, sedangkan tubuh kita dan kesehatan keluarga inti juga harus kita jaga. Saat ini sungguh adalah ujian bagi kemanusiaan kita. Semoga kita lolos dalam ujian ini.


Lamanya hidup itu misteri

Sekarang kita akan lebih sadar untuk menghargai hidup, mensyukuri kehadiran orang-orang yang menyayangi kita. Karena kematian bisa terjadi sangat mendadak. Sedih memang mendengar banyaknya berita duka belakangan ini. Tetapi percaya saja bahwa memang inilah yang sudah dituliskan di Lauh Mahfudz. Pandemi ini adalah ujian keikhlasan melepas apa yang dititipkan Allah, bukan hanya nyawa orang terkasih, tetapi sekedar rezeki yang tergerus karena kebijakan pemerintah, juga harus kita ikhlaskan.


Sebaik-baik perkara adalah pertangahan

Pandemi ini akan mengasah kemampuan berpikir kita. Kita pada kondisi harus skeptis dengan siapapun, tetapi juga jangan sampai menyinggung perasaan. Ini sangat berat buat sebagian orang yang saling bersebarangan memandang Covid. Memang terlalu abai terhadap Covid akan berbahaya, tetapi terlalu takut juga lebih berbahaya. Menjaga prokes itu harus, tetapi jangan sampai demi prokes maksimal lalu kita menyiksa diri. Bukannya sakit karena Covid, tapi sakit karena ketakutan kena Covid. Duh, jangan deh, walau bukan sakit karena Covid, tapi plis jangan sakit, jangan bebani tenaga medis dengan kondisi kita. Bismillah bisa.


Kita mahluk sosial yang butuh bantuan

Berbuat baiklah selagi bisa. Kita tidak tahu kapan kena giliran sakit dan kesusahan (bukan hanya Covid). Nggak perlu banyak pertimbangan dalam menolong. Misalkan membantu pasien Covid, asalkan prokes dan tidak lupa menjaga kondisi tubuh (tidak lupa makan, minum vitamin, dll), maka bantulah, jangan sampai ketakutan merenggut kemanusiaan kita.


Kalau orang yang ditolong ternyata jahat sama kita gimana? Ya, boleh jadi kamu menolong orang yang salah, tetapi amalmu tetap diperhitungkan dan akan diberi balasan dari Allah. Nggak perlu mengaharap balasan dari orang yang kita tolong. 


Yang memutuskan sehat dan bahagia itu ya kita sendiri

Egois sekali-kali itu perlu, karena yang memutuskan sehat dan bahagia itu kita sendiri. Sedih teman kehilangan keluarganya? Atau malah kita yang kehilangan orang yang kita sayang? Nggak perlu sedih berlarut-larut. Karena air mata kita nggak akan balikin mereka. Selalu doakan bila teringat. Tidak mudah untuk merelakan kehilangan. Tetapi bila kita memahami hakikat bahwa apapun yang kita punya adalah titipan Allah,  maka In sya Allah kita akan selalu bahagia menjalani apapun yang terjadi dalam kehidupan kita.


Ikhtiar menjaga kesehatan juga begitu. Kuncinya hanya dengan mendengarkan tubuh. Selalu tunaikan hak tubuh untuk diberi asupan makan yang cukup dan bergerak, apa lagi yang perlu kita takutkan? Aku termasuk yang sangat percaya bahwa kondisi pikiran yang akan menentukan kesehatan kita. Sekali kita sugesti sakit, maka akan beneran jadi sakit.


Toleransi

Pandangan orang tentang Covid ini beragam. Kondisi ini membuat kita kembali belajar artinya toleransi. Nggak perlu jengah sama mereka yang posting tentang Covid melulu, juga nggak perlu terlalu mengkhawatirkan mereka yang sepertinya abai prokes. Saling memahami pandangan masing-masing saja. Allah pasti melindungi kita dengan caraNya kok.