6.2.21

Penasaran Habit Training ala Charlotte Mason

Berawal dari kegelisahanku yang merasa #dirumahsaja membuatku nggak produktif. Aku nggak bisa maksimal bekerja, dan di sisi lain anak-anak tidak terkondisikan dengan baik. Waktu pagi hari aku dedikasikan untuk SFH anak lanang. Kalau lagi apes banyak tugas, pendampingan belajar berlanjut sampai sore. Kadang rasa ingin menyerah, gunanya anak ngerjain tugas yang melelahkan ini apa sih? Ya buat anak lain mungkin nggak melelahkan, tapi jelas anakku nggak nyaman dengan tugas sekolahnya. Udahlah anak nggak hepi, aku pun nggak bisa bekerja. Tapi lama-lama ya terbiasa juga dengan tugas-tugas itu. Memang nggak sempurna, tapi aku sangat mengapresiasi usaha anak lanang buat menyelesaikan tugas sekolahnya.

Waktu bergulir, dan di tahun 2021 ini keluarga kami memulai lembaran baru hidup di Gunungkidul. Dari yang awalnya aku tinggal bersama orang tua sembari suami bekerja di luar kota, lalu sekarang tinggal di tempat baru tanpa bantuan orang dewasa lain di rumah. Ya, suami sekarang bakal lebih sering pulang sih, tapi tetap saja kan, hari-hari kulewati sendiri tanpanya #halah

Minggu pertama ditinggal suami pasca pindahan, jujur sempat stres. Banyak pembiasaan dan keadaan baru yang membuatku harus keluar dari zona nyaman. Tapi aku sadar, membiasakan kebiasaan yang baik, sementara support system berkurang memang nggak mudah. Tapi bukan berarti nggak bisa kan? Alhamdulillah, pertolongan Allah memang cepat, anak-anak langsung betah di lingkungan baru yang memang sangat kondusif dan aku mulai membiasakan diri dengan ritme sekarang. 


Berkenalan dengan Habit Training

Tangan Allah memang luar biasa. Sebagai pengabdi sosmed #halah, aku rutin mengikuti pemikiran Mbak Ellen Kristi di Komunitas Charlotte Mason Indonesia. Insight-nya selalu mencerahkanku dalam mendidik anak. Hingga aku tertarik pada pelatihan Habit Training yang dishare Mbak Ellen di Facebooknya. Belakangan aku merasa tidak produktif. Ketika sekarang tugas anak tidak lagi menumpuk. Kerjaan kantor juga nggak sepadat dulu, nyatanya aku belum juga bisa menyelesaikan satu draft tulisan pun! Sepertinya jiwaku memang jiwa deadliner, kalo belum ada tekanan belum bisa kerja. Tapi masak iya mau kayak gini terus? Bekerja dengan sistem kebut nggak akan maksimal hasilnya. Apalagi untuk pekerjaanku yang seharusnya lebih banyak belajar mandiri. Jadi aku pikir aku wajib nih ikutan Habit Training ini. Tapi keterangannya ini Habit Training buat mendidik anak, bisa nggak ya kalau buat aku juga? Ternyata memang yang ditraining ibunya. Kalau anak ikut ter-training ya itu bonus. So, lets see pelatihannya nanti. Aku yakin pasti akan berdampak lebih baik bagi keluarga kami, seperti filosofi Cinta yang Berpikir yang jadi fondasiku mendidik anak dengan damai dan bahagia.


Tentang fokus

Aku sadar, inti dari permasalahan belajarku maupun anakku ada di fokus. Kami tipikal yang susah fokus. Distraksi kecil akan membuyarkan proses belajar. Lagi baca literatur terus ada wa masuk, akhirnya malah lama wa-nan. Lagi fokus belajar lalu kantuk menyerang. Ah, fokus itu berat deh. 

Makanya buat to do list dong!

Ya udah bikin, setiap pagi sudah merencanakan bakal belajar apa. Tapi ya itu, distraksi membuyarkan segalanya. How to deal with distraction? 


Tentang membaca

Belajar itu wajib, rasa ingin tahu membuat belajar menjadi menyenangkan, tapi aku pribadi bukan pembaca yang baik. Rasa ingin tahu ternyata belum cukup membuatku lancar menjalani proses belajar. Efeknya, aku jadi nggak bisa mengajarkan cara memahami bacaan dengan baik ke anak. Pantas saja pembelajaran metode CM menekankan pada living books dan narasi. Living books melatih anak memahami bacaan sekaligus belajar soal kehidupan. Narasi melatih anak mengungkapkan pendapat secara jelas dan terstruktur. Walau kayaknya cuma 'gitu doang' tapi nyatanya benar-benar jadi life skill wajib apa pun profesinya nanti. Semoga belum terlambat untukku mendidik anak menjadi generasi yang menikmati bacaan. Kuncinya ya, akunya harus bisa menikmati bacaan dulu, jangan tidur atau ditinggalin sosmed-an terus bukunya. Wkwkwk

22.1.21

Pembersih Lantai Aman untuk #KurangiWorry Saat Anak Bermain dengan Hewan Kesayangannya

Awal tahun ini aku memulai kehidupan di tempat baru. Nggak pindah kerja, cuma pindah tempat tinggal, supaya lebih mendekat ke kantor. Harapannya sih biar lebih banyak waktu bersama anak, karena kalau rumahnya dekat kantor kan bisa menghemat waktu perjalanan. 

Sebenarnya tidak ada syarat khusus ketika mencari kontrakan. Tetapi saat melihat calon rumah kontrakan ini suami langsung sreg. Rumahnya memang kecil, hanya tipe 36 yang bersubsidi. Akan tetapi, pemilik rumah yang akan mengontrakkan rumahnya ini sudah banyak melakukan perubahan dari rumah aslinya. Jadi rumahnya sangat homy, rapih, dan nyaman. Jujur ini jadi motivasiku untuk mempertahankan kerapian di rumah ini. Selain itu, kami ternyata dapat 'bonus' seekor kucing yang oleh pemilik rumah diberi nama Tini. Jadi Tini ini adalah kucing liar yang sering mendatangi rumah ini. Tentu saja anak-anak suka sekali ada kucing di rumah, apalagi sebelumnya memang tidak ada kucing di rumah. Eh, nggak lama setelah kami menempati rumah ini, tiba-tiba ada anak kucing liar sering berkunjung ke rumah.

Kiri anak kucing new comer, kanan si Tini


Mengenalkan hewan liar pada anak? Amankah?

"Hati-hati main sama kucing, apalagi kucing liar, kan nggak tau dia bawa virus atau kutu atau nggak." Nasehat salah seorang rekan.

Jujur, memang aku khawatir soal kesehatan anak kalau dia sering bermain dengan kucing. Apalagi kucing tersebut tidak secara khusus kami pelihara. Tetapi melihat kecintaan mereka terhadap kucing, ditambah kucingnya juga penurut, rasanya nggak tega juga kalau harus melarang mereka bermain dengan kucing. Jadi sebenarnya aman nggak sih kalau anak bermain dengan kucing liar?

Ternyata, membiarkan anak berinteraksi dengan hewan justru akan meningkatkan kekebalan tubuhnya. Secara mental juga bermain dengan hewan akan membuat anak lebih bahagia dan empatinya terhadap hewan lebih terasah. Memang sebagai orang tua jadi harus lebih awas menjaga kebersihan. 


Lebih sering mencuci tangan

Semenjak pandemi ini, kami memang lebih sering mencuci tangan. Nah, setelah sering bermain dengan kucing di rumah, aku menjadi lebih cerewet mengingatkan untuk mencuci tangan. Apalagi anak bungsuku yang belum ada 3 tahun, masih harus lebih sering diingatkan karena masih sering langsung memegang makanan padahal sebelumnya baru saja memegang kucing.


Lebih sering membersihkan rumah

Konsekuensi ada hewan di rumah adalah harus lebih sering membersihkan rumah. Apalagi kucing kecil masih suka buang air sembarangan. Nggak boleh males bersihin kotoran kucingnya, karena kotoran tersebut kalau tidak segera dibuang akan membuat penyakit. Ajak anak untuk ikut membersihkan rumah, karena biar bagaimanapun hewan ini adalah tanggung jawab mereka.


Memeriksakan kesehatan kucing

Kalau memungkinkan aku akan membawa kucing tersebut ke dokter hewan untuk memastikan kesehatan kucing liar tersebut.*tapi ini masih sebatas angan-angan karena kondisi lagi pandemi begini. Aku sendiri hampir nggak pernah cek kesehatan, jadi kayaknya opsi cek kesehatan kucing masih belum terealisasikan. Mudah-mudahan kucingnya sih sehat-sehat terus. Aamiin.


Memilih pembersih lantai yang aman

Rutin membersihkan lantai rumah adalah suatu keharusan, apalagi karena kucing kadang berkeliaran di rumah. Rumah yang kami tempati ini minimalis (ukurannya), jadi kami nggak punya meja makan, kau nggak mau rutinitas makan dilakukan di atas lantai. Jadi kebayang kan pentingnya kebersihan lantai rumah buat keluarga kami saat ini? Memang sih area makan kami terpisah dari area yang biasa dilalui kucing, tetapi ada kalanya anak tanpa sadar makan di area bermain kucing. Jadi, sebisa mungkin area lantai di rumah harus selalu bersih.

Awalnya, aku kira cairan pembersih lantai semua sama saja. Ternyata pada cairan pembersih lantai terdapat bahan mengandung toksin yang dapat tidak sengaja terhirup oleh manusia, apalagi anak-anak. Dampaknya tentu pada kesehatan jangka panjang. Apa saja sih bahan berbahayanya?

1. SLS

Bahan pembuat busa ini ternyata memiliki efek samping dapat membahayakan pada sistem pernapasan, endokrin, reproduksi, pencernaan dan saraf terutama pada bayi.

2. Chlorine

Bahan yang berfungsi sebagai pemutih ini dapat menyebabkan masalah pernapasan, sensitivitas kulit, iritasi kulit, permasalahan pada organ paru-paru, mata dan mulut.

3. Paraben

Umumnya produk pabrikan memerlukan pengawet, salah satu yang digunakan adalah paraben. Bayi yang terpapar paraben dilaporkan memiliki masalah pertumbuhan pada beberapa tahun pertama kehidupan. Selain itu, bagi orang dewasa, paraben bisa menambah prevalensi terjadinya kanker payudara dan memiliki pengaruh terhadap masalah kesuburan.

4. Alkohol/etanol

Penggunaan etanol marak digunakan semenjak pandemi ini karena kemampuannya yang sangat baik sebagai bahan anti bakteri. Padahal penggunaan etanol bisa memberi efek iritasi terutama pada kulit bayi yang sensitif. Bahan alami seperti lavender, rosemary, dan chamomile dapat menggantikan etanol.

5. Triclosan

Bahan ini juga berperan sebagai bahan anti-bakteri. Akan tetapi penggunaan bahan ini bersifat karsinogenik. Penggunaan bahan ini dapat digantikan dengan tea tree extract.

6. Pengharum sintetik

Produk pembersih pasti perlu pengharum. Namun penggunaan pengharum sintetik dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan alergi pada kulit. Solusinya bisa dengan menggunakan pengharum alami seperti lavender.

Untungnya ada Pembersih Lantai Mama's Choice, pembersih lantai ini diklaim aman, natural, bebas toksin dan halal. 

Kenapa aman dan natural? 

Karena pembersih lantai Mama's Choice menggunakan Decyl Glucoside sebagai pengganti SLS, dan ekstrak bahan alami seperti ekstrak lavender yang berfungsi sebagai anti bakteri dan pengharum, serta ekstrak rosemary dan chamomile sebagai anti bakteri. Chamomile juga berperan sebagai anti iritasi dan pelembab kulit sehingga formulanya baby friendly sekali.

Formulanya baby friendly!


Efektif membunuh kuman dan bakteri di lantai

Walaupun formulanya lembut untuk bayi, Mama's Choice pembersih lantai tetap efektif membunuh kuman dan bakteri di lantai. Telah diuji di lab terakreditasi mampu mengurangi populasi bakteri Staphylococcus Aureus, Escherichia Coli, Pseudomonas Aeruginosa.

Formula Food Grade

Nah ini yang paling penting, karena aktivitas makan kami tidak di meja makan, maka memilih pembersih yang food grade adalah keharusan. Karena kemungkinan pembersih akan kontak langsung dengan mainan anak dan makanan mereka.

Dengan pembersih lantai Mama's Choice, #KurangiWorry karena pembersih lantai ini aman untuk bayi dan anak-anak. Semoga saja kesehatan dan keceriaan selalu meliputi anak-anakku dan hewan peliharaan mereka. Walaupun saat kecil aku tidak pernah punya hewan peliharaan dan tidak tahu bagaimana seharusnya merawat hewan peliharaan, tetapi dengan kemudahan akses informasi saat ini, mudah-mudahan aku bisa membersamai anak-anak membesarkan hewan peliharaannya. Aamiin.

Cari tahu selengkapnya kelebihan pembersih lantai Mama’s Choice di sini yuk

Cara mendapatkan pembersih lantai Mama's Choice lewat website ini: www.mamachoice.id

Atau bisa lewat IG @mamaschoiceid

24.12.20

Mengelola dan Mencegah Diabetes Selama Pandemi

Bulan November diperingati sebagai bulan awarness diabetes dan tanggal 14 november diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Oleh sebab itu, perlu adanya kesinambungan dalam hal peningkatan kewaspadaan terhadap diabetes. Apalagi saat pandemi seperti ini, gula darah yang tinggi pada penderita diabetes dapat menyebabkan risiko lebih besar bila tertular Covid-19. 

Tapi eits, jangan parno dulu. Segala risiko itu baru akan terjadi bila kadar gula darah tidak normal atau terlalu tinggi. Selama penderita diabetes bisa mengatur kadar gula darahnya, maka risiko gejala serius apabila terkena Covid-19 akan berkurang. Harapannya sih jangan sampai kena Covid-19 ya kan.

Nah, pas banget nih Sun Life Indonesia, sebagai perusahaan asuransi yang punya kepedulian tinggi terhadap diabetes sedang mengadakan webinar bekerja sama dengan RSCM dan Tropicana Slim dengan tema "Mengelola dan Mencegah Diabetes Selama pandemi".

Dari pemaparan webinar, baru kutahu kalau ternyata gula aren, gula jawa, ataupun gula semut itu sama saja dengan gula pasir! Walau diklaim lebih menyehatkan, tapi produk ini tetap saja memiliki kadar gula dengan kalori yang tinggi, sehingga masih beresiko meningkatkan kadar gula darah. Cara yang paling tepat tetap dengan mengurangi asupan gula. Kalau harus banget mengkonsumsi yang manis, maka konsumsilah gula yang rendah kalori seperti Tropicana Slim.

Penderita diabetes memang perlu lebih memperhatikan asupan makanannya. Perbanyak makanan berprotein, mengurangi makanan dan minuman manis serta gorengan akan sangat berpengaruh pada kestabilan gula darah penderita diabetes.

Penderita diabetes tetap harus berolahraga agar tubuh tetap aktif. Untuk mengetahui jenis olahraga yang aman untuk diabetesi, silahkan konsultasikan ke dokter. Tapi pada prinsipnya, olahraga ringan seperti bersepeda tetap boleh dilakukan. 

Untuk alternatif olahraga selama pandemi bisa ikutan kelas online zumba atau yoga. Pokoknya tetap jaga kebugaran tubuh dengan memilih olahraga yang disukai dan sesuai kebutuhan.

Olahraga itu motivasinya jangan kurus, tapi untuk sehat dan ada goalnya. Untuk Mbak Soraya Larasati, goalnya olahraga adalah karena pengen ikut marathon. Olahraga juga meningkatkan hormon endorphin, jadi lebih kreatif. 

Cara berolahraga bersama keluarga? Yang penting niat olahraga yang kuat dari dalam diri kita. Nanti keluarga akan tertarik biasanya.

Istirahat yang cukup. Kebiasaan begadang dan kurang tidur dapat membuat gula darah tidak stabil. Salah satu tips agar tidur malam berkualitas adalah dengan tidak main gadget setidaknya 30 menit sebelum tidur.

Gula darah pagi hari tinggi apa penyebabnya? Kemungkinan gula darah puasa memang tinggi, penyebabnya ada cadangan gula di hati untuk mengendalikan gula darahnya. 

Diabetes bisa menurun, jadi berhati-hati buat anak yang orang tuanya menderita diabetes. Selalu kontrol ABC, yaitu A1c, blood pressure, dan cholesterol.

  • A1c atau hbA1c adalah tes darah yang menunjukkan rata-rata glukosa darah selama 2-3 bulan terakhir. Tetap jaga kadar hbA1c dibawah 6,5% supaya terhindar dari resiko komplikasi.

  • Blood pressure alias tekanan darah penderita diabetes harus diperhatikan karena kandungan gula darah yang tinggi membuat darah menjadi kental, tekanan darah cenderung lebih tinggi sehingga resiko terkena penyakit ginjal, serangan jantung, dan stroke.

  • Cholesterol penderita diabetes juga tidak boleh ketinggalan untuk dicek.  Karena penumpukan kolesterol jahat pada pembuluh darah dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Teman-teman yang mau melihat serunya D’Talks minggu lalu, bisa juga tonton di Youtube atau klik link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=AfKvLS1BeWg&t=58s

Selain webinar via Zoom, Sunlife juga menghadirkan Chef Marinka melalui IG Live untuk sharing mengenai menu sehat penderita diabetes. Salah satu yang dibahas adalah cara mengolah buah menjadi minuman. Menurut Chef Marinka, mengolah buah menjadi smoothie masih lebih baik daripada jus. Karena bener-bener dapat sarinya.

Menyimak IG Live bersama Chef Marinka
Menyimak IG Live bersama Chef Marinka

Mengurangi nasi atau pasta? Bisa diganti beras hitam atau coklat dan dicampur dengan jali-jali, barley atau qinoa untuk memberikan tekstur pulen. Lalu ada yang lagi happening, yaitu Shirataki rice, itu juga bagus untuk penderita diabetes.

Tips memasak oatmeal

  • Agar rasa oatmeal bisa lebih enak, bisa dimasak dengan kaldu dan bumbu-bumbu. Misal buat bubur ayam, tapi buburnya diganti oatmeal atau soto ayam tapi nasinya diganti oatmeal.
  • Tambahkan buah-buahan. Tapi syaratnya harus buah-buahan yang aman buat diabetes seperti stroberi, blueberi, dan beri yang lain.
  • Apabila menghendaki nutrisi oats tetap optimal bisa mengolah oats dengan metode overnight oats. Jadi oats direndam semalam bersama air atau susu dan bumbu-bumbu. Hal ini bisa untuk  mengurangi kerusakan nutrisi oats karena pemasakan.

Cara aman mengolah protein adalah dengan dipanggang atau stir fry. Protein baik dikonsumsi terutama untuk penderita diabetes karena bisa mengenyangkan lebih lama dan tidak mempengaruhi gula darah. 

Masa pandemi ini menjadi momen yang pas untuk benar-benar memikirkan masa depan. cek lagi apa yang sudah kita lakukan, dan coba untuk atur ulang rencana ke depan. Reboot your life. Menjalani pola hidup sehat adalah resolusi yang harus menjadi kenyataan. Karena nikmat sehat itu luar biasa. Selalu konsumsi makanan bergizi dan berolahraga. Cegah diabetes sebelum terlambat. Selain sehat secara fisik, kesehatan finansial harus dijaga, karena kondisi finansial dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Jangan lupa proteksi diri menggunakan asuransi, demi keluarga nanti. Pilih asuransi sesuai kebutuhan, apabila memiliki resiko diabetes, bisa memilih asuransi Sun Life Indonesia yang memiliki perhatian terhadap penyakit diabetes.

21.12.20

Sentuhan dan Cussons Baby Powder dengan Inovasi MoodScent™, Rahasia Keluarga Bahagia

Pernah nggak sih terhirup aroma baju seseorang lalu teringat memori tentang wewangian itu. Aku sering! Ada aroma baju khas deterjen yang mengingatkan memori saat kuliah, ada aroma softener yang mengingatkanku saat bekerja di kebon tebu, dan aroma pewangi laundry yang bikinku kangen ibu.

Ya, aroma memang tidak bisa disimpan, tetapi kenangan akan aroma itu sudah tersimpan kuat di ingatan. Penelitian menunjukkan bahwa aroma bisa meningkatkan mood baik bayi maupun orang dewasa. Bagi bayi, mood yang baik tentu berpengaruh positif terhadap perkembangan anak, termasuk meningkatkan imun tubuh. berangkat dari fenomena ini, Cussons Baby kali ini me-launching varian bedak baru dengan teknologi MoodScent

Virtual Launching Cussons Baby Powder dengan Inovasi MoodScent

Virtual Launching Cussons Baby Powder dengan Inovasi MoodScent nggak sekedar peluncuran produk, tetapi peserta juga mendapakan banyak pengetahuan soal parenting lho! Apalagi di masa pandemi yang bikin rentan stress begini. 

Hadir pada virtual launching ini Dr. Haryono Hartono, PhD, Head of Research and Development, APAC PZ Cussons. Beliau mengatakan bahwa teknologi Moodscent™ pada Cussons Baby Powder dikembangkan dari hasil penelitian yang membuktikan bahwa ada korelasi antara suasana hati dengan aroma atau wewangian tertentu. Pengaruh Moodscent ini ke sensory brain yang terstimulasi mengeluarkan hormon bahagia dan anti stres. Efek ini sama pada bayi dan dewasa. Jadi, menggunakan Cussons Baby Powder dengan Inovasi MoodScent™ tidak hanya mempengaruhi mood positif pada bayi/anak, tetapi juga orang tua, pengasuh, dan semua yang berada di dekat anak. Jadi mengurangi resiko stress saat beraktivitas di rumah saja ya. 

Narasumber pada virtual launching


Profesor Francis McGlone, Professor of Neuroscience, Liverpool JM University, UK juga hadir dalam virtual launching ini. Dalam pemaparannya beliau mengatakan bahwa sentuhan lembut pada bayi terbukti mendukung sistem kekebalan, mempengaruhi perkembangan otak, dan suasana hati bayi. Apabila dikombinasikan dengan penggunaan Cussons Baby Powder dengan Inovasi MoodScent™, maka akan semakin memberikan rasa nyaman dan mood positif. Bila memori awal baik, maka perkembangan anak akan baik. Selain sentuhan, aroma juga dapat memberi memori ini. 

Dalam launching ini, hadir pula dokter anak, Dr. Mesty Ariotedjo Sp. A. Menurutnya, sentuhan/gentle touch ibu ke bayi dengan Cussons Baby MoodScent™ nggak hanya berefek ke bayi tetapi juga membantu ibu ataupun ayah lebih rileks. Dengan aroma dan kualitas produk yang baik, maka Cussons Baby Powder MoodScent™ dapat menjadi sahabat ibu dalam meningkatkan keharmonisan keluarga. 

Setelah pemaparan dari para ahli, selanjutnya ada Yuanita Christiani yang memaparkan pengalamannya menggunakan Cussons Baby MoodScent™. Menurut penuturan ibu dari Ariela ini, aroma dari Mixberries benar-benar memberi efek joy dan happy pada anaknya. Saat setelah mandi menggunakan Cussons Baby MoodScent™ varian Mixberries, Ariela benar-benar hepi dan makannya lahap. Hal ini tidak hanya kebetulan, karena setelah seharian dan esoknya dicoba dengan ritual serupa, Ariela tetap bagus moodnya. 


Yuanita dan Ariela hepi pakai Cussons Baby MoodScent


Bagaimana sentuhan bayi sebaiknya dilakukan?

Sebaiknya sentuhan dilakukan secara kontinyu dan terus-menerus daripada dijadwalkan. 

Adakah aroma khusus untuk meningkatkan kecerdasan?

Tidak bisa spesifik aroma tertentu yang dapat mempengaruhi pertumbuhan otak dan meningkatkan kecerdasan. Karena prinsipnya aroma itu akan mempengaruhi mood dan akan berpengaruh pada syaraf anak. Yang jelas aroma MoodScent yang diluncurkan Cussons sudah mempertimbangkan hal tersebut.

Bagaimana cara penggunaan bedak yang benar?

Caranya dituang di tangan dulu baru dioleskan ke bayi. Kalau mau dipakaikan di pipi, bisa ditepuk dengan jari. Genital, mata, hidung, dan mulut adalah daerah yang harus dihindari. 

Bagaimana tetap hepi mengasuh anak selama pandemi?

Menurut Yuanita, hepi itu dari pikiran. Jadi walaupun rasa lelah itu ada, tetapi mengingat perkembangan anak dan kebersamaan bersama anak akan membuat hepi kembali.

Cussons Baby Powder dengan Inovasi MoodScent™, Rahasia Keluarga Bahagia

Menurut dr Haryono, Cussons Baby Powder MoodScent™ menghadirkan suasana relaksasi dari aroma vanilla, perasaan cinta dan nyaman dari aroma sakura, dan keceriaan/joy dari aroma berry. Ketiga aroma tersebut adalah suasana/ mood yang dibutuhkan ibu kepada anaknya terutama yang masih bayi. Saat beraktivitas tentu orang tua menginginkan anaknya ceria. Ketika anak sakit tentu dia butuh rasa nyaman, dan ketika tidur dia butuh rileks. Jadi, memiliki ketiga varian ini akan berguna sekali untuk menjaga mood anak dan menjadikan keluarga harmonis dan bahagia. Aroma MoodScent™ diproduksi sesuai bahkan standar internasional tentang produksi wewangian, bahkan lebih strict dari standar tersebut. Selain itu, produk ini telah lolos uji dermatologi juga sehingga aman untuk kulit sensitif sekalipun.

Hmmm, setelah ikutan virtual launching ini aku jadi lebih sering oles-oles bedak nih! Benar saja, rasanya mood lebih baik dengan menghirup aroma tertentu.





10.12.20

Tipe-tipe orang tua menghadapi anak belajar di rumah

 


Pandemi ini mau nggak mau memaksa para orang tua menjadi serba bisa! Terutama menjadi guru buat anak-anaknya. Nah dari sepengamatanku, tipe-tipe orang tua yang mendampingi anak belajar di rumah ini ada bermacam-macam. Aku sendiri bisa jadi berbagai tipe tersebut tergantung suasana hati dan keadaan, hehe..


1. Tipe bodo amat

Ini sih tipeku kalo lagi lelah sama kerjaan dan tumpukan tugas anak banyak. Bodo amat! Dikerjain syukur, nggak sanggup ya tinggal minta kompensasi guru. Biasanya sih guru memahami asal nggak terlalu sering. Tapi kadang ada ortu bodo amat yang nyebelin. Dia benar-benar nggak aware sama tugas sekolah anak. Ini yang bikin kerjaan guru di masa pandemi lebih susah. Orang tua merasa sudah bayar sekolah artinya tugas mendidik sepenuhnya diserahkan ke guru. Padahal seberapapun ortu membayar biaya sekolah, tanggung jawab pendidikan yang utama tetap di ortu. 


2. Tipe protes

Ini tipe yang sama menyusahkannya seperti tipe bodo amat, tapi bisa jadi tipe ini lebih menjengkelkan. Karena ya protes melulu. Guru harus kuat mental sama ortu model begini.


3. Tipe let it flow

Tipe ini agak mirip sama tipe bodo amat, tapi masih lebih 'bertanggung jawab'. Tipe ini masih memperhatikan tugas sekolah anaknya, tapi ya yang penting tugasnya selesai saja.


4. Tipe spanneng

Tipe ini selalu panik dan heboh setiap ada tugas sekolah anak. Positifnya sih, tipe ini biasanya mengusahakan yang terbaik untuk tugas anaknya. Tapi, rentan stres juga kalau kita termasuk tipe yang seperti ini, ya kan. Nah, supaya nggak jadi tipe spanneng, mulai pelan-pelan dibuat jadwal kegiatan dan prioritas hari itu, jadi mengurangi spanneng karena lebih terjadwal dan terorganisir segala sesuatunya.


5. Tipe terorganisir

Ini adalah tipe yang idealnya dimiliki semua orang tua. Segala sesuatu kalau terorganisir kan enak. Dengan mengorganisir semua kegiatan belajar yang akan dilakukan anak, maka orang tua bisa terhindar dari spanneng dan stress menghadapi pelajaran anak di rumah. 

Mengurus sendiri kebutuhan belajar anak di rumah itu memang sulit. Orang tua bukanlah tenaga pendidik yang bisa memahami bagaimana cara mengajar yang baik. Misalkan profesi orang tersebut guru sekalipun, mengajari anak sendiri itu lebih susah. Makanya di masa pandemi yang mengharuskan belajar di rumah ini orang tua memerlukan bantuan pihak luar, salah satunya dengan menggunakan situs belajar online. Salah satu yang bisa dicoba adalah kelas online di kelaspintar.id. Di situs ini menggunakan pendekatan PERSONAL sesuai karakter siswa, baik itu Visual, Audio, maupun Kinestetik. Selain itu menggunakan metode PINTAR dengan pendekatan:

Learn

Siswa akan belajar dengan berbagai bentuk pembelajaran sesuai dengan konsep, materi, dan animasi Pelajaran. Selain itu ada e-Book serta learning objectives dan concept adventure untuk anak SD. Pembelajaran menjadi bervariasi dan fun!

Practice

Pembelajaran efektif bila ada latihan,  sehingga kelas pintar menyediakan latihan soal dengan berbagai jenis latihan antara lain: HOTS, Tanya Jawab, VBQ, Play Hub, dan khusu SD ada Get Set Go serta Work Sheet.

Test

Untuk mengukur hasil belajar diperlukan ujian. Kelas pintar memiliki berbagai metode ujian antara lain:

○ MCQ (pilihan ganda)

○ Tes Adaptif

○ Essay

Persis kayak di sekolah ya?

Selain metode pembelajaran menyeluruh sampai evaluasi belajar lewat ujian, platform Kelas Pintar juga mengintegrasikan Murid, Guru, dan Orang Tua. Kelas Pintar dapat merekam proses belajar siswa untuk digunakan sebagai bahan analisa bagi guru, orang tua, dan sekolah dalam memahami karakter, potensi dan kesulitan siswa dalam belajar.

Belajar di rumah sejatinya mengembalikan fitrah orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak. Tetapi, segera cari bantuan tenaga ahli untuk hasil pembelajaran yang maksimal.

7.12.20

Startup Anak Bangsa untuk Daerah 3T

Startup. Apa yang kamu pikirkan mendengar kata ini? Kalau aku sih sebelumnya keingetan Gojek, tapi gara-gara drama Korea Start Up, sekarang jadi kepikirannya sama Pak Han *eh kenapa?

Di era globalisasi seperti sekarang, usaha/bisnis harus efisien. Itulah kenapa startup kian digalakkan saat ini. Ibaratnya sih, mulai aja dulu, perbaikan dan pengembangan dilakukan seiring dengan berjalannya perusahaan. Nah konsep ini yang diadopsi Program Dayamaya untuk mengembangkan potensi daerah 3T (terluar, tertunggal, dan terdepan). Program besutan BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi)  Kominfo ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan digital melalui program yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan mewujudkan layanan bidang telekomunikasi dan informasi sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah 3T.

Keterbatasan akses secara offline diatasi dengan pengembangan kompetensi digital sehingga masyarakat 3T mampu mengembangkan UMKM digital. Pengembangan kompetensi digital berfokus pada:

1. Pelatihan SDM

2. Eksekusi survey pasar

3. Infrastruktur teknologi

4. Sosialisasi dan pemasaran


Sektor yang dikembangkan antara lain sektor kesehatan, pendidikan, agribisnis, pariwisata, logistik, fintech, dan e-commerce. Pada tahun 2019 lalu sudah terpilih 18 inisiatif/startup dan 3 diantaranya sudah diluncurkan ke masyarakat yaitu Atourin, Cakap, dan Jahitin. Ketiga startup ini terpilih untuk dikembangkan terlebih dahulu karena berfokus pada bidang yang paling strategis dikembangkan untuk daerah 3T yaitu sektor pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat. 



Atourin adalah platform digital di bidang pariwisata dengan terobosan berupa virtual tour. Di masa pandemi seperti sekarang, sektor pariwisata sedang lesu. Akan tetapi, hasrat masyarakat untuk berwisata sebenarnya masih sangat tinggi. Oleh karena itu, Atourin membuat terobosan berupa virtual tour, sehingga semua orang tetap bisa berwisata selama pandemi. Pemandu tour di Atourin telah melewati serangkaian pelatihan dan sertifikasi. Natuna menjadi salah satu daerah 3T yang telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata pada tahun 2019.


Selain Atourin, startup lain yang dikembangkan adalah Cakap. Sesuai namanya, Cakap bertujuan membuat masyarakat menjadi cakap, dalam hal ini adalah cakap berbahasa asing. Kemampuan berbahasa sangat diperlukan di era digital seperti saat ini. Peserta dari berbagai daerah termasuk dari daerah 3T dapat mendaftar kursus bahasa Inggris online secara gratis di website www.cakap.com. Melalui platform ini, peserta kursus akan mendapatkan materi berupa akses kelas webinar, materi dalm bentuk e-book, akses video pembelajaran, serta kuis dan evaluasi untuk mengukur kemampuan peserta selama kursus. Ada sertifikatnya juga apabila telah menyelesaikan kursus.



Jahitin academy juga merupakan rintisan yang didukung oleh program dayamaya. Platform ini berfokus pada pengembangan keterampilan menjahit dan memasarkan produk pada masyarakat di NTT khususnya di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Ada dua pelatihan yang telah dilakukan, yaitu pengolahan limbah kain tenun dan pembuatan masker sesuai standar kesehatan. Hasilnya, masyarakat di Sumba berhasil membuat kreasi cushion pillow dan orderan membuat 5000 masker, serta akses langsung ke Dinas Perdagangan.


Kemajuan teknologi digital dapat menghilangkan hambatan ruang dan jarak. Dukungan infrastruktur yang baik akan membuka akses daerah 3T untuk menikmati akses pendidikan yang sama dengan di kota, dan juga peluang usaha yang sama besarnya, walaupun terletak di daerah terpencil. Atourin, Cakap, dan Jahitin Academy besutan Program Dayamaya diharapkan bisa menjadi kendaraan bagi masyarakat di daerah 3T untuk mendapatkan akses pendidikan dan berwirausaha yang sama baiknya dengan penduduk di kota. Yuk, dukung startup dan komunitas inisiatif anak bangsa ini. 

24.11.20

Tips Menjaga Kewarasan Saat Mengasuh Anak

Sudah menjadi fitrah seorang ibu untuk mengasuh dan membesarkan anaknya. Kelihatannya sepele, tetapi mengasuh anak bukan pekerjaan mudah. Seorang ibu harus bisa menjaga kebahagiaan dan kewarasan pikirannya agar anaknya bisa tumbuh menjadi anak yang bahagia. Nah, beberapa tips ini akan membantu para ibu menjaga kewarasan saat mengasuh anak.


1. Selflove

Hal yang paling utama dalam menjaga kewarasan mengasuh anak adalah dengan mencintai diri sendiri. Kamu sekolah tinggi dan hanya jadi ibu rumah tangga? Nggak perlu kecewa. Percayalah ibu yang pintar akan mendidik anak yang pintar. Jadi ibu memang wajib pintar dong! Jadilah bahagia dengan mengurangi mendengarkan pendapat orang yang merendahkan. Mereka nggak berhak merendahkanmu! Dan percaya saja, yang merendahkan itu biasanya sedang berada pada posisi dibawah. Jadi supaya nggak direndahkan orang lain, maka dia akan merendahkan orang lain.


2. Nikmati bermain bersama anak

Cara mudah mengasuh anak adalah dengan sering mengajak bermain. Setiap anak tidak akan menolak bermain kan? Di sela permainan akan ada banyak pembelajaran yang didapat anak. Dengan bermain, energi anak akan tersalurkan. Sebagai ibu kita dapat banyak benefit dengan ikut bermain, yaitu:

- Perasaan yang bahagia karena melakukan kegiatan yang menyenangkan

- Bakar kalori, karena permainan fisik butuh banyak bergerak yang tentu saja membakar kalori

- Kedekatan emosional dengan anak

Jadi, main apa minggu ini?



3. Jangan terlalu idealis

Teori parenting sangat banyak jumlahnya. Semua teori itu bagus, tetapi nggak semua bisa dipaktekan. Tetap berikan toleransi pada diri sendiri bila pola pengasuhan tertentu tidak mampu kita terapkan. Ingat bahwa kita dan anak kita bukan robot, jadi lebih fleksibel saja dengan kenyataan yang ada. 


4. Tetap jalani hobi

Apa yang membuat hidup adalah mengerjakan hobi. Apalagi kalau hobi sampai menjadi sumber penghasilan, dijamin berasa tidak bekerja seumur hidup. Jadi walaupun pekerjaan rumah seperti tidak ada habisnya, sempatkanlah untuk melakukan hobi walaupun cuma sebentar. Saat anak agak besar nanti, waktu untuk melakukan hobi akan lebih banyak.


5. Me time dan memanjakan diri sesekali itu perlu

Demi kewarasan, perlu kiranya para emak minta satu hari untuk me time. Saat suami tidak bekerja, maanfaatkanlah waktu untuk me time. Mau nyalon atau ngemall. Terserah. Yang suka masak-masak bisa fokus memasak di dapur sembari anak diawasi bapaknya. 

Nah, kalau perlu me time sambil tetap mengasuh anak, bisa banget makan mi instan Lemonilo. Bebas rasa bersalah karena tanpa bahan pengawet, pewarna, dan penguat rasa. Paula Verhoeven saja makan mi Lemonilo sembari mengasuh Kiano. Nggak perlu sembunyi-sembunyi makan mi instan Lemonilo, karena aman untuk anak-anak sekalipun. Setelah makan mi Lemonilo kan energi dan mood jadi terkumpul lagi, siap mengasuh (bermain dengan) anak lagi dong..  

Yuk, jadi ibu yang bahagia demi keluarga yang bahagia. Jantung keluarga ada pada ibu, bila ibunya sehat dan bahagia, maka sehat dan bahagia pula keluarganya.