6.1.20

Evaluasi Investasi EDibaFREE Awal 2020


Akhir tahun lalu, entah kejatuhan durian runtuh dari mana, berawal dari keisengan membuka marketplace OLX. Daripada buka shopee akhirnya malah belanja online, mending browsing cari tanah dijual di dekat kantor. Untuk rencana tinggal di dekat kantor nanti. Tiba-tiba nemu iklan yang tanahnya lumayan strategis, hanya 50 meter dari jalan Jogja-Wonosari dan 300 meter dari rumah sakit setempat. Akhirnya janjian sama kontak yang di OLX, sekalian kita mau piknik di pantai setelah itu..
Berawal dari iklan ini

Kesan pertama saat melihat lokasi tanahnya terasa langsung cocok. Tapi kita nggak mau ngoyo. Aslinya kalau deal juga bingung mau cari dananya dari mana. Singkat cerita, tanah itu memang seperti menghendaki kita pinang. Suami sudah menawar dengan harga yang cukup sadis dan ternyata penjualnya berkenan! Yang lebih mengejutkan lagi saat pertemuan langsung dengan calon penjual, si bapak sudah langsung bawa notaris dan BPN ke tempat kita janjian! Bapak penjual memang berprofesi sebagai developer, jadi soal dokumen jual beli dia sudah familiar. Suami sampai nggak percaya semua berlangsung begitu cepat. Sempat curiga jangan-jangan orang notaris sama petugas BPN-nya palsu. Tapi ngapain juga mau malsuin, wong sertifikat tanahnya beneran asli yang diserahkan ke notaris, dan dari notaris juga kasih kuitansi pembayaran ke kita. Progres dokumen juga dia laporkan setiap kali kita tanya. Kadang hidup itu mudah sehingga kita nggak percaya ya?

Harga tanah sudah disepakati, termin pembayaran sudah disetujui, persoalan selanjutnya adalah mengumpulkan uang untuk membeli tunai tanah tersebut. Kita sempat mencari info soal kredit bank, mulai dari yang syariah dengan prinsip jual beli sampai skema gadai SK seperti yang dilakukan banyak PNS. Tapi kesemuanya nggak jadi kita pilih karena kita secemen itu buat kredit, hihi. Akhirnya semua komponen investasi aku cairkan. Tapi pencairannya tentu saja mempertimbangkan likuiditas. Dari sini aku jadi mengevaluasi investasi yang aku lakukan.

1. Pemilihan jenis investasi harus tepat

Prinsip menabung pangkal kaya itu nggak cukup. Bentuk tabungan juga mempengaruhi keberhasilan kita menabung. Kadang karena sudah nabung saham atau emas, lalu merasa sudah aman untuk investasi jangka pendek. Itu jelas salah, karena saham sangat fluktuatif dan emas memiliki selisih harga beli dan harga jual yang cukup besar. Jadi kemarin saham dan emas nggak memungkinkan untuk dijual dan dibelikan tanah. Karena tanah itu jodoh, maka sebaiknya tabungan untuk beli tanah disimpan di investasi yang grafiknya relatif stabil dan biaya pencairannya rendah seperti reksadana tipe pasar uang (kalo reksadana tipe saham relatif tinggi fluktuasinya, cocoknya untuk jangka panjang).

2. Perhatikan liquiditas dari investasi yang dilakukan

Jujur sebelum ada kebutuhan 'mendadak' harus membeli tunai tanah, yang kupikirkan hanyalah mencari investasi dengan return yang tinggi tanpa memikirkan kebutuhan jangka pendek yanh sewaktu-waktu harus dipenuhi. Jadi, kedepannya aku harus detail memilah investasi yang nantinya untuk masa depan keluarga (sekolah anak, dana pensiun, dll) dan mana yang untuk kebutuhan jangka pendek (beli tanah, bangun rumah, dana darurat, dll)

3. Buat simulasi dan target secara rinci

Nah, selanjutnya aku gak bakal asal investasi lagi. Semua harus diplanning secara jelas dari awal. Seperti sekarang, kami sekeluarga masih ada peer buat membangun rumah idaman di atas tanah yang baru dibeli, tentu ada jumlah rutin yang harus disisihkan sampai dananya cukup untuk membangun rumah impian kami nanti. Sejujurnya agak berat juga, karena targetnya 3 tahun lagi sudah pindah ke Gunungkidul, tapi Bismillah deh, kalo caranya bener dan planningnya detail, hasilnya In sya Allah bagus.

Cause every night, I lie in bed
The brightest colors fill my head
A million dreams are keeping me awake

Semoga lancar semua resolusi EDibaFREE Family di 2020 ini. Aamiin.

31.10.19

Benerin bodi dengan body massage dari Go Massage


Deadline pekerjaan itu rasanya tak ada habisnya. Belum lagi kegiatan kantor itu ada aja. Pas bulan Oktober ini nih, ada dua perhelatan besar yang akan diselenggarakan kantor. Minggu lalu adalah konferensi internasional yang diselenggarakan di ICE BSD. Kebayang dong kita bedol desa dari Jogja. Setelah sebelumnya menyelenggarakan general lecture juga. Dua hari seminar rasanya kaki udah kayak kepotong-potong (halah lebay)! Padahal setelah konferensi ini masih ada perhelatan kantor yang lebih besar lagi, yaitu expo! Memang kalau dari jangkauan wilayahnya, masih lebih kecil, karena expo ini ditujukan untuk warga sekitar kantor dan daerah Yogyakarta. Tapi, persiapannya jauh lebih capek cyn! Karena kami karyawan bukan event organizer yang spesialisasinya menyelenggarakan pameran. Tapi kami tetap kompak dan nekad untuk menyelenggarakan acara ini.

Capek boleh, sakit jangan! Itu yang saling diingatkan sesama panitia. Itu juga yang sempat aku alami, keletihan parah padahal acara belum usai. Seperti yang sudah kusampaikan, saat konferensi kemarin rasanya kakiku udah kayak kepotong-potong. Sepertinya itu pertanda ada yang harus segera diperbaiki. Pijat. Itu mungkin bisa jadi solusi untuk keletihanku agar tidak berakhir sakit. Kalau dulu, untuk bisa menikmati pijat aku harus berkelana dari satu spa ke spa lain, dan nggak bisa milih kapster yang memijat, nah kalau sekarang ada aplikasi Go Life, salah satu menunya adalah Go Massage. Asyiknya pakai Go Massage, tentu saja karena aku nggak perlu keluar rumah untuk menikmati pijat. Kita bisa memilih paket pijat yang diinginkan, mulai dari 50 ribu saja say! Murah banget ya? Kalau mau sambil perawatan, bisa juga pilih paket pijat plus scrub. Pokoknya bisa pilih, mau pijat relaksasi atau refleksi, pijat biasa atau pijat spa. 
Beberapa layanan Go Massage

Awal mencoba Go Massage, udah khawatir kalau nanti tukang pijatnya nggak enak, eh taunya kok ya berjodoh sama temannya yang momong anak. Pijatannya juga kuat, pokoknya enak lah habis dipijat. Asyiknya di Go Massage ada tombol favorit, jadi bisa diprioritaskan mendapatkan tukang pijat favorit. Ini nih buktinya kalau pelanggan bisa memilih terapis favoritnya. History pijatku ke mbak pijat yang juga temennya pengasuh anakku.
Beruntung bisa pilih tukang pijat. Yeay!

Tapi, pas Jumat kemarin aku lagi butuh buat benerin bodi, ternyata langganan tukang pijat yang ketemunya dari Go Massage ini sedang nggak bisa, akhirnya pakai terapis yang tersedia saat itu. Saat memesan, kita akan menentukan dulu waktu mulai pijatnya. Bisanya disetting minimal setengah jam sebelum memulai pijat. Mungkin buat persiapan terapisnya. Belum lagi kalau terapis baru harus cari alamat rumah kita dulu kan. Aku udah pasrah deh, dapat tukang pijat yang kayak apa. Ternyata yang mijat aku juga sudah pengalaman pijat lebih dari 15 tahun! Gara-gara Go Massage aku jadi punya banyak referensi tukang pijat berpengalaman di Jogja. Awalnya sebelum ada Go Massage, pernah coba tukang pijat dekat rumah, tapi ibunya biasa pijat bayi, jadi pas pijat orang dewasa, kurang terasa. Berkat Go Massage jadi punya beberapa kontak tukang pijat enak di Jogja.
Simpan sebagai favorit ^_^
Alhamdulillah kakiku sekarang sudah terasa utuh lagi. Kayaknya sih, selesai pameran ini aku bakal order tukang pijat lagi. Hehe..pokoknya semangatlah! Capek boleh, sakit jangan...
Menenangkan, seperti di kebun bunga

19.10.19

Kemping Keluarga ke Pantai EdibaFREE Family!

"Yah, Ais pengen kemping" Pinta Faris saat ayahnya pulang ke Jogja dua minggu lalu.

Memang sudah beberapa bulan ini Faris dan ayahnya punya wacana untuk kemping di tenda. Saking pengennya dulu sampai bela-belain bawa kasur keluar rumah demi ngerasain tidur di alam terbuka itu seperti apa. Waktu itu tidur di luar rumah berdua sama ayahnya saja, aku masih takut ngajak adiknya yang masih bayi buat ikutan tidur di luar.

Selang beberapa bulan, keinginan Faris buat kemping kembali menggebu. Ayahnya memang sudah berwacana mau membelikan tenda kemping dan peralatan di dalamnya buat kemping keluarga. Niatnya bakal buat kemping sekeluarga. Destinasi pertama adalah pantai di daerah Gunungkidul. Pertimbangannya karena tentu saja kami sekeluarga adalah pecinta pantai, Gunungkidul relatif dekat dari kantor dan yang terakhir, hawa di pinggir pantai relatif hangat, jadi cukup bersahabat dengan tubuh balita Fafa.

Tenda dibangun berdua antara ayah dan Faris. Aku dan Fafa nunggu di rumah makan. Akhirnya tenda berhasil dibangun walo harus kehilangan satu set frame karena dipungut pemulung-dikira barang rongsok mungkin.

Ternyata benar kata ayah, hawa di tenda terasa sejuk dan Fafa bisa tidur dengan nyenyak. Memang namanya tidur di tenda nggak bisa senyaman tidur di kasur, butuh daya tahan tubuh yang prima biar nggak sakit setelah kemping. Jadi, diantara kebutihan kemping tak lupa aku sedia Herbadrink Sari Jahe. Andalanku untuk menemani di perjalanan. Setelah seharian bekerja lalu dilanjutkan kemping semalaman. Fafa sempat rada rewel pas mau tidur, jadi ya lumayan juga harus gendong-gendong dulu.

Kemping di alam terbuka membuat kita semakin dekat dengan alam. Yang bikin deg-degan saat kemping di pantai adalah kekhawatiran adanya gelombang pasang. Terus, saat tengah malam tiba-tiba hujan mengguyur, padahal selama ini belum pernah hujan sekali pun! Untung hujan tidak terlalu deras dan hanya mengguyur sekitar 15 menit. Kebayang dong kalo hujannya deras terus pasir pantainya ambrol? Tiba-tiba jadi nggak ngantuk karena takut tiba-tiba tendanya tersapu hujan.-->fix ini lebay!

Setelah hujan reda, barulah kantuk terasa sangat berat. Akhirnya beneran bisa tidur nyenyak dan bangun di pukul 5 pagi. Agak kesiangan buat solat subuh. Tapi nggak masalah sih. Ayah dan Faris benar-benar menyatu dengan alam dengan solat di depan tenda. Kalau aku dan Fafa sih solat di rumah makan di depan pantai. Sekalian buang hajat, nggak berani kalo buang hajat langsung di pantai. Hihi..
Tidur di tenda dan main air di pantai!

Pagi menjelang, ketika jam menunjukkan pukul 7 pagi, kami sekeluarga memutuskan untuk bermain air di pantai. Rangkaian acara outdoor kami dari bermalam di tenda dan bermain air di pantai tentu membutuhkan stamina yang baik, selain Herbadrink Sari Jahe, ada pula Herbadrink Kunyit, Lidah Buaya, dan Beras Kencur. Kesemuanya terbuat dari bahan alam yang tentu saja bermanfaat bagi tubuh.
Sedia Herbadrink sebelum kemping

Menyatu dengan alam nggak boleh setengah hati. Setelah semalam dibuat takjub dengan kebesaran kuasa Allah yang menghadirkan hujan setelah berbulan-bulan tidak turun hujan. Bersyukur dengan nikmat sehat dan tidur nyenyak, maka paginya menikmati deburan ombak dan bermain air di pantai. Maka kenikmatan ini semakin lengkap dengan menikmati segelas hangat Herbadrink Sari Jahe dan sarapan sambil ditemani deburan ombak di pagi hari. Sajian nikmat alami dari alam semakin menyempurnakan kemping keluarga kami kali ini. Nikmat Allah mana yang bisa aku dustakan, ya kan?

16.10.19

Cara Mudah Makan Buah Setiap Saat


Saat ini cuaca sedang tak menentu. Bila biasanya saat Bulan September sudah turun hujan, nyatanya sampai Oktober belum juga ada hujan yang mengguyur. Rasanya bulan ini sekeluarga menjadi rentan sakit. Faris dan Fafa mengalami batuk pilek yang kayaknya tak jua berakhir. Aku juga beberapa kali menyerah sama demam dan flu. Di saat cuaca seperti ini, yang diperlukan adalah multivitamin dan mineral yang lebih banyak supaya tubuh tidak mudah sakit. Salah satu cara menambah konsumsi multivitamin dan mineral adalah dengan mengkonsumsi lebih banyak buah.

Buah adalah sumber multivitamin dan mineral yang alami dan mudah diserap tubuh. Kebiasaan makan buah dan sayur perlu dipupuk semenjak dini. Masa MPASI adalah masa yang tepat untuk memulai membiasakan makan buah. Sedari usia dini anak dapat diajarkan makan buah dalam bentuk puree ataupun potongan segar. Mengolah buah sebaiknya tanpa penambahan gula atau tambahan apapun. Tujuannya supaya anak mengenal rasa alami buah. Buah dapat disajikan dengan dipotong segar atau diblender menjadi puree.

Makan sendiri atau disuapin?

Sudah jadi topik hangat (baca:perdebatan) soal cara penyajian makanan MPASI bayi. Umumnya para ibu menerapkan metode makan dengan cara spoon feeding atau disuap. Namun saat ini ada juga metode BLW (baby led weaning) atau bayi makan sendiri dengan cara memberikan finger food/ makanan padat yang bisa digenggam bayi. Sebenarnya kedua metode ini bisa saling bersinergi, karena ada kalanya bayi butuh untuk mengunyah untuk merangsang pertumbuhan giginya, namun tentunya pemberian makanan padat ini butuh pengawasan. Nah, dengan kemajuan teknologi saat ini, bayi bisa makan sendiri puree mereka loh!

Memperkenalkan Milna Nature Delight! Puree dalam kemasan steril pertama di Indonesia. Dengan kemasan pouch yang praktis dan nyaman dipegang. Bayi bisa belajar makan sendiri tanpa khawatir tersedak. Milna Nature Delight juga sangat praktis untuk dibawa bepergian.


Apa sih isinya Milna Nature Delight?

Milna Nature Delight adalah puree buah siap makan dengan komposisi buah 100% tanpa penambahan gula ataupun pengawet lainnya. Ada tiga varian rasa dengan komposisi bahan utamanya, sebagai berikut:

Apel

Buah ini mulai dapat diberikan pada bayi usia 6 bulan ke atas. Apel mengandung Kalium, Magnesium, Fosfor, Kalsium, Vitamin A, dan Vitamin C. Sangat baik untuk menjaga stamina tubuh anak.

Pisang

Pisang mengandung Kalium, Fosfor, Vitamin A, dan Asam Folat. Pisang baik sebagai sumber energi.

Peach

Buah peach kaya akan kalium yang baik untuk mengatur denyut jantung. Buah ini juga mengandung cukup banyak serat sehingga dapat menyehatkan sistem pencernaan.

Fafa suka ngemil Milna Nature Delight. Selain dimakan langsung, puree Milna Nature Delight sangat lezat dioleskan ke roti. Teksturnya yang kental dan rasanya yang asam manis membuatnya cocok digunakan sebagai olesan roti seperti selai. Milna Nature Delight menjawab kebutuhan ibu muda yang butuh menyiapkan MPASI dengan cepat namun tetap higienis.  Adanya puree siap santap ini membuat banyak ibu muda keranjingan bawa puree saat bersama balita mereka. GEN BAPUR alias generasi bawa puree adalah istilah buat mereka yang tak lupa bawa puree sebagai camilan sehat balita mereka.
GEN BAPUR, salah satunya artis Tya Ariestya

Nah! Ada kabar gembira buat GEN BAPUR! Satu pouch Milna Nature Delight sekarang turun harga loh! Dari sebelumnya Rp. 15.000 menjadiRp. 9.950 saja! Bisa nyetok lebih banyak puree untuk camilan. Apalagi kata dr. Atilla Dewanti Sp. A (K), selain makan besar zebanyak 3 kali, anak harus diberi makanan selingan alias cemilan sebanyak 2 kali. Kalo camilannya puree kan pasti sehat ini.

Yakin makanan pabrikan sehat?
Yakin dong, kan puree Milna Nature Delight bebas bahan tambahan baik gula maupun pengawet.

Tapi kok bisa awet disuhu ruangan? Kok nggak basi?

Ya nggak basi lah, kan dikemas dengan kemasan khusus dengan teknologi pasteurisasi yang canggih dan aseptis pastinya. Jadi, walau tanpa bahan pengawet, produk sudah bebas mikrobia pembusuk. Kemasan pouchnya dari bahan metalizing yang kedap udara, ditambah dengan desain tutup yang rapat, jadi mikrobia pembusuk nggak bisa masuk apalagi tumbuh. Jadi logis kan kalau puree Milna Nature Delight bisa awet di suhu ruang sampai lebih dari setahun?

Milna Nature Delight adalah produk keluaran Kalbe Nutritional, perusahaan yang fokus pada pengembangan makanan dan minuman kesehatan. Produk makanan bayi keluaran Kalbe Nutritional cukup terkenal yaitu Milna yang dikenal sebagai Milna Ahlinya Makanan Bayi.
Nature Delight bisa didapat di KALBE e-Store (www.kalbestore.com), layanan pesan antar KALBE Home Delivery 500880, marketplace seperti Shopee, dan juga tersedia di supermarket seperti Alfamart, Carrefour, Hypermart, Lion Superindo, dan toko-toko terdekat lainnya. Milna Nature Delight, Cara mudah Makan Buah Zaman Now!

Bila ingin berkonsultasi terkait produk Milna Nature Delight ataupun produk Kalbe Nutritional lainnya, layanan konsumen KALBE bisa dihubungi di Customer Care 0800-140-2000 (bebas pulsa).

• Website : www.milna.com
• Instagram : @milnaid
• Facebook : MilnaID
• Twitter : @bundamilna

17.9.19

#XperienceSeru di Kidzoona


Sebagai ibu bekerja yang berangkat kerja saat matahari terbit dan pulang kala matahari mulai tenggelam, kerasa banget kuantitas waktu yang kurang buat anak-anak. Jadi, saat weekend tiba, selalu mikir bikin acara apa buat bonding sama krucil. Apalagi jauh dari suami begini #ealah curcol, jadi yang bisa diajakin kruntelan ya anak-anak yang In sya Allah qurratal a'yun ini (aamiin).
Duo bocil kesayangan

Sebenarnya aku ini tipe orang yang mager ya. Apalagi selama weekday selalu menempuh 80 km ke tempat kerja. Kalau nurutin keinginan sih maunya tiap weekend guling-guling aja di rumah. Tapi, ya nggak bisa gitu juga, kasihan anak-anak kalau selama weekday sudah kutinggal, eh pas weekend kutinggal tidur pula, hihi. Yang ada anak sulung jadi ngelayap pergi sama temen-temennya, terus adiknya crancky di rumah. Tipikal anak-anakku ni demen kelayapan semua kayaknya. Baiklah, demi kemaslahatan bersama, setiap weekend aku usahakan ada hiburan bersama keluar rumah. Nah, soal hiburan ini, aku punya beberapa persyaratan nih.

Persyaratan pertama
Nggak boleh terlalu jauh dari rumah. Ya iyalah, biar efisien di waktu dan juga ongkos hehe. Sebenarnya kami sekeluarga pecinta wisata pantai. Tapi big no kalau nggak sama ayahnya. Nyetirku belum lancar, kalau mau naik taksi online atau sewa sopir kok ya nggak cocok di budget. Lagipula anak ragil belum cukup umur buat berlama-lama main air di pantai.

Persyaratan kedua
Tempat hiburan harus friendly sama kedua anakku. Anak sulung sebenarnya suka berenang. Pernah beberapa kali kita weekend ke kolam renang. Sekedar ngumbar mereka main air terus jajan cemilan sepuasnya. Tapi seperti yang kubilang di persyaratan pertama, anak ragil masih terlalu kecil untuk lama-lama main air. Jadi, tempat hiburan yang sebenarnya sangat murah meriah plus menyehatkan ini nggak bisa sering-sering dilakukan.

Persyaratan ketiga
Tempat hiburan harus murah meriah. Wkwkwk..karena prinsipku hiburan itu nggak boleh mengganggu kesehatan finansial kami, hehe. Jadi deh list hiburan edukatif yang bisa dipilih jadi terbatas.

Untungnya sih, kami tinggal di Jogja. Ibaratnya, kita keluar rumah saja sudah bisa jadi sarana wisata. Eh, sebenarnya tergantung perspektif memandangnya sih. Tapi memang lingkungan di tempatku tinggal cukup kondusif buat sekedar jalan-jalan cari angin. Kalaupun mau ke tempat hiburan edukatif yang murah meriah, bisa sekali naik Trans Jogja menuju Taman Pintar.

Yah, masak tiap minggu ke Taman Pintar melulu, kan bosen ya? Padahal ada banyak tempat hiburan edukatif di Jogja ini. Kidzoona salah satunya. Tapi ya itu, kudu mikir seribu kali kalau mau ajal anak-anak kesana. Rate saat weekend Rp. 150.000 untuk non member atau Rp. 130.000 untuk member. Jelas aku harus beli tiket seharian, karena sejam di Kidzoona mana cukup! La anakku dua, buat masuk aja habis sekitar Rp. 300.000, belum pasti nanti beli jajan. Bisa nangis baca mutasi rekening kalo sering-sering kesana. Hihi..
Suasana di Kidzoona

Eits, tapi itu dulu. Sekarang aku tahu caranya bisa menikmati Kidzoona bersama anak-anak tanpa peelu menangisi mutasi rekening. Beli saja voucher di Traveloka Xperience! Barusan aku cek, untuk tiket all day di weekday ataupun weekend, harganya Rp. 75.000 saja! Wah lebih murah separuhnya kan saudara-saudara! Jadi bisa #XperienceSeru bareng anak-anak dengan budget yang lebih murah. Jadi semangat mau ngajak anak-anak main ke Kidzoona di Jogja City Mall weekend ini. Plus playdate sama sohib tercinta tentunya. Sudah pesan tiket buat Sabtu ini. Nggak sabar #XperienceSeru di Kidzoona weekend ini. Yeay!
Kidzoona ibaratnya surga buat anak-anak. Berbekal tiket Kidzoona yang kubeli di Traveloka, aku jadi bisa ajak sahabat-sahabatku bermain bersama anaknya disini. Seperti ditebak, anak-anak bakal pantang pulang sebelum tutup! Berbagai permainan seperti ini, mana bisa bosan mereka!
So, kamu sudah eksplor keseruan apa di Traveloka?

23.8.19

Hikmah Kisah Nur 'KKN di Desa Penari'

Suatu pagi, aku melihat timeline Facebook seorang teman yang membagikan postingan tentang cerita horror sekelompok mahasiswa yang melaksanakan KKN di 'Desa Penari'. Seluruh informasi baik lokasi KKN maupun universitas disamarkan. Karena menyangkut nama baik berbagai pihak yang bersangkutan.
Pic from twitter

Postingan ini bukan untuk mengulang cerita tersebut. Kalau mau baca cerita lengkapnya, bisa klik link berikut:

https://threadreaderapp.com/thread/1152574349263552513.html

Ini cerita dari sudut pandang Nur. Salah satu mahasiswa KKN yang religius dan ada banyak nasehat yang bisa diambil dari sudut pandang ceritanya. Aku coba uraikan di postingan ini sebagai pengingat buatku pribadi dan semua.

1. Yang paling utama. Tetaplah memegang teguh agama dan memohon pertolongan dari Allah.

Terlepas dari Nur memiliki penjaga, tapi tetap saja tempatnya memohon hanya kepada Allah. Ada satu bagian dimana Nur merasa sangat lemah dan tak berdaya, toh pada akhirnya dia bisa melewati itu semua.

2. Jauhi syirik. Sibukkan dirimu dengan hal yang bermanfaat.

Apa yang dilakukan Bima dan Ayu dalam cerita ini tidaklah terpuji. Mereka bersekutu dengan setan untuk memenuhi hawa nafsu mereka. Terkadang nggak habis pikir, urusan asmara kan hanya salah satu dari sekian banyak permasalahan hidup. Sungguh tidak bijak bersekutu dengan mahluk halus untuk urusan ini. Pun untuk urusan yang lain sih. Harusnya percaya saja, bila kita berusaha melakukan yang terbaik maka hasilnya juga pasti terbaik, walaupun tidak selalu tampak baik di mata kita.

3. Menjaga dan menjunjung tinggi norma dimana pun berada.

Rupanya, selain meminta bantuan mahluk halus untuk mendapatkan pujaan hati, mereka juga melakukan perbuatan asusila yang sehurusnya dilakukan oleh pasangan suami istri. Kok ya sempat-sempatnya ya? Seingetku dulu KKN kegiatan itu banyak banget, belum kunjungan dari dosen yang sering mendadak. Nah, di cerita ini kayaknya nggak ada cerita tentang dosennya ya? Mereka sebenarnya KKN atau piknik sih?

4. Dengarkan instingmu

Dari awal sebenarnya Nur sudah berfirasat kurang baik, tapi tetap saja mengalah dengan kengototan Ayu. Seharusnya sih nggak perlu dipaksakan kalau memang sudah berfirasat kurang baik. Apalagi pada saat survey, Nur sudah sempat melihat hal-hal gaib di desa tersebut.

5. Hadapi kenyataan

Melanjutkan poin keempat. Kalau memang pada akhirnya harus membuat keputusan yang salah, tidak perlu takut menghadapi kenyataan. Nur juga seorang yang sangat setia kawan, berkatnya Widya bisa diselamatkan.

Kalau baca cerita versi Nur ini, serasa sedang menonton film horor bioskop semacam Jalangkung, karena memang penggambaran SimpleMan di cerita ini sangat detail. Sejujurnya ada rasa ragu kalau ini adalah kisah nyata, tetapi terlepas dari kebenaran kisah ini, yang jelas ada beberapa pelajaran yang bisa diambil. Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Aamiin

15.8.19

Wonderful Bandung!

Tring...
Notifikasi email berbunyi. Rupanya ada surat pemanggilan peserta pelatihan yang tempo hari aku daftar. Rupanya aku mendapat jatah pelatihan di Bandung. Wah, nggak mengira mendapat jatah di tempat itu. Padahal ada 3 lokasi yang ditawarkan, yaitu Bandung, Serpong, dan Cibinong. Umumnya untuk peserta luar kota akan diarahkan ke Cibinong karena ada fasilitas penginapan dari instansi. Tapi mungkin karena jumlah peserta paling sedikit ada di Bandung, maka aku dan beberapa temanku dari Jogja mendapat jatah di Bandung.


Pergi ke Bandung dari Jogja itu agak tricky. Soalnya kalau mau naik pesawat, adanya flight malam, jadi mau nggak mau harus berangkat malam sehari sebelum acara. Selain pilihan naik pesawat malam, bisa juga naik kereta. Untuk mencari informasi mengenai akomodasi di Bandung aku mengandalkan aplikasi Pegipegi.
Aplikasi Pegipegi. Komplit mau cari tiket pesawat, kereta, atau booking hotel!

Di aplikasi ini, aku bisa mendapatkan informasi seputar penerbangan ke Bandung, jadwal kereta, dan juga hotel yang bakal kami tempati selama pelatihan. Tiket pesawat ke Bandung itu lumayan mahal bila dibandingkan dengan rute penerbangan lain, mungkin karena penerbangannya sedikit ya. Makanya perlu gencar mencari tiket pesawat murah. Nah, aplikasi Pegipegi banyak promo tiket pesawat. Kayak sekarang nih, ada promo diskon tiket pesawat 30% dan 300 ribu. Nah, harga tiket pesawat dari Jogja ke Bandung harganya hampir sejuta, jadi lumayan banget kan kalau bisa memanfaatkan promo ini. Asyik!
Promo yang ditawarkan Pegipegi

Pilihan keberangkatan kami jatuh pada penerbangan pukul 18.45 menggunakan pesawat Citilink. Sesampai di Bandara Husein Sastranegara, kami langsung menuju Hotel Scarlet, hotel yang sebelumnya juga sudah kami pesan via aplikasi.

Dua hari berada di Bandung, tentu nggak lengkap bila tidak mengunjungi tempat yang menarik di Bandung. Hari pertama aku memilih ke Cihampelas Walk atau bekennya disebut Ciwalk. Ciwalk jadi destinasiku di hari pertama karena aku harus beli oleh-oleh selagi sempat! Anak sulungku, Faris, paling ribut kalau ibunya dinas. Pokoknya wajib bawain oleh-oleh! Makanya, demi senyumnya aku harus cari oleh-oleh buat Faris dulu.

Aku ke Ciwalk ditemani Ate Asih, teman diklat prajab CPNS dulu yang kantor penempatannya di Bandung. Awalnya aku dan Ate berencana jalan kaki buat ke Ciwalk. Kalau dari peta digital sih seharusnya memang tidak terlalu jauh jarak antara Hotel Scarlet dan Ciwalk. Tapi jalan menuju Ciwalk itu menanjak, jadi setelah melalui sekitar 2/3 perjalanan kami menyerah dan langsung menyetop angkot. Haha!

Ciwalk memang asyik tempatnya buat hangout. Banyak spot instagramable juga disini. Desainnya memadukan bangunan outdoor dan indoor. Tapi sayangnya aku dan Ate nggak banyak berfoto kemarin. Karena aku juga fokus mencari oleh-oleh yang tepat buat anak lanangku. Tapi lumayanlah dapat satu jepretan ini.

Setelah mendapat incaran oleh-oleh yang mau dibeli, aku dan Ate bergegas solat karena sudah memasuki waktu Magrib. Paling suka sama tempat solatnya yang bertingkat dan relatif luas.
Mushola di Ciwalk

Setelah solat, perut terasa lapar. Eh tapi sebelumnya aku mampir ke tempat oleh-oleh yang berada tepat di seberang Ciwalk. Isinya macam-macam dan relatif komplit. Jadi agak kalap juga sih, langsung penuh dua tas besar deh.

Sebelum pulang, kami mampir makan, pilihanku nggak jauh-jauh seputar batagor dan mi ayam. Kali ini batagor dan mi ayam aku pesan sekaligus! Tapi porsi mi ayamnya sedikit kok, jadi nggak sampai mblenger makannya. Hehe!
Mi ayam batagor komplit, nyam2!
Hari kedua di Bandung, waktunya nggak terlalu panjang karena aku harus naik kereta jam 18.55. Tapi sepulang pelatihan, aku manfaatkan kesempatan jalan-jalan sore bersama Ate dan Teh Miwa. Kemarin Teh Miwa sibuk, jadi hari ini katanya mau nemenin sampai aku ke stasiun katanya. Kami mampir ke Forest Walk Babakan Siliwangi. Tempatnya asyik deh. Teduh dan medannya asyik buat jalan sore. Dan karena kalori kami sudah terbakar setelah jalan kaki dari kantor ke Babakan Siliwangi ini, jadi boleh dong kami menikmati seporsi batagor seharga sepuluh ribu ini. Nyam-nyam.
Already miss u Ate n Teh Miwa ^_^
Akhirnya tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.45, waktunya berpisah, dan aku bergegas memesan ojek online menuju stasiun. How a wonderful time in Bandung! Tengkyu Ate dan Teh Miwa!