Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

18.7.23

ROG Phone 7 Performa Tanpa Kompromi!

 

Anak sekarang kalau kumpul pasti main game

Siapa yang anaknya hobi ngegame? Aku ikut angkat tangan nih. Permainan anak-anak zaman sekarang sudah berubah. Kalau dulu zaman kecil, misal ketemu teman-teman pasti main permainan fisik seperti lompat tali, gobak sodor, lompat kotak, atau bentengan. Duh, jadi nostalgia nih. Tapi kalau sekarang, anak-anak ngumpul biasanya terus mabar (main bareng) game online. Modal pergaulan zaman now lumayan mahal, ya nggak sih sis? Dulu modal kapur sama tali aja bisa bahagia, sekarang perlu ponsel dan paket data yang memadai. Huhuhu.

Sebenarnya, anak-anak bermain game online itu nggak masalah sih. Lewat game online mereka bisa menambah pertemanan dan mengasah problem solving, tapi memang perlu diingatkan untuk menjaga lisan ketika bermain. Kadang kan suka ada anak yang mengumpat ketika permainan game tidak sesuai keinginannya. Spesifikasi memang harus cukup tinggi kalau mau digunakan untuk game online, jadi kalau memorinya rendah, game online akan rawan nge-lag, hal begini yang kadang bikin anak nggak sabar. Kebetulan anak bujang sudah masuk kelas 7 di sekolah yang baru. Sebagai hadiah karena dia sudah berjuang untuk bisa lulus SD, maka aku berencana mencarikannya ponsel baru. Pilihan tertuju pada ponsel seri gaming, kenapa memilih seri gaming? Karena seri gaming umumnya memiliki RAM dengan spesifikasi tinggi. Cukup deh ujian kesabaran dengan masalah hidup, ponsel kita jangan. Wkwkwk

Beberapa poin ini jadi pertimbanganku memilih ponsel:

1.      Ponsel harus memiliki kapasitas memori yang besar

Kapasitas RAM ponsel yang cukup akan membuat ponsel nggak gampang nge-lag dan akan mengoptimalkan pekerjaan kita. Kapasitas memori yang besar juga akan membuat kita leluasa untuk berkreasi menggunakan ponsel

2.      Ponsel harus hemat baterai

Kebutuhan tinggi dalam menggunakan ponsel membuat kita perlu memiliki ponsel yang hemat baterai, jadi tidak perlu sering nongkrong di colokan listrik

3.      Desain ponsel harus kece

Performa ponsel sudah oke, desainnya juga harus mendukung dong, biar bangga bawanya. Desain ini termasuk juga ukuran dan bentuk ponsel. Desain ponsel yang tepat akan membuat ponsel nyaman digenggam dan digunakan untuk aktivitas-sehari-hari.

Desain ponsel kece bikin bangga dan nyaman dipakai

4.      Ponsel harus tahan banting

Sebagai orang yang ceroboh, memiliki ponsel yang tahan banting adalah keharusan. Akan sangat melelahkan (dan boros di kantong) kalau harus berganti ponsel karena rusak.

5.      Kalau bisa, jangan terlalu mahal, xixixi

Siapa sih yang nggak mau barang berkualitas dan murah? Ya, dengan kualitas yang saya persyaratkan di atas, tentu tidak mungkin dapat ponsel dengan harga yang sangat murah, tetapi setidaknya harganya worthed lah dengan kualitas yang diberikan.

Dengan sebanyak ini maunya, kira-kira ada nggak ya ponsel yang bisa memenuhi persyaratanku? Kayaknya sih iya ya. Ada brand ponsel kenamaan yang terkenal memiliki harga terjangkau namun spesifikasinya juara dan harganya terjangkau. ASUS. Lalu, kalau urusannya dengan gaming, brand ASUS punya ROG (Republic of Gamers) yang memang spesifikasinya didedikasikan untuk gamers dan memang brandingnya sangat kuat untuk segmen gamers.  Salah satu series ponsel gaming yang sebentar lagi diluncurkan adalah ASUS ROG Phone 7 series. Dari bocorannya sih spesifikasinya cukup memenuhi persyaratanku dalam mencari ponsel buat anak. Apa saja sih spesifikasinya yang membuatku kesengsem?

Tampilan ASUS ROG Phone 7 yang bikin kesengsem


1.      Performa Tanpa Kompromi

Performa menjadi pertimbangan utamaku dalam memilih ponsel. Karena performa ponsel yang baik akan meningkatkan kualitas hidup. Bayangkan saja waktu energi yang dihemat kalau performa ponselnya bagus. ROG phone 7 memiliki performa juara, processornya menggunakan Snapdragon® 8 Gen 2 Mobile Platform, bisa up to 16 GB LPDDR5X RAM, 512 GB UFS 4.0 ROM. Dijamin wus-wus pakai ponsel ini.

2.      Efisiensi Daya Tanpa Kompromi

Konsumsi daya menjadi pertimbangan selanjutnya dalam memilih ponsel. Tentu saya nggak mau ponsel saya menghabiskan waktu lama dalam posisi charging. Saya juga akan lebih memilih ponsel yang nggak cepat panas. ASUS ROG Phone 7 memiliki CPU berteknologi tinggi dengan desain pendinginan yang canggih. Keunggulan Snapdragon 8 Gen 2 Mobile Platform dipadukan dengan sistem termal GameCool 7 mengoptimalkan konsumsi daya sehingga pembuangan panas bisa dikurangi hingga 168%. Keunggulan ini membuatnya dapat dinobatkan menjadi ponsel gaming paling bertenaga dan hemat energi di tahun 2023.

3.      Nyaman dipakai

Layar ASUS ROG Phone 7 menggunakan AMOLED display sehingga pastinya gambar layar lebih jelas dan nyaman di mata. Kalau mau lebih nyaman lagi bisa menggunakan AeroActive Cooler 7. Pada alat ini ada subwoofer built ini sehingga menghasilkan suara yang kuat dengan kontrol haptic AirTrigger yang tak tertandingi. Gaming tanpa kompromi!

Gaming tanpa kompromi dengan ASUS ROG Phone 7

   

Lalu, harganya gimana dong? Ini dia contekan pricelistnya

  • ROG Phone 7 Ultimate (16/512GB) Rp 18.999.000
  • ROG Phone 7 (12/256GB) Rp 13.999.000
  • ROG Phone 7 (8/256GB) Rp 10.999.000

Masih bisa lho buat dapetin promonya, antara lain:

1. Early Bird Promo
Periode tanggal 18-31 Juli 2023.
Untuk setiap pembelian ROG Phone 7 series konsumen akan mendapatkan eksklusif merchandise ROG 7 Devilcase dan 2 tahun Garansi resmi, dengan total hadiah senilai 2 juta rupiah. Promo ini berlaku di semua mitra penjualan resmi Asus offline, seperti: Erafone, Urban Republic, ROG Store, Asus Exclusive Store dan Asus Authorized Partners. Serta mitra online, seperti: Eraspace, Tokopedia, Blibli dan Asus Online store.

2. Consumer Launch Promo
Periode tanggal 18-23 Juli 2023 di Atrium Gandaria City Mall. Selain mendapatkan eksklusif merchandise ROG 7 Devilcase dan 2 tahun Garansi resmi, konsumen juga akan mendapatkan tambahan spesial merchandise seperti:
ROG exclusive Jacket, MLBB limited edition T-Shirt dan juga 1000 MLBB diamonds, dengan total hadiah senilai 3,5 juta rupiah. Promo ini berlaku khusus untuk konsumen yang telah melakukan pre-order dari tgl.8-17 Juli secara offline di Erafone lalu melakukan pickup/pengambilan produk di event venue ataupun untuk konsumen yang akan melakukan pembelian langsung di event venue.

Well, siapa yang tertarik ROG Phone 7 nih?

19.12.22

Perjalanan ke Pulau Dua Negara

Sebuah kejutan di akhir tahun. Saat itu aku mendapat tawaran untuk mengisi pelatihan di Pulau Sebatik, Kalimantan. Wow! Itu kan pulau yang dibagi 2 dengan Malaysia. Pasti menarik banget! Akhirnya kuputuskan mengambil tawaran tersebut walaupun berarti harus izin di beberapa kegiatan yang sudah teragendakan sebelumnya dan harus menyusun strategi supaya anak-anak tetap terurus.

Banyak hal dipersiapkan demi foto disini. Worthed!

Untungnya Faris sudah selesai ujian, jadi aku memberanikan diri meminta izin Pak Guru agar Faris izin sekolah selama aku dinas. Rencana mau kutitipkan ke omnya. Adiknya juga begitu, tetapi Fafa kemudian aku titipkan ke Mbak Tinah, pengasuhnya waktu kami masih di Jogja Kota.

Sabtu pagi kami bertiga turun ke Jogja menuju Jetis. Disana aku nitip mobil sekaligus nitip Faris. Tak lama Mbak Tinah datang ke rumah adikku. Langsung deh Fafa lengket gak mau lepas. Semua sudah aman, aku pun bisa berangkat dinas dengan tenang.

Untuk perjalanan ke bandara, aku memilih menggunakan kereta bandara. Selain cepat sampai, harga tiketnya juga murah. Makanya sering pada kehabisan.

Perjalanan ke Sebatik melewati Tarakan dulu. Ada pengalaman lucu saat kami akan berangkat. Ternyata pesawat ke Tarakan itu satu armada dengan pesawat ke Balikpapan. Saat itu kami masih santai di ruang tunggu, ternyata pesawat kami sudah mau boarding dong! Untung gak sampai ketinggalan pesawat nganggur ya. Huhuhu..

Gara-gara telat masuk pesawat, jadi deh kursiku yang sebelah jendela sudah ditempati orang lain. Berhubung pengen foto pemandangan di atas udara, jadi langsung tak tegur aja ibu yang menempati kursiku. Si ibu ini agak rempong, tapi biarin aja lah, yang penting aku dapat kursiku.

Pesawatku saat itu Super Air Jet. Baru tau kalau naik itu nggak dapat makan. Padahal 4 jam perjalanan, ditambah 1 jam karena WITA, jadi deh aku kelaparan di pesawat. Kalau si ibu rempong sih udah persiapan, bawa nasi ayam dan cemilan sendiri dia. Hihi.

Sampai di Balikpapan, kami diminta tetap duduk di kursi. Rupanya menunggu penumpang yang dari Jakarta. Kupikir-pikir, efisien sekali Lion Air Group ini. Mereka setting penerbangan seefisien mungkin. Walo kadang jadi ada insiden seat double gara-gara penggabungan pesawat ini. Karena gak hanya digabung per-maskapai, tapi juga antar maskapai yang masih dalam satu lion group.

Akhirnya sampai juga di Bandara Juwata di Tarakan. Untung pesen hotel plus makan malam, jadi setelah check in bisa langsung makan. 

Sup ikan kemangi by Swissbel Hotel Tarakan

Paginya, aku dan rombongan pelatihan berangkat ke pelabuhan. Perjalanan ke Pulau Sebatik melalui Pelabuhan Tengkayu I. Ada banyak pelabuhan di Tarakan ini. Perjalanan selama kurang lebih 2.5 jam dan relatif lancar. Kapal kami kemudian bersandar di Pelabuhan tingkat III Sei Nyamuk. Pelabuhannya di atas laut gitu. Dari pelabuhan kita bisa melihat Malaysia di seberang lautan.


Menginjakkan kaki di Pulau Sebatik membuatku tak henti bersyukur. Kondisi di pulau ini relatif maju dan damai, nggak seperti bayanganku tentang pulau di perbatasan. Suku yang menempati pulau ini mayoritas Bugis, Jawa, dan Melayu. Suku asli malah hampir nggak ada. Peserta pelatihanku rata-rata orang Bugis, terus waktu berkunjung ke Patok 3, penjual baksonya orang Trenggalek. Hihi.

Kemana saja di Sebatik?

Kupikir Sebatik itu pulaunya besar, ternyata tidak gaes, apalagi dia dibagi dua dengan Malaysia. Jadi sangat memungkinkan bagi kami mengunjungi semua spot wisata di Sebatik. Tapi, prioritas kami adalah berkunjung ke perbatasan. Karena wisata begini dimana lagi kalau nggak di sini?

1. Patok 3 dengan wisata rumah dua negara

Lokasi ini ikonik karena ada wisata rumah dua negara. Jadi disini ruang tamunya nasuk Indonesia, tetapi dapurnya sudah masuk Malaysia


Kalau sore, kita bisa melihat aktivitas penduduk yang baru pulang dari Malaysia



2. Tugu Perbatasan, Patung Garuda Perkasa

Wishlistku nih! Bikin foto di tugu Garuda buat foto profil. Haha! Alhamdulillah kesampaian.

3. Toko makanan malaysia

Disini aku puas banget belanja makanan Malaysia plus melihat langsung transaksi menggunakan ringgit dengan kembalian rupiah.

4. Pantai Marina

Sampai sini sudah sore, berharap dapat sunset, tetapi ternyata sunsetnya di belakang pantai, wkwk. Air lautnya kotor, mungkin karena tercampur air sungai.


5. Makan seafood ambyar di Warung Sari Laut Bang Mamao

Sebenernya agak lupa nama warungnya. Tapi kalau dilihat dari maps, kayaknya beneran ini warungnya. Kita pesan seafood ambyar yang penyajiannya di atas daun pisang. Isiannya banyak banget, kepitingnya mungkin ada 4 ekor, udang dan kerangnya besar-besar. Best dinner selama di Sebatik!

Video lengkap perjalanan Jogja-Sebatik:



Next, explore Tarakan. Walau hanya sempat ke Konservasi Hutan Mangrove dan Bekantan, tapi sangat berkesan. Berlokasi di tengah kota, lahan konservasinya seluas 2 hektar dan masih ada perluasannya juga. 

Dari hotel ke tempat konservasi cuma 15 menit jalan kaki

Luas banget lokasi konservasinya

Spesies di konservasi mangrove  Tarakan

Tempatnya bersih, banyak tempat sampahnya juga



Ketemu kadal lucu

Akhirnya bisa capture Bekantan walau dari kejauhan

11.8.22

Pengalaman Pindah KTP dan Bayar STNK dengan KTP Beda Alamat di Jogja

Sudah hampir 2 tahun ini EDibaFREE Family tinggal di Gunungkidul. Tapi baru kemarin kami resmi jadi warga lantai 1 Jogja. Ya, akhirnya kami pindah KTP juga. Sebelumnya masih ragu mau pindah KTP. Alasannya, karena pelayanan pemerintah Kota Jogja yang ciamik banget. Masih inget bagaimana indahnya pengalamanku lahiran di Puskesmas Jetis. Rasanya, masih susah move on.

Baca: Pengalaman lahiran di Puskesmas Jetis

Selain itu, KTP Jogja masih dipertahankan untuk persiapan menyekolahkan anak lanang ke sekolah negeri di Jogja. Tapi, karena ada beberapa kebutuhan administrasi yang memerlukan KTP Gunungkidul, dan setelah dipertimbangkan lagi soal menyekolahkan anak ke Jogja, ah kayaknya nggak worthed mempertahankan KTP Jogja demi anak yang belum tentu sekolah di Jogja, sementara urusan administrasi di Gunungkidul jadi terhambat. Akhirnya, pada tanggal 3 Agustus 2022 aku mulai mengurus perpindahan penduduk.

Pengalaman pindah KTP di Jogja

Tanpa pengantar RT, RW, dan Kelurahan. Langsung via WA Dukcapil Jogja

Awalnya, aku belum tahu kalau ngurus pindah KTP full online. Ternyata, beneran semudah itu! Nggak perlu pengantar dari RT, RW, ataupun Kelurahan. Beneran ini membantu banget. Selain hemat waktu dan tenaga, tentu saja hemat biaya. Bisa dibayangkan, kalau perlu minta surat dari mereka, perlu berapa lama bolak balik demi dapat suratnya, nggak enak juga kalo nggak ngasih 'sesuatu'. Iya tau, itu gratisfikasi, tapi setelah dibantu terus nggak ngasih apa-apa kan nggak enak ya. Alhamdulillah syarat tersebut akhirnya dihapuskan. Psst, mengurangi sampah kertas juga kan.?

Beneran full online dan sehari jadi!

Setelah aku WA sekretaris RT di domisili lama dan beliau bilang sekarang ngurusnya langsung ke Dukcapil via WA, langsung Senin pagi (1/8/22) aku WA nomor tersebut. Nomornya bisa dicek di website ini:

https://dindukcapil.jogjakota.go.id/page/index/layanan-online-wa

Beda pelayanan, beda nomor WA. Masing-masing Dukcapil juga ada websitenya sendiri. Cek saja via google alamat website Dukcapil daerahmu. Kalau memang sudah ada pelayanan WA, nanti akan tercantum di websitenya.

Sistemnya keren sih ini, responsif. Tapi memang strict di jam kerja, kecepetan 2 menit aja harus WA ulang. Aku ngisi formnya langsung pakai aplikasi PDF, dan sebelum jam 10 berkas sudah aku WA kembali. Jam 11 dapat konfirmasi berkas sudah bisa diproses. Gak sampai 24 jam langsung dapat email dari email resmi Dukcapil Kemendagri. 

Selesai kirim berkas, lalu dapat WA untuk menunggu 1×24 jam

Gak sampai 24 jam, surat pindah sudah jadi!

Proses di Dukcapil Gunungkidul

Walau masih Yogyakarta, aku gak mau berekspektasi pelayanan Dukcapil Gunungkidul bakalan sebagus Dukcapil Kota Jogja. Tapi, memang sebagus itu sih Dukcapil sekarang. Kuncinya WA di jam kerja. Kalau bisa ngepas jam 8, karena aku tertolak berkasnya, karena kirim di jam 12.44 (seharusnya bisa sampai jam 13.00 tapi saat itu kuota sudah penuh). Tapi nggak masalah sih, tinggal kirim ulang besoknya di jam 8 pagi, setelah itu proses komunikasi kayak kita lagi WAnan gitu. Bisa nyambi kerja, nggak keluar bensin, nggak perlu emosi karena harus ngantri. Haha!

Cuma chattingan tau2 dokumen sudah diproses

Setelah semua dokumen lengkap, lalu kita dapat nomor untuk pengambilan berkas. Proses pencetakan berkas adalah seminggu atau 5 hari kerja. Sejauh ini nggak perlu izin atau cuti buat ngurus berkas kependudukan. Beneran sesuai jargonnya "Ngurus dewe, gampang, ora mbayar"

Pengambilan berkas

Akhirnya tiba waktunya ambil berkas kependudukan baru (KTP, KIA, dan KK). Sempet salah tempat, karena datangnya ke Dukcapil Gunungkidul, padahal pengambilan berkasnya di Mall Pelayanan Terpadu di Terminal Dhaksinarga. Agak jauh dari pusat kota memang. Tapi keren banget tempatnya. Entah terminalnya masih dioperasikan atau nggak ya, karena kayaknya nggak ada lalu lalang bis disini. Malah bisa jadi tempat trek-trekan nih. Haha!



Masuk ke Mall Pelayanan Terpadu-nya beneran kayak lagi masuk mall atau hotel gitu. Di pintu masuk kita akan disambut mbak resepsionis yang ramah dan cantik. Ada mas yang siap membantu bila ada yang perlu ditanyakan juga. Kalau baca beritanya sih, awalnya pelayanan terpadu ini untuk kemudahan pengurusan izin di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu. Tapi terus berkembang, ada Badan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Sosial, dan Dukcapil. Yang 2 terakhir ini yang biasanya ramai antrian, apalagi Dinas Sosial. Yang urusan sama BPJS soalnya ngurusnya ke Dinas Sosial ini. 

Kembali soal pengurusan berkas kependudukan EDibaFREE Family. Nggak sampai 10 menit antrianku dipanggil dan langsung ambil berkasnya. Kalau saja nggak harus kerja, rasanya pengen berlama-lama disitu. 

Ruang tunggunya nyaman banget!

Oh ya, karena mumpung lagi di luar, kebetulan STNK pajaknya habis. Jadi sehabis dari ngambil KK dan KTP baru, aku langsung cuss ke Samsat. Eniwei, kenapa yak bayar pajak kendaraan bermotor nggak sekalian bisa di Mall Terpadu ya? Pasti lebih enak lagi ya kalo bisa gitu.

Bayar Pajak dengan KTP beda alamat, bisa nggak sih?

Waktu aku pasang story kalau ganti KTP, langsung masuk beberapa japri. Pertanyaannya sama, kalau ganti KTP gitu, bermasalah nggak administrasinya?

Jawabannya nggak. Karena nanti STNKnya masih mencantumkan alamat lama. Dan yang paling penting, nomor KTP kita nggak akan berubah, jadi tenangno pikirmu gaes. Lagian biarin aja alamatnya tetep gitu, kalau pindah malah harus urus mutasi, biaya lagi, ye kan? So far karena aku masih sama-sama Jogja, jadi nggak masalah bayar pajaknya di Gunungkidul. Yang mungkin agak ribet kalau pindah dari luar Jogja, karena harus diurus di provinsi asal. Semoga kedepannya ada inovasi untuk pembayaran STNK online dan berkasnya dikirim pos. Kalau nggak salah di Jabar sudah ada, tapi kurang paham implementasinya gimana. 

Kalau ada yang perlu ditanyakan silahkan komen ya...


29.12.21

FREE ke Pantai Ngobaran dan Ngerenehan

 


Saat ayah pulang, saatnya piknik! Tapi piknik kali ini bener-bener cuma curi waktu, soalnya bapak mertua baru meninggal, jadi kunjungan ayah kali ini lama di Ponorogo. Setelah genap seminggu bapak berpulang, baru deh kita pulang ke Jogja dan menyempatkan untuk piknik tipis di pantai! Pokoknya pantai jadi destinasi utama kalau piknik deh. Dan kali ini kita masih akan mengeksplorasi Pantai Ngerenehan, Ngobaran, dan Ngunyahan. Padahal kunjungan ayah sebelumnya juga kita kesini lho. Tapi memang Ngerenehan ini berkesan banget, soalnya ikannya disini benar-benar segar dari tangkapan laut! Nggak semua pantai soalnya bisa begini. Yang lebih banyak pilihan lagi yaitu di Pantai Sadeng, tapi pantainya berkarang, jadi nggak bisa buat berenang. Di kawasan Pantai Ngerenehan, Ngobaran, dan Ngunyahan ini yang air lautnya aman buat berenang ya cuma di Ngerenehan.

Sebelum ke pantai tentu saja kita mempersiapkan segala sesuatu demi kenyamanan di perjalanan nanti. Dan tidak lupa kita membawa Rio, kucing keluarga kami biar doi juga bisa ikut piknik. Baju ganti, baju renang, kacamata renang, dan tak lupa alat mandi dipersiapkan. Dan sesampainya disana kita ke Pantai Ngobaran dulu.

Pantai Ngobaran ini biasa dipakai untuk ibadah umat Hindu, jadi tidak heran kalau ada bangunan pura menyerupai di Bali yang berdiri tegak disini. Dengan latar foto seperti ini, rata-rata pada percaya kita lagi di Bali lo. Hihi! Selain pura, ada juga patung dewa-dewa yang sepertinya baru dicat ulang, dan tentu saja berbagai spot foto asyik lainnya di pantai ini. Tumben-tumbenan juga suami ngajak foto berdua. Nah gitu dong, biar ada mesra-mesranya dikit, hihi. Padahal maksudnya suami biar anak lanang bisa sekalian mengasah kemampuan fotografinya. Haha!

Setelah dari Ngobaran, sebenarnya kita pengen nyobain berenang di Ngunyahan. Tetapi ternyata Pantai Ngunyahan banyak karang yang tajam, wah ya bahaya nanti bisa luka-luka kita. Well, akhirnya kita kembali ke Pantai Ngerenehan buat berenang.

Berenang di pantai sudah jadi keharusan bila kami berpiknik ke pantai. Soalnya kita semua pecinta air. Apalagi pandemi gini kita jarang banget berenang. Jadi kalau lihat air bawaan pengen nyebur aja.

Sayangnya, sebagai ibu yang baik (ceileh), aku nggak bisa ikutan berenang karena harus menjaga barang bawaan dan juga si Rio. Padahal lihat mereka renang asyik sekali  si ayah sampai renang ke tengah. Lokasinya aman karena Pantai Ngerenehan dikelilingi bukit tinggi, sehingga ombak yang datang tidak langsung dari pantai lepas.

Wisata di Gunungkidul itu asyiknya harga makanannya relatif murah dan rasanya cukup lumayan. Apalagi kalau belinya ikan segar yang memang dari tangan pertama nelayan, hmm, rasa ikannya nggak amis dan ada manis-manisnya. Jangan lupa beli es degan biar beneran kayak lagi di pantai (lha emang lagi di pantai, piye to?)

Menu wajib kami kalau makan di pantai adalah ikan bakar. Menurut kami ikan segar akan sangat legit kalau dimasak dengan dibakar. Tekstur dan aroma segarnya sangat terasa. Nah selain ikan bakar kita jga pesan cumi-cumi. Kalau ini sih buat anak-anak.

Rute ke Pantai Ngerenehan ini sebenarnya tidak sulit. Jalannya juga sudah full aspal sampai ke lokasi pantai. Kita akan dimanjakan dengan pemandangan bukit terbelah. Di perjalanannya aja sudah banyak pemandangan menyejukkan mata. Hanya saja memang jalannya agak sempit, jadi kita harus berhati-hati dalam menyetir. Untuk berkendara di lokasi seperti ini, pastikan kondisi kendaraan dalam kondisi prima. Jangan lupa mengecek kondisi kendaraan seperti kondisi air radiator, filter dan selang bensin, oli mesin, baterai, timing belt, saringan udara, lampu, wiper, dan untuk kondisi jalan sempit dan naik turun seperti jalan ke Pantai Ngerenehan, kondisi rem dan ban harus mendapat perhatian ekstra. Karena kalau sampai rem blong bisa beresiko jatuh ke jurang tuh. Nah, bila ada sparepart kendaraan yang kondisinya kurang oke, sebaiknya segera diganti. Cara mendapatkan sparepart kendaraan sekarang juga semakin mudah, misalkan kendaraan kita Toyota, maka cukup ketikkan jual aksesoris mobil Toyota. Nanti pasti keluar banyak hasilnya. Awas barang palsu, biar yakin, mending di website  resmi Toyota yaitu auto2000.co.id saja. Dijamin kualitas dan harganya.

Simpan lokasi untuk memudahkan transaksi


Berbagai servis purna jual

Jadi, jalan-jalan kemana lagi nih?

19.7.21

Kegunaan karet ban dalam bekas untuk rumah tangga

Waktu aku ganti ban, bapak pesen supaya ban dalemnya dibawa pulang. Sependek yang aku tahu sih, ban dalem motor ini bisa buat tali kalo bawa barang banyak di boncengan motor. Atau juga buat mengikat barang supaya gak 'lari-lari' saat perjalanan menggunakan mobil (itu barang apa balita sih kok lari-lari? Lol). Tapi ternyata, kegunaan ban dalam motor lebih dari itu! Bahkan kalo kubilang, setiap rumah wajib sedia ini buat pertolongan pertama pada kecelakaan perkakas rumah. Iya, P3K nggak cuma perlu buat penghuni rumah, tapi barang-barangnya juga. Jadi fungsi ban dalam ini antara lain:


1. Menambal pipa bocor

Ketika ada pipa yang bocor di rumah, tentu kita berhasrat menambal atau mengganti bagian yang bocor tersebut dengan yang baru. Mengganti jelas butuh biaya besar, tetapi menambal tentu lebih ekonomis. Tetapi, ditambal pakai apa? Ada sih semacam isolasi anti bocor gitu di marketplace, tapi sebenernya ada cara yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan, yaitu menggunakan kresek bekas dan potongan karet ban dalam. Ramah lingkungan kan? Memanfaatkan kresek bekas lho ini. Haha. 

Step 1

Jadi, sebelum memperbaiki pipa, bila memungkinkan matikan dulu aliran airnya, biar gak basah kuyup selama memperbaiki pipa. Dikira lagi adegan sedih sinetron, Pipaku Sayang Pipaku Malang, wkwkwk. Tapi sebenernya dalam kondisi basah juga gak masalah, karena kresek sama karet bannya nggak terpengaruh sama basah, cuma mungkin nanti agak licin aja pas ngiket karet bannya. 

Step 2

Tutup area pipa yang bocor dengan plastik, bisa kresek bekas atau plastik bekas wadah beras, pokoknya plastik bekas aja, biar berkontribusi mengurangi sampah plastik ye kan? (Yaelah kayak udah ngurangi sampah plastik berapa kilo aja). 

Step 3

Lilitkan area yang sudah ditutup plastik tadi dengan karet ban dalam. Pastikan potongan karet ban cukup lebar dan panjang sehingga bisa menjangkau area pipa cukup banyak. Tapi jangan kelebaran juga, nanti karet ban susah diikatnya. 

Jadinya gini deh. Emang jadi nggak aesthetic, tp ya yang penting secara fungsional tetep oke ye kan.



2. Menambal perkakas yang patah



Suka sebel hanger di rumah patah? Itu aku sih. Sama bocil hanger buat mainan, ya sukses patah lah. Mana patahnya beda-beda lagi. Diisolasi juga nggak mempan. Tapi ternyata dengan potongan panjang karet ban dalam yang dilikitkan, semua masalah patah hanger bisa teratasi. Bisa diterapkan buat barang patah lain. Tapi bukan buat mengatasi patah hati dan patah semangat loh ya. 


3. Pengait saat mengemas barang

Seperti yang dibahas di awal, karet ban ini powerful buat keperluan traveling (distribusi ding). Semua barang yang dikhawatirkan akan tumpah atau jatuh bila beroindah tempat, bisa diikat dengan kuat menggunakan karet ban dalam. Eh, tapi jangan buat ngiket hati si dia yang sudah tidak mencintaimu lagi ya..hihi..


Selain ketiga 'life hack' tadi, karet ban dalam bekas juga bisa dimanfaatkan untuk membuat kursi. Tetapi, butuh banyak karet ban dalam plus ban luar bekas juga. Jadi kalo buat pemalas sepertiku, ya mending beli kursi baru atau lesehan aja. Haha!

Ada lagi ide yang lain?

24.5.21

Pengalaman di Dokter Alwi dan UGD Nur Rohmah Gunungkidul: Beware of 'masuk angin'

 


Dari kemarin Faris mengeluh perut kanan bawahnya sakit. Kami pikir itu masuk angin. Hari ini katanya sakit banget dan langsung kita bawa ke dokter. Sesuai saran Mbak Ika, pemilik kontrakan kita, dia saranin ke dr Alwi di Kemorosari. Katanya dokternya ramah dan nggak dikit-dikit obat. Benar saja, waktu aku daftar via WA, Pak dokternya langsung balesin (mungkin adminnya ya). Sip, testimoni ramah terbukti.

Sampai di tempat praktek, Alhamdulillah nggak antri. Setelah daftar, Faris langsung diperiksa. Baru cek awal, langsung diminta bawa ke UGD RS saja, takutnya itu gejala usus buntu. Soalnya Faris bilang sudah 3 hari sakit perutnya. Sip, testimoni RUM terbukti, ketika sudah ada gejala yang mengarah ke penyakit dalam, tanpa banyak kompromi langsung suruh cek lab. Anak jadi nggak kebanyakan konsumsi obat, ya kan?
Walo seneng dapet dokter yang to the point, tapi tetap khawatir dong, soalnya kalau hasil tesnya beneran usus buntu, ya kudu dirawat, mamak mana yang  gak panik coba? Untungnya Faris bilang perutnya nggak sakit kalo kakinya ditekuk (ciri usus buntu). Jadi ya udahlah, coba langsung ke UGD saja buat memastikan. Tujuannya ke RS. Nur Rohmah. Walo kata temen2 RS ini kurang rekomen, tapi pengalaman kemarin vaksin disini, nakesnya cukup komunikatif. Lagian males lah dah malem masih harus survei RS segala.

Alhamdulillah di RS Nur Rohmah menurutku pelayanannya memuaskan. Mungkin karena pasiennya sedikit ya, jadi kondisi nakesnya prima. Setelah ditimbang badannya dan diperiksa, Faris langsung diminta pipis dan air kencingnya diuji laboratorium.

Nunggu hasil lab


Agak lama nunggu hasil labnya. Pas menunggu, datang serombongan orang dengan kondisi pasien tidak sadarkan diri. Rupanya pasien diduga mengalami gejala stroke dengan kondisi yang agak terlambat, sudah terlanjur pendarahan sehingga ybs tidak sadarkan diri. Nah, ada satu kesamaan pasien ini dengan Faris. Gejala awalnya seperti masuk angin! Memang bener kalo di kedokteran nggak ada istilah masuk angin, karena ternyata itu bisa mengarah ke berbagai gejala penyakit, dari yang ringan sampai kritis! Jadi si pasien itu awalnya muntah pada pukul 2 siang. Dipikir hanya masuk angin biasa jadi langsung minum obat warung. Nah, pada pukul setengah lima, si pasien mulai ngomongnya nggak jelas. Sampai di sini orang rumah belum ngeh kalau itu gejala stroke (dari pembicaraan sih, si pasien nggak tinggal sama keluarganya). Akhirnya baru sekitar setengah 8 malam dibawa ke UGD dengan kondisi tidak sadarkan diri. Kata Pak Dokter Ganteng di UGD (ealah anaknya sakit masih ngeh aja beginian), waktu awal muntah itu sebenarnya sudah mulai gejala stroke, ketika bicaranya mulai nggak jelas, sebenarnya gejala strokenya sudah 'konfirm' dan seharusnya langsung dibawa ke UGD. Namun karena dibawa ke rumah sakit 3 jam kemudian, kemungkinan pendarahannya sudah sampai ke otak sehingga pasien tidak sadarkan diri. Pak dokternya bilang, "Kami akan mengusahakan sebaik-baiknya, tetapi semuanya tergantung yang di atas." Ah bapak, udah ganteng, religius lagi..ea..ea..

Well. Allah menyentilku tanpa aku harus 'terperosok', karena Alhamdulillah hasil lab Faris bagus, kemungkinan memang masalah pencernaan saja, bukan usus buntu. Tapi dengan menyaksikan sendiri pasien yang terlambat penanganan penyakitnya membuatku semakin sadar untuk:
1. Segera mempelajari berbagai gejala yang mengarah pada penyakit kritis. Mungkin belum buat kita, tetapi buat keluarga, tetangga atau rekan kita. Dengan memahami gejala penyakit kritis maka kita tidak akan menunda ke rumah sakit. 

2. Dengarkan alarm tubuh. Dari penuturan pengantar pasien, sebelumnya si ibu sudah kecapekan karena semalaman memasak. Kurang tidur, dan malah didoping dengan kopi. Ditambah punya penyakit darah tinggi, ya sudah, jadi sasaran empuk sakit stroke deh.

Tapi, dari hasil lab Faris, aku merasa sangat terbantu dengan artikel di situs kesehatan terpercaya seperti alodokter (mbok endors plis, ngarep). Coba kalau nggak googling dulu, pasti udah panik dan nggak tenang ketika disuruh cek lab dan ya ampun itu nunggu hasil labnya juga rada lama lho! Informasi pada situs seperti itu tentu sangat membantu di kala pandemi seperti ini. Jadi, kalau nggak darurat banget, bisa lah perawatan sendiri di rumah. Apalagi ketemu dokter ramah macam dokter Alwi, kayaknya besok-besok bisa konsultasi WA dulu nih, hihi.

Semakin betah tinggal di Gunungkidul dengan fasilitas kesehatannya yang baik dan tenaga kesehatannya yang ramah. Beneran di dua faskes semuanya ramah dari bagian pendaftaran, perawat, dokter, dan apoteker. Di dokter Alwi nggak bayar karena langsung cuss UGD, di RS nur Rohmah, dari total cek lab, jasa dokter, dan obatnya Faris habis Rp.125.000, separonya biaya konsultasi kehamilan (tok, belum sama obat) tahun 2018 di Sleman, haha! (Sama-sama Jogja tapi beda banget Sleman sama Gunungkidul)

How can't i not love Gunungkidul?

Ps: keep beware with your body sign ya gaes! Beware with people's health around us too. May Allah bless us with healthiness.

17.4.21

Living Book, Bagaimana Kriterianya?

Prinsip pendidikan ala Charlotte Mason sangat identik dengan living book. Hal ini karena CM sangat memprioritaskan soal keluhuran akal budi. Kenapa buku? Karena akal budi sifatnya spiritual, maka harus disentuh dengan sesuatu yang sifatnya spiritual. Hal tersebut bisa didapatkan dari buku. Pemikiran penulis hebat terefleksikan lewat tulisan bukunya. Pikiran bertemu pikiran. Sehingga anak akan lebih berpikir.  

Penulis living books biasanya adalah seseorang yang mempunyai passion dan cinta yang mendalam pada topik tersebut, tahu detail topik yang ditulis, dan yang paling utama adalah penyampaian topiknya dengan bahasa naratif.  Sehingga bila dibuat poin-poinnya, syarat living book antara lain:

1. Naratif dan sastrawi

2. Ada ide hidup

Living book ibarat imunisasi. melalui living book anak bisa merasakan berbagai pengalaman hidup tanpa mengalaminya langsung. Seperti contoh buku tentang kehilangan hewan. Disini akan ikut merasakan kehilangan tanpa benar-benar kehilangan.

Melahap living book ada tata caranya, yaitu:

1. Dibaca perlahan

2. Dibaca bertahap


Referensi soal living book bisa dilihat di:

Amblesideonline.org

Rilis Rekomendasi Tim Kurikulum CMid Tahap #1 – CMIndonesia.com

Daftar living book tidaklah mutlak. Orang tua perlu mengasah sendiri sense-nya terhadap living book. Lebih banyak membaca agar lebih banyak ide yang bisa disajikan kepada anak.

Fafa dan Living Book Favoritnya


Bagaimana Teknis Akademis Charlotte Mason?

Ini adalah narasi pertemuan ketiga Kelas Akademis Charlotte Mason. Pertemuan via Zoom kali ini semakin seru karena sudah mulai membahas soal teknis akademis ala Charlotte Mason. 

Karena hidup yang bermakna adalah yang utama...


Dalam menjalankan sesi akademis ala CM, orang tua/pendidik nggak bisa hanya sekedar menyuruh anak belajar. Pendidikan itu sifatnya spiritual sehingga perlu atmosfer belajar dalam keluarga. Sebagai orang tua kita harus senantiasa memasok ide dengan banyak membaca dan belajar. Dengan merutinkan kegiatan ini kita bisa menciptakan atmosfer belajar dan kedisiplinan untuk anak. Nah, orang tua pembelajar perlu kurikulum supaya kegiatan belajar tetap on track. Kurikulum belajar orang tua ini antara lain:

1. Pasokan ide secara teratur

Sebelum memberi 'sajian' ide untuk anak, kita perlu 'menyeleksi dan mengumpulkan bahan bakunya' dengan cara menganalisis terlebih dahulu kebutuhan 'bahan bakunya' apa saja. Pastikan bahan baku yang digunakan berkualitas dengan 'mencicipi' buku tersebut terlebih dahulu. Teruslah belajar dan mengumpulkan ide, karena orang tua juga born person yang masih terus berkembang pengetahuannya bila mau belajar.  

2. Latih kebiasaan baik.

Agar waktu lebih bermakna, coba kita kurangi scrolling sosmed, misal tidak nyaman membaca, mungkin perlu memperbaiki cara membaca. Atur waktu dengan baik dengan memprioritaskan kewajiban.

3. Manajemen diri

Ini erat kaitannya dengan mindfulness. Kita perlu memahami diri sendiri agar dapat memanajemen diri sendiri. Manajemen diri ini tidak hanya soal waktu, tetapi juga tentang ekspektasi kita terhadap diri sendiri, pengelolaan emosi, dan lainnya. 

4. Refleksi.

Setiap selesai belajar atau menemukan sebuah ide, penting untuk merefleksikan/ mengulang kembali hal-hal yang sudah dipelajari tersebut. Kegiatan refleksi bisa dilakukan tertulis lewat menulis diary, status, blog dll. Banyak cara untuk merefleksikan ide yang didapat. Tapi jangan keasyikan refleksi terus sampai lupa suplai ide.


Habit training.

Kebiasaan baik termasuk hal yang dibentuk dalam sesi akademis. Sebagai manusia pembelajar tentu anak perlu dibekali bagaimana belajar dengan baik, mulai dari niat hingga teknis yang efektif yang bisa dilakukan. Beberapa kebiasaan yang dibentuk dalam sesi akademis CM antara lain:

1. Remembering -) Lewat teknik sekali baca dan narasi, anak akan dilatih kemampuan mengingatnya  

2. Attention -) Teknik sekali baca dan narasi, anak akan belajar fokus dan dilatih kemampuan memusatkan perhatian

3. Imagining-) Daya imaginasi bisa dikembangkan lewat teknik narasi 

4. Observation -) Kemampuan observasi terasah lewat nature walk

5. Thinking -) Narasi, nature walk, dll dapat melatih kemampuan berpikir

6. Concentration -) Teknik sekali baca akan memaksa anak terbiasa berkonsentrasi 

7. Perfect execution -) Prinsip CM adalah belajar sedikit tetapi konsisten. Karena sedikit, maka anak bisa mengerjakan tugas dengan relatif sempurna 

8. Accuracy -) Dipelajari lewat matematika

9. Reflection -) Dipelajari pada narasi

10. Thoroughness -) Prinsip belajar sedikit tapi sering dan konsisten akan membuat anak terbiasa bekerja dengan teliti, karena pada rentang waktu yang masih relatif pendek anak masih berkonsentrasi dan bisa lebih teliti

11. Art sense -) Seni menjadi salah satu sesi akademis penting di CM. Sehingga art sense akan terlatih.


Menyuplai anak-anak dengan ide sama pentingnya dengan suplai makanan dalam tubuh mereka (Parents and Children, hal 39)


Education is a science relation. Tugas orang tua bukan menjejalkan sebanyak-banyaknya pengetahuan tetapi membantunya memiliki sebanyak mungkin relasi dengan perkara dan ide yang ia minati.


Sebelum memulai fase akademis, perlu persiapan, antara lain:

1. Kebiasaan taat

Ini adalah hal mendasar dalam membentuk pribadi yang berdaya guna. Anak perlu memahami ada hal-hal yang tidak bisa ditawar dan harus dilaksanakan apa pun alasannya. Seperti halnya makan, misal tidak mau makan, maka anak akan sakit, sehingga suka atau tidak suka dengan makanan tersebut, anak akan tetap makan. Pada poin ini, anak perlu tahu konsekuensinya bila tidak melakukan kebiasaan tersebut.


2. Kebiasaan memusatkan perhatian 

Contohnya saat bermain, anak dibiasakan untuk membuka mainannya satu persatu, tidak dengan jembrengin semua mainannya. 


3. Kebiasaan mengisi mental dengan ide hidup

Sedari dini anak dikenalkan dengan dongeng dari living book. Dengan membacakan living book maka mental anak secara bawah sadar akan terisi dengan ide hidup dari dongeng yang dibacakan. Saat usia dini, anak hanya diminta mendengarkan cerita tersebut.


4. Masterly inactivity

Sebelum 6 tahun jangan diberi jadwal terstuktur. Biarkan dia bermain bebas karena ini akan melatih kebiasaannya berinisiatif dan kreatif. Biarkan dia bebas memilih kegiatan apa pun yang ingin dilakukan diluar rutinitas seperti makan, mandi, tidur, dan latihan beribadah.


5. Nature walk

Anak usia dini penting untuk sering dipaparkan dengan alam. Berjalan di alam akan membantunya berelasi dengan ciptaan Allah. Relasi ini kelak akan berguna saat sesi akademisnya nanti.

 

Setiap subjek punya cara terbaik untuk dipelajari.Seperti pelajaran matematika dan musik tidak bisa didekati dengan living books.(Parents and Children, hal 279)


Dalam CM, ada tahapan pengetahuan yang harus dipelajari. Urutannya sebagai berikut:

 

1. KNOWLEDGE OF GOD (Dalam Islam dikenal dengan Habluminallah)

Relasi pertama yang harus dimiliki anak adalah relasi dengan Sang Pencipta. Pengetahuan ini tak boleh terabaikan dan paling menentukan kebahagiaan (Philosophy of Education hal 158). Kita sebagai orangtua bisa saja lengah dalam penjagaan terhadap anak-anak kita, tetapi Allah akan senantiasa menjaga dan mendampingi mereka. Jadi saat sendiri atau sesusah apapun mereka tidak merasa ditinggalkan. 

Kita perlu melatih kebiasaan beribadah pada anak, Ketika pendidikan formal 6 tahun, sumber pengetahuan akan Pencipta adalah dari kitab suci, karena ini adalah living book terbaik sepanjang zaman. 


(Poin kedua hingga poin ketujuh akan terkait terkait dengan Hablumminannas/hubungan antar manusia)


2. SEJARAH 

Setelah tentang agama, selanjutnya adalah sejarah. Dalam sejarah anak-anak belajar kebijaksaan. Bagaimana menyikapi suatu kejadian dalam sejarah, di CM anak akan membuat Book of Centuries. Yaitu semacam scrap book tentang peristiwa sejarah dari berbagai daerah sehingga diketahui relasi satu peristiwa dengan peristiwa lain.


3. SASTRA

Sastra berupa puisi. Satu pengarang 1 term. Nggak perlu anak diminta menganalisa. 


4. BAHASA

Bahasa sangat perlu dipelajari karena dengan kemampuan berbahasa, dia akan mampu berkomunikasi dengan baik dan mendefinisikan apa yang mereka rasakan.

Membaca nyaring. Dilakukan sampai SMU karena hal ini akan terus mengasah kemampuan membacanya.

Menulis. Dilakukan setiap hari, sedikit tetapi konsisten. 

Copywork. Menyalin. Tetap dari sedikit sedikit,

Dictation. Dengar, menyimak kemudian menulis. (habit of attention, remembering, dan menulis)

Tata bahasa. Paling akhir, karena cukup rumit.


5. BAHASA ASING. 

Tata caranya seperti teknik narasi. Bacakan cerita dan narasikan, sedikit dulu saja. 


6. CITIZENSHIP/kewarganegaraan.

 Ini erat kaitannya dengan pelajaran sejarah. Anak akan belajar tentang tokoh sejarah, mempelajari keberhasilan dan kegagalannya. Mbak Ayu pakai bukunya Plutarch. 


7. SENI

Pada pelajaran ini, poin pentingnya adalah anak belajar mengagumi dan mengapresiasi seni, karena kalau untuk memproduksi, nggak semua anak berbakat kesana. 

Picture study. Mengapresiasi lukisan. 

Composer study. Apresiasi musik

Folksong. Belajar lagu rakyat, musik dan kebudayaan

Drawing/painting. teknik menggambar, karena skill menggambar kadang diperlukan untuk mempermudah komunikasi.


Poin kedelapan hingga tentang KNOWLEDGE OF UNIVERSE/alam semesta (Habluminalalam=hubungan dengan alam semesta)


8. NATURE STUDY. 

Teknisnya, tentukan satu jenis, misal burung, maka nanti fokus membahas segala sesuatu tentang burung. Fondasinya adalah kecintaan tentang alam sehingga ada minat untuk menjalin relasi dengan subjek yang akan menjadi fokus pembahasan.


9. SAINS. 

Basicnya adalah ketakjubkan  dan ide untuk mempelajari sains.


10. MATH.

Kebenaran mutlak itu ada.


11. GEOGRAFI

Pelajaran geografi adalah yang paling kompleks, karena ada pelajaran soal narasi, istilah geografi, belajar mata angin, dan peta.

 

12. PENDIDIKAN JASMANI DAN HASTA KARYA

Tubuh adalah pemberian Tuhan yang harus dirawat. Pendidikan jasmani akan membuat badan sehat, dan berkarya lewat hasta karya akan membuat bahagia. Dengan keadaan sehat jasmani dan rohani maka kita dapat berdaya guna dan memberi manfaat maksimal kepada sekitar.


Jadi tahapan akademis CM ini dimulai dengan:

1. Memasok ide

2. Menarasikan. Untuk memastikan ide sudah ditangkap anak

3. Mendokumentasikan relasi. Ini adalah tahapan belajar anak selanjutnya. Mempelajari relasi pada bidang yang dia minati. Dokumentasi relasi bisa berupa: book of centuries, nature journal, map, dll


Pendidikan bukan tentang seberapa banyak buku yang dibaca, seberapa banyak pengetahuan yang dikuasai, ataupun seberapa besar skor nilai, tetapi seberapa dalam kita berelasi dengan pengetahuan tersebut. 


5.4.21

Narasi: Proses Pencernaan Pembelajaran ala Charlotte Mason

Materi Kedua Kelas Akademis Charlotte Mason bersama Mbak Ayu Primadini

Materi: Workshop Narasi

Narasi ulang oleh: Ardiba R Sefrienda

Anak kecil senang bercerita: menarasikan pikirannya.


Ketika di pembahasan soal pembelajar mandiri, aku bertanya-tanya, memberikan ide-ide hidup itu kongkritnya seperti apa sih? Nah, pembahasan tentang narasi akan menjadi jawabannya. Karena pada materi tentang narasi ini, peserta akan diajarkan teknis kegiatan narasi ala CM itu seperti apa.

Pendidikan adalah perkara rohani, bukan hanya soal dekorasi eksternal/rangkaian kegiatan jasmani semata. Sebaik-baik pembelajaran adalah pembelajaran mandiri. No education but self education. Dengan pendidikan mandiri anak dapat sadar akan kemajuan belajarnya. Proses belajar dilakukan bersama antara fasilitator/orang tua dan anak.

Pendidikan CM menekankan pada living material, dimana sumber ide hidup berasal dari sana. Sebagian besar living material berupa buku, walau tidak menutup kemungkinan living material berupa video atau kejadian sehari-hari. Namun, untuk sesi akademis CM memang lebih tepat menggunakan living book. Nah kegiatan narasi bila diibaratkan dengan makanan adalah proses pencernaan, proses narasi adalah proses anak mencerna ide dalam literatur tersebut untuk nantinya terserap menjadi bagian dari dalam diri anak, seperti halnya nutrisi makanan yang terserap tubuh. Dalam melakukan narasi, perlu diperhatikan beberapa hal agar narasi berlangsung dengan baik:

1. Pilihlah buku yang bermutu

Dalam workshop narasi ini, Mbak Ayu membacakan cerita tentang Florence Nightingale dalam 2 versi. Versi pertama lebih menekankan pada fakta-fakta, sedangkan versi kedua bahasanya lebih deskriptif. Bacaan versi pertama, pendengar perlu menghafal untuk dapat menarasikan ulang bacaan. Sedangkan bacaan kedua, pendengar bisa lebih mudah menarasikan karena pendengar seolah dibawa serta ke kehidupan Florence. Nah buku kedua inilah yang disebut dengan living books alias buku berkualitas menurut CM. Bacaan lebih menekankan pada nilai-nilai kehidupan ketimbang fakta yang bisa dicari lewat mesin pencari. Pembelajaran nilai kehidupan ini akan semakin merasuk ke sanubari anak manakala dia menarasikan ulang 

2. Bacakan hanya sekali

Pendidikan adalah proses membangun kebiasaan, salah satunya dengan narasi. Prinsip saklek yang tidak bisa ditawar adalah bacakan hanya sekali. Hal ini berguna dalam mengajarkan anak untuk fokus. Habit of attention.


Narasi juga menjadi bagian dari habit of good communication. Lewat narasi, anak akan belajar mengutarakan pemikirannya. Tidak mudah lho menceritakan ulang apa yang sudah kita dengar apabila kita tidak terbiasa untuk fokus dan bernarasi.

Selain itu, bernarasi juga mengembangkan habit of thinking karena untuk me-recall hal apa yang harus diceritakan kembali tentu otak anak harus berpikir. 

3. Jangan menginterupsi

Hargai anak sebagai pribadi utuh yang memiliki keunikan dalam berpikir. Jangan meninterupsi narasinya karena konsep pendidikan mandiri adalah mengeluarkan yang ada di dalam diri anak. Interupsi akan memberikan intervensi eksternal yang akan mengurangi esensi pembelajaran mandiri. Oleh karena itu, pemilihan buku atau referensi yang tepat adalah mutlak. Jangan menggunakan buku yang hanya menyajikan sekumpulan fakta karena ini akan menyulitkan narasi, dimana anak akan yerlalu sibuk menghafal ketimbang menikmati bukunya. 

Pendidikan adalah atmosfer. Sebagai fasilitator kita harus menikmati momen kita mendampingi anak pada sesi akademis CM ini. Nikmati saat kita membacakan cerita. Berikan artikulasi yang tepat sehingga anak lebih mudah mencerna apa yang kita bacakan. Mendidik anak adalah perjalanan maraton, jadi pastikan kita menikmatinya kan..

4. Percaya!

Membuat materi pembelajaran yang menarik sejatinya lebih mudah ketimbang mempercayai bahwa anak memiliki kemampuan mencerna pengetahuan yang kita sajikan dan percaya mereka melakukan yang terbaik. Semakin banyak kita mengajar, justru semakin sedikit anak bisa belajar. Sebaliknya, semakin sedikit intervensi kita dalam proses pembelajaran anak, maka anak akan belajar dengan maksimal. Hal ini tentu tidak sesuai dengan norma umum di masyarakat tentang pembelajaran. Yang nggak paham bakal bilang "Enak banget gurunya kalau cuma gitu doang." Padahal yang 'cuma gitu doang' ini efeknya justru luar biasa bila dilakukan secara konsisten. Kembali pada konsep pembelajaran mandiri dimana semua berdasarkan dari dalam diri anak. Jadi percaya saja pada kemampuan anak mencerna ide hidup yang kita sajikan. Pastikan saja sajian untuk pendidikan (rohani) anak cukup secara kualitas dan kuantitas.-->memastikan cukup ini juga gak mudah dan nggak ada aturan baku bagi anak bersaudara sekalipun.

5. Children are born person

Kita memang harus percaya pada kemampuan anak, tetapi jangan pula memiliki ekspektasi berlebihan terhadap anak. Evaluasi bila ternyata anak tidak sesuai yang diharapkan.

Pendidikan adalah seni membangun relasi. Karena setiap ilmu saling berkaitan, tidak berdiri sendiri. Dengan pendidikan maka anak akan memiliki kemampuan untuk mengaitkan ilmu satu sama lain. Ini bukan tentang banyaknya yang dipelajari anak, tetapi bagaimana anak mempelajarinya.


-MEMULAI NARASI-


1. Start small

Sesuaikan dengan kemampuan konsentrasi anak. Sedikit demi sedikit


2. Tunjukkan caranya

Untuk anak yang belum terbiasa narasi dapat kita berikan dulu contoh narasi itu seperti apa. (Orang tuanya kudu belajar dan paham teknik narasi terlebih dahulu)


3. Oops/ teknik pura-pura salah

Untuk mamantik anak mengeluarkan pendapatnya bisa dengan berpura-pura salah dalam membuat narasi dan anak tergelitik untuk mengkoreksinya.


4. Variasi aktivitas

Variasi aktivitas biasanya dilakukan hanya pada awal narasi, karena saat itu anak mungkin belum tertarik dengan narasi. Variasi aktivitas bisa dilakukan untuk memantik minatnya bernarasi, seperti narasi menggunakan media lego, mobil-mobilan, dll. Nanti, setelah anak terbiasa narasi dan tidak kesulitan bernarasi, maka orang tua tidak perlu memvariasikan aktivitas lagi.


5. Tahapan narasi tertulis

Setelah anak menguasai narasi lisan, umumnya membutuhkan waktu sekitar 3-4 tahun, maka kemudian narasi bisa ditambah dengan narasi tertulis.

Teknisnya bisa dibacakan lalu anak membuat narasi tertulis atau anak membaca sendiri dan membuat narasi tertulis. Semua tergantung kondisi.

Saat memulai narasi tertulis, mungkin anak tidak terlalu banyak menulis karena adanya perbedaan koordinasi antara lisan dan tertulis. Menulis lebih sulit karena butuh kombinasi koordinasi otak untuk memikirkan apa yang akan ditulis dan motorik halus untuk menuangkan pemikirannya dalam bentuk tulisan.

Saat anak memulai narasi tertulis, jangan dikoreksi, termasuk kesalahan tanda baca. Biarkan anak membaca ulang narasi tertulisnya dan menyadari kesalahannya, seperti misal kurang tanda titik, kan bisa menges tuh bacanya.


6. Mengasah kemampuan menulis

Seiring waktu, narasi tertulis bisa menjadi sarana mengasah kemampuan menulis. Kaidahnya antara lain:

-Satu aturan tata bahasa dalam satu waktu. Sesuai prinsip gentle art of learning, sedikit demi sedikit tapi konsisten.

-Minta anak mengkoreksi sendiri. Sesuai prinsip pembelajaran mandiri, biasakan anak untuk mengevaluasi pekerjaannya secara mandiri.

-Dukung anak menulis lebih banyak. Kadang anak perlu lebih disemangati agar mau berusaha lebih.

-Tulisan kreatif. Misal anak bisa mengkreasikan narasinya dalam bentuk cerpen (atau mungkin ulasan di blog? Hehe). Tapi menulis kreatif ini adalah tahapan lanjut, artinya jangan tergesa-gesa meminta anak mencoba menulis kreatif apabila kemampuan dasar menulisnya belum dikuasai.

Jadi metode narasi pada pendidikan CM mungkin terasa 'gitu doang' buat sebagian orang. Tetapi hal yang kayaknya gitu doang itu justru mengasah kemampuan anak untuk fokus, berpikir, dan berkomunikasi. Itu adalah skill inti yang harus dikuasai apa pun pekerjaan anak ketika dewasa nanti.

Dari pembahasan soal narasi, terlihat bahwa metode CM sangat mengasah kecerdasan linguistik anak. Namun hal ini bukan berarti CM mengesampingkan kecerdasan lain. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah mahluk sosial, dalam bersosialisasi tentu butuh komunikasi. Jadi, memang aspek linguistik ini memegang peranan kunci dalam kehidupan anak. Mau apa pun pilihan hidupnya nanti, kemampuan berkomunikasi tetap yang paling utama dikuasai kan?

Mari bersenang-senang dengan narasi ^_^

22.3.21

Crossfire: Tetap percaya pada diri sendiri walau dunia tidak mempercayaimu!

Apaan sih gamers, gak punya masa depan, pengangguran, memalukan! Begitulah dunia memberi cap kepada Xiao Feng dan teman-temannya di tahun 2009. Mereka bergabung dalam Klan 1Coins. Lama kelamaan klan/tim mereka bubar karena masing-masing sudah semakin dewasa, ada yang menikah dan punya istri yang galak, yang satu dikirim ke pusat rehabilitasi kecanduan game, Feng sendiri akhirnya bekerja kantoran demi membahagiakan orang tuanya. Dia anak yang cerdas dan disenangi bosnya, tapi lama kelamaan dia sadar bahwa kerja kantoran bukan passionnya. Ditambah teman main gamenya dari tahun 2019 memberi tahu bahwa dia dan 1 Coins adalah lagenda di turnamen Crossfire, akhirnya dia resign ketika bos mau mengangkatnya menjadi karyawan.



Di waktu lain, pada tahun 2019, e-sport semakin berkembang. Xiao Be adalah seorang gamers yang terinspirasi menjadi atlet e-sport karena kakaknya. Kakaknya sendiri tewas dalam sebuah kecelakaan dan Xiao Be sendiri lumpuh karena kecelakaan itu. Cita-cita Xiao Be menjadi atlet e-sport kurang mendapat dukungan dari orang tuanya. Be diijinkan untuk mengikuti sebuah seleksi pemain e-sport, tetapi bila ternyata Be gagal, maka dia harus mengubur keinginannya menjadi pemain e-sport. Tetapi saat dia gagal dalam seleksi tim Gravity, Be tetap saja tidak bisa mengubur keinginannya menjadi pemain e-sport profesional. Dengan uang yang dia punya dan seorang sahabat setia, dia membentuk tim/klan sendiri bernama Continue. 

Xiao Feng dan Xiao Be dipertemukan secara kebetulan di game Cross Fire yang hanya bisa diakses di PC jadul Xiao Feng dan laptop lama peninggalan kakaknya Xiao Be. Dengan selisih waktu 10 tahun, Xiao Be bagaikan peramal yang memberitahukan nasib Xiao Feng dan teman-teman 10 tahun kemudian. Persahabatan beda waktu ini mengantarkan petualangan bagi masing-masing. Mulai dari usaha Feng mencegah kecelakaan Be dan kakaknya. Tapi ternyata kecelakaan tersebut tetap terjadi, hanya pindah lokasi saja. Selanjutnya Be mendapati bahwa Feng ternyata sudah meninggal! Setengah mati Be mencari cara untuk mencegah meninggalnya Feng. Dia lalu mencari An Lan dan bertanya soal Feng. tentu tidak mudah bertemu Lan yang sudah menjadi pejabat penting perusahaan e-sport. Tapi namanya drama ya, akhirnya Be bisa meyakinkan Lan kalau dia bisa berkomunikasi dengan Feng di masa lalu. Akhirnya Feng bisa selamat dari maut, tetapi dia koma. Kejadian yang merenggut nyawanya itu adalah akibat dia uji coba bermain game simulasi yang berakibat kehilangan kesadaran. Sahabatnya sendiri ternyata yang menjebak Feng. Sang sahabat yang juga anggota 1coins pernah kedapatan berbuat curang saat turnamen. Belakangan Feng memergoki dia melakukan pembunuhan terhadap seorang montir. Sebagai sahabat yang baik Feng menasehati, tetapi si sahabat nggak terima. Jadilah Feng dijebak di permainan tersebut.

Komunikasi lintas waktu telah berhasil menunda kematian Feng, sayangnya Feng kemudian koma dan akhirnya dengan bantuan Be yang ikut masuk ke permainan, akhirnya Feng berhasil selamat. Kemudian menjadi pelatih tim Gravity. Endingnya sih tim Gravity ini jadi juara dunia setelah pada turnamen pertama kalah dari Brazil. Sounds a great ending. Kenyataan sih kayaknya nggak mungkin. Komunikasi lintas waktunya belum masuk ke nalar. Tapi sutralah ya, yang penting adalah pelajaran penting dari serial ini.

Jangan takut berbeda. Yakini saja jalanmu!

Xiao Feng dan Xiao Be sama-sama mengalami kesulitan dalam mengembangkan minatnya. Feng bahkan lebih parah karena tahun 2009 game online belum semarak saat ini. Tetapi Feng membuktikan dengan kegigihannya membawa 1coins menjadi juara kompetisi. Walaupun tidak paham soal game online, orang tuanya sangat bangga anaknya menjadi juara dan akhirnya tidak lagi memaksa Feng untuk bekerja kantoran.

Kelihatan indah, tetapi di akhir episode Xiao Be bilang kalau untuk menjadi juara itu kemungkinannya sangat kecil, jadi sebaiknya memang jangan mengandalkan dari kejuaraan saja, tetap harus ada pemasukan dari sumber lain, seperti endorse, dll

Selalu bersemangat

Kalau sudah yakin dengan jalan yang kita tempuh, selanjutnya tetaplah semangat menjalani apa yang dicita-citakan. Orang yang bersemangat akan membawa aura positif bagi sekelilingnya.

Jaga kekompakan dan persaudaraan

Sebagai mahluk sosial tentu kita perlu bersinergi dengan berbagai pihak. Selain itu kita harus punya tim yang solid, yang kompak dalam suka dan duka. Banyak dikisahkan romantika klan 1 coins dan Gravity. Disini perlunya kematangan emosi seorang leader untuk menjaga kekompakan dan rasa persaudaraan antar anggota tim. Pembagian kerja juga harus jelas jadi kekuatan tim semakin optimal.

Cara curang akan selalu kalah

Hidup sahabat Feng tidak pernah tenang karena dia selalu menghalalkan segala cara untuk menang. Walaupun beberapa kali berhasil mengalahkan Be dan Feng, tetapi pada akhirnya dia menemui kejatuhannya sendiri. 

21.3.21

Pelajaran kehidupan dari Serial I Will Find You Better Home



Serial I Will Find You Better Home adalah drama China tentang agen properti. Banyak pelajaran marketing dan seputar properti yang bisa didapatkan dari serial ini. Selain itu, serial ini juga mengajarkan tentang pelajaran hidup, antara lain:


1. Jangan terlalu 'baik' sama anak

Orang tua pasti mengusahakan yang terbaik untuk anak. Tetapi jangan lupa menyiapkan kondisi terburuk yang mungkin terjadi. Suami istri penjual roti isi saking sayangnya sama anak mereka sampai mengatas-namakan rumah yang mereka beli susah payah dengan nama anak mereka. Alhasil ketika anak mereka berumah tangga, mereka terpaksa mengalah dan menurut ketika anaknya meminta orang tuanya tidak tinggal di rumah itu dulu. Ih, gregetan banget nggak sih kayak gitu. Beneran loh, selagi kita masih hidup, jangan sekali-kali memberi hak anak atas aset kita. Biarkan anak berjuang sendiri. Walau kita sudah menyiapkan pembagian untuk mereka sepeninggal kita nanti, tapi biarlah warisan itu dirahasiakan sampai saatnya tiba.


2. Nggak ada anak 'durhaka' tanpa dimulai dengan orang tua yang membuatnya begitu 

Fang memiliki ibu yang kejam karena tidak menginginkan kehadirannya. Soalnya si ibu pinginnya anak cowok. Tapi nyebelinnya, si ibu malah selalu saja meminta uang ke Fang. Padahal Fang juga kekurangan uang. Pada satu episode si ibu sampai ngemper di depan apartemen Fang dan mendramatisir keadaan sehingga tetangga pada heboh dan videonya viral. Kalau yang nggak tau kan dianggap, jahat banget ya anaknya? Padahal ibunya duluan tu yang jahat.


3. Selalu ada istri hebat dibalik suami hebat. Jangan sombong hey lelaki!

Diceritakan sahabat baik Wang Cheng bernama Kan mau membeli rumah yang ternyata untuk wanita simpanannya. Padahal dia mempunyai istri yang tipikal ibu rumah tangga yang cantik, telaten mengurusi anak dan juga orang tua. Memang tipe lelaki begini kudu diuleg pake cabe sekilo. Udah punya istri yang perfect masih aja cari di luar. Dan endingnya Pak Kan akhirnya benar-benar tobat main perempuan. Karena semenarik-menariknya selingkuhan, tetap pasangan sah yang terbaik.

 

4. Memilih sekolah bisa berdampak pada keharmonisan keluarga

Ada satu episode dimana si ibu selalu marahin anaknya ketika anak mengerjakan tugas sekolahnya. Ternyata karena tugas sekolah itu terlalu sulit dan banyak, si ibu nggak sabar mendampingi belajar dan si anak sudah jenuh belajar. Akhirnya dengan trik Wang Chen mereka pindah sekolah dan rumah, dan di sekolah baru si anak menemukan potensinya. Si anak senang, si ibu juga gak marah-marah lagi. Jadi, pilihlah sekolah sesuai dengan kondisi anak, gak semata lihat 'favorit' aja.


5. Jangan suka menimbun makanan

Lou San Guan adalah orang yang sangat hemat. Setiap hari bekalnya hanya nasi putih. Lauk? Minta temennya. Saking hematnya, ketika ada temennya yang nggak menghabiskan makanan, pasti ditimbun sama dia. Sampai suatu ketika simpanan makanannya tumpah dan membuat manajer Wang cedera tulang belakang.


6. Jangan pelit untuk diri sendiri

Fang hidup dengan sangat susah sehingga ketika mendapat komisi besar sekalipun dia tetap dengan sepatu bututnya. Padahal penampilan juga perlu diperhatikan ya. Kalau sepatunya butut, apa klien bisa percaya. Dan lagi, sepatu rusak apa nggak malah bikin cedera, ya kan? Beri reward sesekali untuk diri sendiri itu perlu.


7. Setiap perbuatan ada balasannya. Walau kadang balasan itu terlalu 'kejam'

Ada salah satu episode Lou San Guan sangat marah karena gurunya, manajer Fang dibohongi calon klien. Padahal Fang sudah setengah mati menservis calon klien ini. Akhirnya Guan mendatangi rumah calon klien dan memaksa uang komisi ke mereka. Dapet sih uangnya, tapi itu bikin dia jadi dipecat dan masuk daftar hitam agen perantara di China. Jadi, ada kalanya kita harus menahan diri tidak membalas kekejaman orang ya..