11.7.20

Belajar dari Bapak di Orang Kaya Baru

Film-film Indonesia sekarang makin bagus-bagus deh. Apalagi banyak yang bisa dinikmati gratis via streaming. Seperti yang baru saja (dan sudah berulang kali) aku dan anakku tonton, judulnya "Orang Kaya Baru". Nonton ini karena labelnya comedy. Ya kan sama anak-anak maunya nonton yang ringan-ringan aja. Baca sinopsisnya juga kayaknya plot ceritanya nggak rumit lah..

Dari awal film aku sudah suka sama openingnya. Dimana Tika, yang diperankan Raline Shah harus berdesakan di metro mini sambil bawa maket yang terbuat dari barang bekas untuk presentasi tugas kuliahnya. Sesampainya di kampus, maket itu harus diperbaiki karena sempet kegencet pas di metromini. Lagi asyik benerin maket, dateng deh cewek-cewek dengan tampilan ala selebgram gitu yang menghina maketnya. Tapi, Tika buktiin presentasi maketnya sukses bikin dosennya terkesan.

"Kalo kenyataan tiba-tiba gigit loe. Loe gigit aja balik. Ubah kesialan jadi kesuksesan. Itu tradisi keluarga gue."

Film ini berkisah tentang tiga bersaudara, Duta, Tika dan Doddy yang hidup sederhana (cenderung miskin) bersama kedua orang tuanya. Walaupun hidup pas-pasan, tetapi mereka bersekolah di tempat yang bonafid, nggak heran mereka selalu jadi korban bully. Tapi kerennya, mereka nggak minderan, ya karena filosofi keluarga "ubah kesialan menjadi kesuksesan" itu tadi.

Ternyata si bapak punya rahasia. Gelagat kalo si bapak punya sesuatu yang disembunyikan terlihat dari kebiasaannya hanya ngopi dari kopi kualitas terbaik. Dan semahal apa pun biaya sekolah anak-anaknya, ternyata bisa aja teratasi. Juga kebiasaannya makan kepala ikan. Katanya kalo mau punya banyak duit, makan kepala, kepala ikan, kambing, ayam. Langsung deh dinyinyirin Tika, karena nyatanya mereka nggak punya banyak duit (belum tau aja tuh Tika kalo ternyata si bapak..).

Perbincangan di meja saat makan malam di keluarga ini sangat hangat. Membenarkan pepatah Jawa "Mangan ora mangan sing penting kumpul". Jadi, walau sering kekurangan uang, tapi Tika cs nggak ngerasa kekurangan suatu apa pun. Kata bapak, "Duit kalo dikit, cukup, kalo banyak, nggak cukup. Kayak dulu kalau mau dengerin lagu harus beli kasetnya, didengerin tuh berulang-ulang. Sekarang gampang tinggal download, belum tentu diputer berulang-ulang."

Rahasia besar si bapak terungkap setelah kematiannya yang mendadak! (Kayaknya sudah punya penyakit tapi gak diceritain di film). Ternyata si bapak punya tabungan banyak di bank! Sejak saat itu mereka menjadi OKB alias orang kaya baru. Namun pesan bapak di video wasiat pertamanya (duh jadi keidean bikin surat wasiat versi video, kayaknya tren surat wasiat bakal seperti itu deh, hihi)

"Hidup tu yang penting keluarga dan sahabat. Harus saling dukung."

Dan, mereka pun terkena sindrom OKB, nyobain makan mewah, ngabisin duit di mall, sampe beli rumah mewah dan 3 unit mobil mewah! Tapi itu belum seberapa, kekayaan ternyata membuat keluarga mereka menjadi nggak deket karena masing-masing anggota keluarga punya kesibukan (menghabiskan uang), plot twistnya saat tiba-tiba ada seorang yang mengaku sebagai adiknya almarhum bapak dan meminta jatah warisan, padahal uang warisan sudah habis!

Film ini mengangkat tema yang sederhana dengan plot yang sederhana pula. Tapi jujur aku suka, karena temanya soal keluarga dan uang, dua persoalan yang related sama kehidupanku sehari-hari. Menonton film ini membuat kami sekeluarga semakin mensyukuri apa yang kami punya saat ini. Sebagai golongan masyarakat yang biasa aja, punya aset seperti tanah dan rumah perlu perjuangan buat kami sekeluarga. Kalau liat-liat perabotan rumah cuma bisa bilang, "Kalo punya rumah nanti...", padahal dibangun aja belum itu rumahnya, wkwkwk. Tapi seperti nasehat si bapak di film ini, sesuatu yang penuh perjuangan akan membuat kita lebih menghargai sesuatu tersebut. Ibaratnya perjalanan, kalau naik pesawat memang cepat sampai, tapi kalau naik kendaraan sendiri kita bisa menikmati perjalanannya, mampir ke tempat-tempat wisata dulu.

Sayang sih, di film ini si bapak emang kaya dari orok, jadi kan gak bisa dipelajari tips suksesnya. Tapi salut sih kalo ada bapak yang mikirnya kayak gini, walau sebenarnya akan lebih baik lagi kalau si bapak dari awal jujur sama si ibu, jadi nggak gagap-gagap amat keluarga ini ketika bisa pegang uang yang panjang banget kalo ditulis nominalnya, hihi.

Setuju banget sama nasehat untuk selalu dahulukan keluarga dan sahabat. Karena hidup perlu orang lain, dan keluarga harus jadi tempat ternyaman.  Oiya, ada satu tokoh yang kalau misal ada di dunia nyata berarti keren banget, yaitu Banyu, pacarnya Tika. Tipikal suami idaman banget nih, pekerja keras dan selalu ada buat Tika. Semua kerjaan sampingan dijabanin demi biaya kuliah, dan walo percintaan mereka nggak terlalu dibahas, tapi keliahatan banget kalo Banyu sayang banget sama Tika. Mau Tika salah kayak apa tetep aja dimaafin. So sweet owh..pengen pesen atu yang kek gitu buat mantu. *kejauhan oi, FREE 2.0 aja belum ada 3 tahun, Haha!

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...