6.2.21

Penasaran Habit Training ala Charlotte Mason

Berawal dari kegelisahanku yang merasa #dirumahsaja membuatku nggak produktif. Aku nggak bisa maksimal bekerja, dan di sisi lain anak-anak tidak terkondisikan dengan baik. Waktu pagi hari aku dedikasikan untuk SFH anak lanang. Kalau lagi apes banyak tugas, pendampingan belajar berlanjut sampai sore. Kadang rasa ingin menyerah, gunanya anak ngerjain tugas yang melelahkan ini apa sih? Ya buat anak lain mungkin nggak melelahkan, tapi jelas anakku nggak nyaman dengan tugas sekolahnya. Udahlah anak nggak hepi, aku pun nggak bisa bekerja. Tapi lama-lama ya terbiasa juga dengan tugas-tugas itu. Memang nggak sempurna, tapi aku sangat mengapresiasi usaha anak lanang buat menyelesaikan tugas sekolahnya.

Waktu bergulir, dan di tahun 2021 ini keluarga kami memulai lembaran baru hidup di Gunungkidul. Dari yang awalnya aku tinggal bersama orang tua sembari suami bekerja di luar kota, lalu sekarang tinggal di tempat baru tanpa bantuan orang dewasa lain di rumah. Ya, suami sekarang bakal lebih sering pulang sih, tapi tetap saja kan, hari-hari kulewati sendiri tanpanya #halah

Minggu pertama ditinggal suami pasca pindahan, jujur sempat stres. Banyak pembiasaan dan keadaan baru yang membuatku harus keluar dari zona nyaman. Tapi aku sadar, membiasakan kebiasaan yang baik, sementara support system berkurang memang nggak mudah. Tapi bukan berarti nggak bisa kan? Alhamdulillah, pertolongan Allah memang cepat, anak-anak langsung betah di lingkungan baru yang memang sangat kondusif dan aku mulai membiasakan diri dengan ritme sekarang. 


Berkenalan dengan Habit Training

Tangan Allah memang luar biasa. Sebagai pengabdi sosmed #halah, aku rutin mengikuti pemikiran Mbak Ellen Kristi di Komunitas Charlotte Mason Indonesia. Insight-nya selalu mencerahkanku dalam mendidik anak. Hingga aku tertarik pada pelatihan Habit Training yang dishare Mbak Ellen di Facebooknya. Belakangan aku merasa tidak produktif. Ketika sekarang tugas anak tidak lagi menumpuk. Kerjaan kantor juga nggak sepadat dulu, nyatanya aku belum juga bisa menyelesaikan satu draft tulisan pun! Sepertinya jiwaku memang jiwa deadliner, kalo belum ada tekanan belum bisa kerja. Tapi masak iya mau kayak gini terus? Bekerja dengan sistem kebut nggak akan maksimal hasilnya. Apalagi untuk pekerjaanku yang seharusnya lebih banyak belajar mandiri. Jadi aku pikir aku wajib nih ikutan Habit Training ini. Tapi keterangannya ini Habit Training buat mendidik anak, bisa nggak ya kalau buat aku juga? Ternyata memang yang ditraining ibunya. Kalau anak ikut ter-training ya itu bonus. So, lets see pelatihannya nanti. Aku yakin pasti akan berdampak lebih baik bagi keluarga kami, seperti filosofi Cinta yang Berpikir yang jadi fondasiku mendidik anak dengan damai dan bahagia.


Tentang fokus

Aku sadar, inti dari permasalahan belajarku maupun anakku ada di fokus. Kami tipikal yang susah fokus. Distraksi kecil akan membuyarkan proses belajar. Lagi baca literatur terus ada wa masuk, akhirnya malah lama wa-nan. Lagi fokus belajar lalu kantuk menyerang. Ah, fokus itu berat deh. 

Makanya buat to do list dong!

Ya udah bikin, setiap pagi sudah merencanakan bakal belajar apa. Tapi ya itu, distraksi membuyarkan segalanya. How to deal with distraction? 


Tentang membaca

Belajar itu wajib, rasa ingin tahu membuat belajar menjadi menyenangkan, tapi aku pribadi bukan pembaca yang baik. Rasa ingin tahu ternyata belum cukup membuatku lancar menjalani proses belajar. Efeknya, aku jadi nggak bisa mengajarkan cara memahami bacaan dengan baik ke anak. Pantas saja pembelajaran metode CM menekankan pada living books dan narasi. Living books melatih anak memahami bacaan sekaligus belajar soal kehidupan. Narasi melatih anak mengungkapkan pendapat secara jelas dan terstruktur. Walau kayaknya cuma 'gitu doang' tapi nyatanya benar-benar jadi life skill wajib apa pun profesinya nanti. Semoga belum terlambat untukku mendidik anak menjadi generasi yang menikmati bacaan. Kuncinya ya, akunya harus bisa menikmati bacaan dulu, jangan tidur atau ditinggalin sosmed-an terus bukunya. Wkwkwk

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...