Tampilkan postingan dengan label flash fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flash fiction. Tampilkan semua postingan

16.1.14

Sahabat Terbaikku Pergi

Hai sahabatku. Ah kamu pasti tidak akan menjawabku. Kamu kan benda mati. Cuma kamu teman terbaikku. Kamu ga pernah cerewet seperti mereka. Kamu juga selalu memberiku pengetahuan baru.
Orang pikir aku alien apa? Mereka tak ada yang mau dekat denganku. Ah biarlah, toh sahabatku ini sudah memberiku semua.

Aku ga butuh mama, papa, maupun kakak! Aku ga butuh teman sekolah, apalagi guru, aku ga butuh manusia! Mereka semua payah, mereka semua cuma bisa mengecewakanku.

Cuma kamu sahabatku. Cuma kamu yang paling mengerti aku. Aku cuma mau kamu! Coba, aku ingin kamu menghiburku.

Akupun menekan icon games pada layarmu. Ah, sepertinya aku ingin seperti ini selalu. Ga perlu belajar, ga perlu kerja kelompok, dan ga perlu mengerjakan pekerjaan rumah.

PET
tiba-tiba kamu mati. Mati total. Oh, bagaimana ini?
Aku marah. Aku histeris. Aku berteriak. Ah, kenapa kamu harus mati. Oh, tidak!
Aku pernah kehilangan kakek yang kusayangi, tapi masih sedih kehilanganmu sobat terbaikku, tabletku.

Seketika hatiku hampa. Aku merasa tak punya siapa-siapa.

Lebay yah? terinspirasi dari mereka yang kecanduan tablet dan ga peduli sekitar...

10.1.14

Que Sera Sera

'Mba. Kalo udah nikah itu enak ga sih?' tanya Ryan suatu ketika.
'Ya enak lah dek. Ga cuma main cinta-cintaan. Anaknya beneran lagi!' jawabku sekenanya.
Tumben si adik bontot nanyain nikah.
'Udah mau ngelamar Sinta ya? Makanya buruan lulus'
'Idih, mba main tembak aja. Ga lah mba, aku harus nyelesain kuliah terus kerja dulu. Kalo ngga mau makan apa Sinta.'
'Iya dek. Harus kayak gitu jadi laki.'
'Enak ya kalo dapet istri kayak mba'
'Ye, jangan banding-bandingin lah. Semua cewek mah sama aja. Tergantung pasangannya juga. Sinta juga baik kok.'
'Tapi Sinta ga suka anak kecil, kalo ntar ga mau punya anak gimana?'
'Yaelah dek. Mba dulu juga ga suka anak kecil kali. Semenjak punya anak, jadi demen anak kecil. Naluri itu dek.'
'Gitu to mba? Kayaknya seru ya punya anak. Mba kayaknya happy terus semenjak ada anak.'
'Happy itu kita yang nyiptain. Yang penting berpikir positif aja. Kalo kita happy, anak biasanya ikut happy dek. Eh bukannya adek belajar ini di kuliah?'
'Teori doang mba. Prakteknya mah belum tentu.'
'Yah. Jangan takut sama sesuatu yang belum terjadi. Que sera sera dek.'
'iya ya mba? Kenapa aku jadi galau gini ya mba?'
'Tau nih. Kebanyakan nonton film alay kali kamu dek'
'Ais.. Adek kan hobinya nonton action, ga alay kali mba.'
'hahaha' kami pun tertawa bareng.

Terkadang kita mengidealkan seseorang dan terlalu takut akan sesuatu yang belum terjadi. Padahal kalau santai sedikit dan ga seklek patok target, hidup kita pasti lebih santai dan indah.

***
Que Sera Sera versi Indonesia, ala EDibaFREE...

Bila aku besar nanti
Aku bertanya, jadi apa?
Jadi keren kah? jadi kaya kah?
Kau hanya berkata..
Que Sera Sera, yang terjadi terjadilah
Jadi apapun juga
Harus berguna
Untuk semua
Untuk selamanya

17.12.13

Kepala Tiga

"I..ini mba. Data yang mba minta."

"Ya udah taruh aja disitu."

"I..iya mba."

Heran. Anak baru ini cakep-cakep grogian banget. Paling demen godain doi. Tapi aku lagi malas. Deadline bos belum selesai dikerjakan.
Aku sangat menikmati pekerjaanku, tapi di usia yang tak lagi muda, sudah kepala tiga, banyak sekali suara-suara sumbang menyuruhku menikah. Ih, apa masalahnya sih? Belakangan malah aku santer dijodohkan sama anak kemarin sore nan unyu-unyu yang selalu grogi kalo ketemu aku. Ah. Daripada buat laki, cocok juga jadi adek mah.
 Tapi, doi cakep juga sih. Lumayan buat perbaikan keturunan. Tampangnya imut macam Justin Bieber KW13. Hush, kenapa jadi mikirin tu anak sih. Ga selesai nanti tugas dari bos.

 "Tiska, jadi berapa unit yang bisa kita jual minggu ini?" Aduh. Si bos dah datang aja. Hampir saja aku gagal fokus melihat bosku yang tampak keren dengan kaos hitam dan celana khaki. Walau sudah kepala lima tapi tetap mempesona.

Ah. Macam apa aku ini, kenapa pilihan pria di hadapanku cuma cowok unyu-unyu dan bapak tua yang keren. Ga ada pilihan yang seumur apa ya? Kalo gini caranya, kapan aku kawin??? Dah capek tiap lebaran ditanyain merit melulu.

5.12.13

Kucing Misterius

Malam itu, Wawan sang operator traktor kerja shift malam. Saat itu, Wawan melihat sesosok mahluk lucu seperti kucing.
"Ah, bisa kubawa pulang untuk Rara, anakku." Pikir Wawan.
Akhirnya dibawalah semacam kucing itu di atas traktornya. Wawan sudah membayangkan wajah ceria Rara saat kucing ini diberikan. Wajahnya lucu mirip babi, ekornya menjuntai panjang, bulunya hitam bergaris putih di punggung, pokoknya cakep banget. Lalu, saat agak melamun, traktor Wawan tersandung sesuatu. Kucing ini terkaget dan akan meloncat keluar. Wawan dengan sigap memeluk si kucing agar tidak terjatuh. Tiba-tiba bau busuk seperti aroma bawang merah busuk menyengat menyeruak. Menusuk-nusuk hidung Wawan dengan kejam. Baru tersadar kalau sumber baunya dari kucing ini.
Ah, bukan kucing.
Ini sigung! Pantesan.
Wah, apes bagi Wawan, selain ga jadi menghadiahkan kucing cantik buat anak tercinta, diapun harus merelakan bajunya dibuang, karena bau sigung menempel awet di baju. Biar dicuci dengan kolaborasi sabun cuci dan kembang tujuh rupa juga ga bakal hilang baunya.

The end.
Penampakan sigung

22.10.13

Persahabatan Jack si Pengusaha Kacang dan Sang Raksasa

http://stephanieklein.com/images/2010/02/jack-beanstalk.jpg

Jack jadi OKB(orang kaya baru) semenjak menanam pohon kacang ajaib. Gimana ngga? Pohon itu bisa menghasilkan berkilo kilo kacang tiap harinya, saking tingginya pohon itu. Oh ya, pohon ini tembus sampai rumah seorang Raksasa loh.. dan Jack sama Sang Raksasa ini sudah berteman baik. Mereka saling berkunjung tiap minggunya. Kadang kadang saling menginap juga. Jack sampai membuatkan kamar dan tempat tidur besar bila raksasa ini jatah menginap di tempat Jack. Meladeni tamu seorang raksasa itu gampang-gampang susah. Makannya banyak, gerak dan bersuara dikit bikin gempa. Sempet sih Jack diprotes sama warga, tapi berhubung Jack udah jadi pengusaha kacang yang sukses bo, jadi yah warga diberi hasil panen kacang juga udah seneng. Hehe..

Jack paling senang main ke tempat raksasa. Raksasa punya ibu yang baik dan perhatian. Jack kalau main kesana pasti dibuatkan semangkuk besar coklat hangat yang saking besarnya Jack bisa nyemplung disitu. Jack juga dibuatkan sepotong kue yang lebih tinggi dan lebih besar daripada Jack. Sembari bermain bersama raksasa, Jack ditemani harpa ajaib yang selalu melantunkan lagu lagu indah. Harpa ini pinter loh, dia bisa melantunkan lagu rock juga. Jadi deh mereka berdua kayak karokean dengan iringan music harpa. Pulang dari berkunjung Jack tak lupa untuk memetik kacang. Walaupun Jack sudah punya banyak pekerja, tapi dia ga mau berpangku tangan. Petikan kacang ini diletakkan dalam semacam ember yang dipasangi tali, menyerupai timba sumur. Embernya ada banyak, jadi kacang yang bisa dipetik juga banyak. Di bawah ada pekerjanya yang siap menerima kacang itu untuk dikemas langsung, dibuka kulitnya, ataupun dikeringkan dahulu, semua tergantung pesanan costumer. Jack berharap persahabatannya dengan raksasa tetap langgeng. Karena silaturahmi dengan raksasa inilah yang dirasa Jack melancarkan rejekinya.
“Ng..Jack..Jackiya..maukah kau menikah denganku?” Ujar Raksasa suatu ketika.
Harpa melantunkan lagu romantis, sehingga Jack alias Jackiya ga sanggup menolak.

Merekapun bahagia selamanya.
**End**
Jumlah:292 kata

Kisah Aslinya:
Jack disuruh ibunya menjual sapinya, tetapi malah ditukar dengan biji kacang ajaib. Semula ibunya marah besar, tetapi biji kacang ini memang benar benar ajaib. Pohon kacangnya tumbuh tinggi sekali sampai ke tempat raksasa di atas langit. Sang raksasa kaya namun jahat, Jack mencuri harta si raksasa sampai suatu ketika Jack ketahuan mencuri harpa, dan raksasa mengejar Jack yang turun ke bumi namun raksasa terjatuh dan mati. Singkat cerita Jack membawa pulang harpanya dan bertobat. berkat harpanya juga Jack menemukan jodoh seorang putri dan menjadi raja yang arif dan bijaksana. di cerita remake ini, Raksasanya baik hati dan yang punya ibu adalah si raksasa(bukan Jack seperti di versi asli). dan Jack di cerita ini adalah perempuan.

21.10.13

Beban Terakhir

Capek kerja gini. Gaji kecil, badan capek. Semua mandang sebelah mata..aah.. mau sampe kapan hidupku seperti ini..
Tapi aku ga bernyali untuk move on. Kebun ini sudah menghidupiku bertahun tahun. Semua keluargaku juga masih disini. Semua mendukungku untuk terus kepanasan di terik siang, kebasahan kala hujan, dan berdebu plus sesak saat pulang. Mereka masih butuh uangku. Uh..kenapa ga mereka sendiri yang kerja??
Cukuplah masalahku bertumpuk tumpuk. Kali ini adikku tersangkut masalah hukum dan aku harus bayar jaminannya. Lagi lagi aku yang harus pontang panting cari uang. Aku bingung, bagaimana bisa aku dapat uang sebanyak itu. Sejenak aku ingin menyerah dan ingin mati saja. Tapi tunggu, tentu saja imanku ga serendah itu untuk mengakhiri hidup
***
Headline News: Truk Pengangkut Tenaga Tebu Terguling. 7 Orang Tewas Mendapat Santunan Negara

Akhirnya..penat hidupku selesai sudah. Aku meninggal terhormat, uang santunan itu tentu bisa untuk membebaskan adikku. Sekarang bisakah aku menikmati kebebasanku dari penatnya hidup Ya Allah?

19.10.13

Memory Secangkir Coklat Hangat

Hmm..sore ini bisa me time. Anak bareng Ayahnya. Aku memilih menikmati secangkir coklat hangat. Coklat hangat ini mengingatkan zaman gadis dulu. Coklat hangat ini biasa aku nikmati di kafe bersama teman sambil menikmati life music. Pikiranku melayang. Teringat romantisme dan idealisme zaman dulu.

"Kamu Beruntung, Nina"

"Mama jahat..ga mau beliin kotak pensil"
Nina menjerit dan berlari ke kamar. Mama selalu gitu. Ga kayak mamanya Nita. Mamanya Nita selalu membelikan apa aja ke Nita. Mama Nina pelit.
Nina ga pernah mau tau, kalo Nita bisa dibelikan apa saja karena Ayahnya pengusaha,omzetnya besar, sedangkan mama Nina hanya pedagang makanan biasa, dan Ayah Nina sudah wafat. Entah kapan Nina bisa sadar, ibunya bukannya pelit, tapi memang ga punya duit
***